Jumat, 23 September 2016

KENTUT DAN ALKITAB

Kentut dan Alkitab

Kentut adalah sebuah kegiatan manusiawi yang sering tidak diperlakukan secara manusiawi. Kentut dianggap begitu tabu, memalukkan dan menjijikkan.

Mau kentut di jalan, ga berani karena kalo ada yang dengar bisa dipandang dengan tatapan sinis atau malah ditegur. Mau kentut di mobil apalagi, bisa dimaki-maki penumpang lainnya. Mau kentut di ruangan (ruang kerja, sekolah, pertemuan, dll) juga tidak mungkin karena bisa kena kutuk orang-orang di sekitar kita. Lalu kita mencoba kentut di toilet tapi itu pun masih banyak yang protes, "Jorok banget sih, kentut sembarang." Buset... kentut di toilet disebut kentut sembarang, terus harus kentut di mana? Jika merokok disediakan tempat khusus, lalu mengapa kentut tidak disediakan tempat khusus?

Kentut masih menjadi sesuatu yang sangat tabu. Kentut di mana pun akan tetap menjadi kegiatan yang salah apabila masih ada orang yang mendengarnya. Akhirnya banyak orang memilih untuk kentut tanpa suara. Mereka yang kentut tanpa suara mengira masalah akan selesai, padahal mereka menimbulkan masalah baru yaitu kentut yang lebih berbau dan tindakan saling tuduh siapa pelaku kentut sebenarnya.

Tabunya kentut ternyata dialami juga oleh para penerjemah Alkitab, khususnya dalam terjemahan LAI. Kita bisa cari kata "kentut" di Alkitab elektronik dan tidak akan menemukan satu kata pun. Padahal jika ditelusuri dalam bahasa aslinya, kita akan menemukan humor sindiran menggunakan kata kentut yang digunakan oleh para penulis kitab.

Nabi Yesaya membuat perbandingan tentang keselamatan yang dilakukan Allah dan yang diusahakan manusia dengan menggunakan bahasa perumpamaan antara seorang ibu yang mengerang saat melahirkan dan orang yang mengerang untuk kentut. Yesaya 26:17-18. LAI menerjamahkan kata kentut menjadi "melahirkan angin."

Dalam gaya humor nabi Yesaya menggunakan "kentut" (untuk mempermalukan) sebagai ungkapan kekesalan kepada Moab (Yes 16:11), tapi keliru diterjemahkan dalam hampir semua terjemahan modern: "hatiku menjerit" (TB-LAI), "my heart's cry" (KJV). Seharusnya, "...seperti dengkingan (suara tinggi agak kejepit) kecapi, demikianlah bunyi kentutku untuk Moab..."
Dan mungkin saja masih banyak penggunaan kata kentut di dalam Alkitab tetapi diterjemahkan secara berbeda. Mengapa begitu?

Semua terjemahan modern (berbahaya Inggris, misalnya) biasanya menggunakan terjemahan tertua (Latin) yang diterima luas oleh gereja pada abad pertengahan sebagai teks model (bukan teks sumber), sehingga rujukan bahasa terjemahan jelas harus tunduk juga pada prinsip dogmatis gereja yang tentu saja tidak akan mengizinkan penggunaan kata-kata vulgar, lucu dan kasar bila berhubungan dengan tindakan Allah.

Apakah sekarang kentut masih dianggap vulgar atau tabu? Padahal, saat kita sedang dalam masalah tidak akan ada yang memperhatikan kita tapi saat kita kentut semua orang memperhatikan kita. Mengharukan ga sih? Apa biar dapat perhatian, kita kentut aja? Daripada jadi nakal cuma biar dapat perhatian kan...

*Catatan kaki: Penjelasan teks Alkitab tentang kentut di status ini, saya dapat dari komentar pak Semuel Aitonam. Terimakasih atas ilmunya pak.

