Pages

Kamis, 24 Maret 2011

MENGUCAP SYUKUR

MENGUCAP SYUKUR
Bisakah mengucap syukur? Bagi sebagian orang menjawab BISA,mudah.Bagi saya & sebagian orang,sangat susah.Bagaimana saya bisa mengucap syukur,kaki sakit berjalan saja susah hingga bertahun-tahun masih belum ketahuan penyakitnya apa,kuliah berjejal-jejal naik bis,kuliah belum selesai + skripsi,urus dagangan setelah ayah meninggal + hutang yang harus dibayarkan dan masih banyak daftar keluhan lainnya.
Pernah suatu kali saya konseling ke Pendeta.Dia memberikan ayat,”Jangan kamu kuatir,burung di udara Dia pelihara…”.Dalam hati,saya menjawab,” Memangnya saya burung?”Belum alami seperti saya sih dsb.Pendeta tersebut menyarankan saya untuk membaca buku “Berpikir Positif”.Boro-boro bisa berpikir positif,saya tidak suka baca.Tapi akhirnya saya beli juga walaupun ketika membaca,pikiran negatif  terus.Semua dicela,tidak ada bagusnya.
Proses ini memakan waktu lumayan lama.Sekitar 2-3 tahun hanya untuk bisa mengerti arti mengucap syukur.Tidak selamanya kita mulus-mulus saja bahwa akhirnya kita bisa berpikir positif.Tapi setidak-tidaknya kita bisa lebih baik dari sebelumnya.
Ketika dagang ramai sekali,kita mengeluh tak ada waktu untuk istirahat,cape,pusing hadapi pembeli dsb.Ketika dagang sepi,keluhannya lebih panjang.Iri hati pada tetangga yang sukses,ngomong ngalor ngidul dsb.Waktu kelebihan,diam-diam senang banyak uang.Waktu sepi,lupa sudah punya kelebihan uang sebelumnya. Maunya tambah banyak,tambah kaya,bisa beli ini beli itu.Boro-boro mengucap syukur.Ada yang bilang biasa habis Lebaran  dagangan sepi,duitnya sudah habis-habisan.Oh,gitu ya? Pantas saja sepi.Eits…salah! Kalau kita telah berpikir “Sepi”,secara tidak sadar kita telah mengaminkannya.Itu yang biasa terjadi,bukan? Kita mengandalkan diri kita,kemampuan kita,kita tidak melibatkan Tuhan dalam hal ini.Hal seperti itu/ berpikir negatif  harus disingkirkan jauh-jauh.Kita tetap berpengharapan kepada Tuhan.Tuhan memberikan berkatNya & itulah jatah kita.Daripada berpikir yang bukan-bukan,pergunakanlah waktu untuk membaca renungan,menyanyi lagu rohani (walau dari dalam hati),ini dapat menguatkan kita yang mulai agak soak rohaninya.
Kerja tidak naik jabatan,gaji tidak cukup,bosan begini terus.Punya jabatan,keluhannya lain lagi.Yah dalam hidup kita banyak sekali keluhan yang terucap maupun dari dalam hati.Secara psikologis kita sakit.Dari fisik mungkin tidak mencolok,tetapi tidak dapat dipungkiri tanpa kita sadari muka kita tidak cerah,asam,mudah marah,mudah tersinggung ,bibir memble,dsb.
Semua bisa berubah ketika kita sadar,ketika kita mau untuk berubah,ketika kita menyadari betapa berharganya kita di mata Tuhan,ketika kita menyadari kasih Allah yang sangat besar kepada kita yang lemah & berdosa ini. Bawa dalam doa,minta bantuan Rohkudus untuk mengubahkan kita.Bukan seperti membalik tangan untuk menjalani proses ini.Tapi kita akan merasakan perubahan-perubahan dan orang lain terutama orang terdekat kita akan melihat perubahan itu.TUHAN memberkati!
Dari,          Sri  Fatmadewi ( Merry ).

0 komentar:

Posting Komentar

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Delete this element to display blogger navbar