Jumat, 16 September 2016

Beberapa kekeliruan umat Kristen saat berbicara tentang kesehatan

Beberapa kekeliruan umat Kristen saat berbicara tentang kesehatan:

1. Makan apapun asal didoakan dalam nama Tuhan Yesus maka makanannya akan menjadi sehat. Akibatnya banyak umat Kristen yang tidak memperhatikan dan mengendalikan cara makannya.
2. Jangan terlalu bergantung kepada dokter saat sakit. Jika sakit, pertama kali yang harus didatangi adalah gereja bukan rumah sakit. Yang pertama kali harus dilakukan adalah berdoa, bukan periksa ke dokter. Berdoa memang perlu saat sakit, tapi bukan berarti harus berdoa saja tanpa harus ke rumah sakit, apalagi cuma ke gereja. Gereja bukan tempat ajaib yang bisa menyembuhkan orang sakit. Jika pemahaman ini berlanjut, akan menjadi berbahaya jika seseorang terserang penyakit kritis seperti serangan jantung. Jika dibawa ke gereja lalu dibiarkan begitu saja, bisa sangat berbahaya. Jika masih sakit batuk dan pilek, masih tak terlalu terasa bahayanya.
3. Jangan terlalu bergantung kepada obat dari dokter. Pakai saja minyak lalu diusapkan dibagian tubuh yang sakit atau diminum. Pemahaman ini seakan-akan ingin mengkultuskan satu sarana yaitu minyak. Padahal dalam alkitab, Tuhan tidak hanya memakai minyak sebagai sarana penyembuhan. Silakan cek ayat-ayat berikut: Markus 7:33, 8:23 (Ludah); Yohanes 9:6 (tanah); 1 Timotius 5:23 (anggur/alkohol); 2 Raja-raja 2:19-22 (Garam). Jadi Tuhan bisa pakai sarana apapun untuk menyembuhkan, salah satunya obat.
4. Didoakan pendeta akan membuat yang sakit cepat sembuh. Sehingga banyak umat Kristen yang lebih suka didoakan pendeta dibandingkan ke dokter. Bahkan rela didoakan pendeta dari jauh, misal melalui siaran televisi, biasanya dikenal dengan istilah televangelis. Padahal semua sudah punya bagian masing-masing, pendeta bukanlah dokter. Dengan kerendahan hati, pendeta harus menyampaikan kepada jemaat bahwa mereka bukanlah manusia super yang bisa melakukan semuanya. Tapi bukan berarti pendeta tidak boleh mendoakan orang sakit.

Kamis, 04 Agustus 2016

DULU SAYA USTADZ, DULU SAYA PASTOR

DULU SAYA USTADZ, DULU SAYA PASTOR

Bosen saya mendengar berita atau cerita:
"Dulu saya Ustadz dan saya sekarang menjadi pendeta. Agama saya yang dahulu itu bla bla bla (menjelekkan agamanya)."
"Dulu saya pastor/pendeta. Lulusan sekolah filsafat dan teologi dengan cumlaude. Sekarang saya menjadi ustadz. Agama saya yang dahulu itu bla bla bla (menjelekkan agamanya)."

Eh pas dicek, entah mereka belajar agama di pesantren, filsafat atau sekolah teologi yang mana. Mereka kira bisa asal sebut lalu semua orang bisa dengan mudah dibohongi dan percaya? Zaman sudah canggih, dengan mudah kita bisa mengecek apa yang diucapkan oleh orang itu benar atau tidak. Bahkan saat saya berkhotbah di mimbar dan memberikan informasi tertentu, saya yakin jemaat pasti dengan cepat akan mencari kebenaran itu melalui gadget mereka.

Apakah agama sudah menjadi barang dagangan yang 'murahan'? Asal dia mengatakan bahwa dia dari agama lain, lalu menceritakan keburukan agamanya, maka kita percaya dan begitu senangnya. Apakah begitu bahagianya kita saat mendengar keburukan agama lain?

Hati-hati, orang yang lebih suka mendengarkan keburukan agama lain, jika suatu saat dia mendengarkan kebaikan yang ada di agama lain, hati dan pikirannya pasti akan panas sekali. Sama seperti orang-orang yang suka mendengarkan keburukan orang lain, saat dia mendengar orang yang biasa dia dengar keburukannya kini melakukan sesuatu yang sangat baik, pasti dia akan seperti cacing kepanasan. Tidak percaya, tidak rela, tidak mau terima dan akhirnya menciptakan fitnah.

Mana tanganmu? Sini, aku ingin menggenggamnya dan mengatakan, "Jika memang agamamu memiliki keburukan, perbaikilah dengan perilakumu yang baik, jangan ceritakan padaku. Tapi jika agamamu memiliki kebaikan, ceritakanlah padaku, agar kebaikan itu mengubah perilakuku juga."

Nuryanto Gracia

Minggu, 24 Juli 2016

TUHAN, AKU BINGUNG


Tuhan,
Aku bingung, bagaimana cara menghitung berkat-Mu?
Aku pakai semua rumus yang ada, tak kudapati hasilnya.
Aku gunakan semua peralatan hitung yang paling canggih, tetap tak kutemukan hasil akhirnya.
Yang membuatku lebih bingung lagi, bagaimana caraku membalasnya?
Saat aku mau membalas berkat yang lalu, Kau sudah memberikan berkat yang baru.
Inilah yang membuatku tak perlu mencari banyak alasan untuk bersyukur setiap hari.

Nuryanto Gracia

PEMERKOSA DIHUKUM MATI ATAU JANGAN?

PEMERKOSA DIHUKUM MATI ATAU JANGAN?

Tahukah kita, bahwa kekristenan masa kini diperhadapkan pada dua tantangan:
1. Kejahatan yang menimpa diri mereka sendiri.
2. Kejahatan yang menimpa diri orang lain.
Kejahatan yang menimpa orang lain tanpa sadar sudah menjadi tantangan besar bagi kita. Tantangan yang akhirnya membuat kita harus memikirkan kembali apakah kita tetap akan menegakkan hukum kasih atau kembali kepada hukum lex talionis (mata ganti mata, gigi ganti gigi).
Contohnya kisah pemerkosaan sampai meninggal. Banyak umat Kristen yang berseru untuk nyawa ganti nyawa.
Nah di sinilah tantangan kekristenan untuk mengkaji kembali imannya.

SEKEJAM ITUKAH TUHAN?

SEKEJAM ITUKAH TUHAN?

Kasus pemerkosaan masih menjadi pembicaraan hangat. Ada yang menyalahkan pelaku, korban, keluarga korban, bahkan sampai pemerintah. Tetapi ada juga yang tetap bersikap positif. Sayangnya sikap positifnya kurang tepat.
Ada yang berkomentar seperti ini, "Sudahlah, itu sudah rencana Tuhan. Dia diperkosa ramai-ramai sampai meninggal sudah menjadi bagian dari ketentuan Tuhan. Kita mau apa lagi? Diterima saja dengan lapang dada."
Tampaknya sangat positif dan rohani, tapi jujur kalimat itu miris banget. Apa lagi kalo saya sebagai orangtuanya mendengar hal itu. Mungkin sebagai orang tua saya akan berkomentar, "Tuhan kejam banget. Kenapa harus seperti itu anakku meninggal?"
Sebenarnya dalam teologi hal ini masuk dalam teodise. Ada 3 hal yang bisa menjadi penyebab kejahatan:
1. Diri kita yang tidak sempurna sehingga bisa melakukan kejahatan yang bisa menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri. Misal kita suka buang sampah ke depan rumah tetangga, dan beberapa minggu kemudian tetangga tersebut membakar mobil kita. Jika kejahatan terjadi karena sebab pertama ini maka kita perlu memperbaiki diri kita.
2. Dunia yang tidak sempurna sehingga menyebabkan kejahatan timbul. Dunia yang dimaksud bisa berupa sistem hukum, pemerintahan, agama, budaya, komunitas dan alam. Kejahatan yang terjadi dalam sebab kedua ini, mengajak kita untuk menganalisa dan memperbaiki agar ke depan dunia tempat kita hidup menjadi lebih baik. Jangan hanya diterima saja.
3. Rencana Tuhan. Tapi saya sendiri tidak percaya bahwa Tuhan merencanakan kejahatan. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bukan Tuhan yang merencanakan tetapi Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi demi sebuah kebaikan. Seandainya pun ada kejahatan yang masuk dalam sebab ketiga ini, kita tidak bisa diam dan hanya terima saja. Saat Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi demi sebuah kebaikan pasti ada sesuatu yang ingin Dia sampaikan untuk kita pelajari.
Saat sebuah kejahatan terjadi, ada baiknya 3 sebab di atas diperhatikan baik-baik. Jangan langsung menilai bahwa itu adalah rencana Tuhan. Gunakanlah pikiran kita untuk menganalisa kasus. Tuhan memberikan kita otak untuk dipakai, kan? Bukan cuma untuk pelengkap anggota tubuh saja, kan?

STATUS SOSIAL MEDIA

STATUS SOSIAL MEDIA

Di pojok sana, iya di pojok sana. Ada mereka, iya mereka.
Yang sedang membaca status kita sambil mencibir. Mengatakan status kita begini begitu. Biasanya karena mungkin status yang kita tulis tidak sejenis dengan status yang biasa dia tulis.
Mereka yang biasa pasang status kegiatan pribadi, akan mencibir mereka yang biasa membuat status motivasi, "Sok bijak banget sih hidup lu." Yang suka bikin status motivasi mungkin akan membalas, "Woi, ini sosial media bukan diary pribadi. Curhat masalah pribadi kok di status."
Mereka yang biasa upload foto pribadi di sosmed dengan gaya yang keren-keren akan mencibir mereka yang suka upload passionnya di status, misal komik, "Ngomongin komik melulu, emang ga ada cerita yang lain apa?" Yang suka bikin komik mungkin akan membalas, "Woi, lu kira ini album foto pribdi? Upload foto pribadi terus."
Mereka yang biasa upload foto makanan akan mencibir mereka yang biasa upload foto keindahan alam, "Sok jadi anak alam." Mungkin mereka yang biasa upload foto keindahan alam akan membalas, "Ini sosial media, bukan daftar menu."
Yang ga pernah nulis status apa-apa tapi selalu aktif di sosmed akan mencibir mereka yang suka menulis status tentang ketuhanan, "Ngomongin Tuhan melulu, kaya yang paling suci aja hidupnya." Mungkin yang suka menulis status ketuhanan akan membalas, "Woi, ini sosial media. Tempatnya untuk interaksi. Bukan tempat ngintip lalu memuaskan nafsu oral dengan memaki status orang lain yang kamu baca."
Hayo hayo...habis baca status ini kamu mau komentar apa... sebelum komentar coba cek dulu status-status yang sudah kamu buat... 

SAHABAT DAN CINTA (NGACO)

SAHABAT DAN CINTA (NGACO)

Menurut Plato hakikat persahabatan adalah cinta. Mungkin, itulah penyebab saat seseorang yang sudah punya kekasih, ketahuan berjalan dengan cowok/cewek lain, lalu jawabnya "Dia cuma teman kok." Mungkin maksudnya, "Dia cinta baru ku kok." Hahaha
Menurut Franz Schubert, orang yang menemukan sahabat sejati pada sosok seorang istri adalah orang yang sangat berbahagia. Jadi, kalo kamu nembak cewek terus ditolak dengan alasan, "Kita temenan aja yah?" Jangan bersedih, langsung jawab saja, "Dengan senang hati. Semoga saat ini kita berteman, dan saat sudah menikah kita bisa menjadi sahabat." Hahaha
Menurut Konfucius, keheningan itu adalah sahabat sejati yang tak pernah berkhianat. Jadi, kalo kamu ditinggal oleh seluruh sahabatmu, ingatlah, masih ada satu sahabat setia yang menantimu? Siapa itu? Kesepian. ‪#‎Woi‬‪#‎Keheningan‬ ‪#‎Berbeda‬ ‪#‎Dengan‬ ‪#‎Kesepian‬ haha
Menurut Frances Ward Weller, seorang sahabat bisa mengatakan hal yang tak pernah kau ingin katakan. Nah coba sekarang bilang ke sahabatmu, "nikah yuk." Hahaha
Menurut Bernart Meltzer, sahabat sejati adalah seorang yang mengira kau adalah telur yang baik meski ia tahu bahwa kau sedikit retak. Kalo ada yang bilang, "Kamu orang yang baik dengan sedikit kekurangan saja," udah cepet nikahi saja. Haha
Menurut Plutarch, kita tak membutuhkan sahabat yang berubah ketika kita berubah; sahabat yang mengangguk ketika kita mengangguk; jika seperti itu, bayangan kita bisa melakukannya lebih baik. Jadi, kalo kamu ketemu dengan orang yang selalu berbeda pendapat denganmu, maka cepat nikahi dia. Haha
Menurut, Oscar Wilde, sahabat sejati itu adalah orang yang menikammu dari depan. Nah mungkin saat kamu sudah menemukan pasangan hidupmu, sahabat jenis ini akan datang lalu bilang dengan terang-terangan, "Aku ingin menikahi pacarmu." Hahaha

Nuryanto Gracia

SENYUM

SENYUM

Jika senyum dapat menunda hujan turun
Mungkin banyak orang yang akan selalu membawa senyum sebelum hujan.
Jika senyum bisa mengubah banyak hal dalam sekejap seperti sihir, mungkin sekolah senyum, akan dibuka di mana-mana.
Jika senyum bisa mengobati banyak luka, mungkin senyum akan dijadikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Tapi sayangnya, senyum tidaklah seberguna itu. Dia hanyalah bagian dari refleks hati yang bersyukur karena kebaikan ilahi. Jika hidupmu disentuh oleh kebaikan ilahi maka senyum pun akan lahir dengan tulus tanpa memikirkan apa untungnya atau siapa yang melihatnya.

PENGOTOR YANG BERHARGA

PENGOTOR YANG BERHARGA

Di dunia ini, banyak yang mengira bahwa sesuatu yang tidak berharga maka selamanya akan tidak berharga. Sesuatu yang menjijikkan selamanya akan menjijikkan. Benarkah begitu?
Kita pasti tahu, kotoran menjijikkan seperti tai bisa menjadi begitu berharga, misal dibuat menjadi kopi, penghangat tubuh, dan masih banyak yang lainnya. Saya pernah menulisnya, silakan baca dihttp://ketozia.blogspot.co.id/…/…/hiduplah-seperti-tai.html…
Selain tai, emas juga sesungguhnya bukanlah benda yang begitu berharga. Dia adalah pengotor tembaga. Tapi karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, tidak terkena karat, dan jumlahnya yang sangat sedikit, sehingga dengan proses yang tepat, pengotor tersebut menjadi benda yang sangat berharga.
Jika kita merasa diri kita termasuk orang yang kotor dan menjijikkan, mungkin yang kita butuhkan adalah proses yang tepat dan orang yang tepat, yang dapat membantu kita melalui proses tersebut.
Selamat dibentuk menjadi berharga, kamu yang merasa diri menjijikkan 

Salam,

Nuryanto Gracia

GURU KASAR, MURID CENGENG?

GURU KASAR, MURID CENGENG?

Beberapa tahun lalu, di sosial media gencar sekali para netizen membagikan tulisan atau gambar yang mengkritisi sistem pendidikan masa itu, khususnya cara mengajar guru. Seakan-akan mereka paling tahu apa artinya mendidik. Waktu itu saya masih menjadi guru, dan hanya tersenyum-senyum saja membacanya. Tapi di antara kritik itu banyak yang cerdas dan membangun. Misalnya cara guru yang mendoktrinasi ajaran kepada para murid, seakan murid adalah gelas kosong yang perlu diisi.
Sekarang, setidaknya dalam beberapa minggu ini, netizen ramai mengkritisi murid dan orangtua yang katanya cengeng. Baru dicubit langsung lapor. Lalu mulailah pada bernostalgia pada sistem pendidikan pada zamannya, "Dulu saya ditampar guru biasa aja, ga ngadu. Lihatlah, sekarang anak-anak zaman saya menjadi anak yang tangguh."
Sungguhkah? Kok saya malah jadi seperti mendengar para senior yang suka ngospek dengan kekerasan. Lalu saat dilarang ospek menggunakan kekerasan, mereka mengatakan, "Anak zaman sekarang mah cengeng. Baru dimaki-maki udah lapor. Baru disuruh pakai pakaian gila sedikit, udah bilang merendahkan martabat manusia. Waktu zaman kami dulu, kami diinjak dan dipukul. Lihat sekarang, kami jadi tangguh kan?"
Proses pendidikan sudah bergerak maju. Jika dahulu menggunakan sistem "Stick or Carrot" maka sekarang tidak lagi. Stick or carrot membuat naradidik tidak ada bedanya dengan hewan sirkus (seperti disindir dalam film 3 idiots). Stick or carrot maksudnya adalah, jika nurut atau berprestasi akan dapat carrot (hadiah) tapi kalo tidak maka akan mendapatkan stick (hukuman).
Guru adalah manusia yang memang bisa marah bahkan sangat marah. Cara termudah menjadi guru adalah dengan memakai sistem stick or carrot. Kalo ada murid yang bandel dengan mudah langsung hukum. Kalo ada murid yang ga mau mendengar pelajaran, langsung jewer, kalo perlu tarik jambangnya ke atas (seperti yang pernah saya alami semasa sekolah).
Cara tersebut lebih mudah dalam mengendalikan murid, tapi bukan cara efektif membuat murid tertarik belajar. Cara tersebut lebih mudah dalam membuat murid takut, tapi bukan cara efektif membuat murid hormat dengan guru. Sistem pendidikan sekarang mengajak guru untuk mendidik semenarik mungkin agar murid mau belajar bukan karena takut tetapi karena memang tertarik dengan pelajarannya.
Susah? Iya. Waktu saya menjadi guru, memang rasanya lebih mudah jika mendidik dengan sistem stick or carrot. Tapi masa kita mau mundur lagi?
Ini bukan soal murid atau orangtua yang cengeng, tapi soal bagaimana membuat pendidikan menjadi menyenangkan dan efektif.
Jangan buat sekolah menjadi tempat yang menakutkan, baik untuk murid mau pun guru. Mari buat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan, karena belajar itu menyenangkan.

Salam,

Nuryanto Gracia

BERSELISIH DAN SEPENDAPAT

BERSELISIH DAN SEPENDAPAT

Kita bisa berselisih paham dalam beberapa hal.
Tapi ada saatnya juga kita akan sependapat dalam beberapa hal.
Oleh karena itu, janganlah perselihan satu hal menghancurkan relasi kita. Janganlah juga persamaan pendapat, membuat kita mengucilkan mereka yang berbeda pendapat dengan kita karena suatu saat kita pun ada kemungkinan akan berbeda pendapat dengan mereka yang sependapat dengan kita saat ini.

Nuryanto Gracia

JAWABAN TIDAK DARI TUHAN

JAWABAN TIDAK DARI TUHAN

Baik telinga maupun pikiran kita, seringkali lebih banyak dipersiapkan dengan khotbah dan kisah-kisah manis tentang Tuhan yang menjawab "YA" terhadap doa umat-Nya. Sehingga saat Tuhan menjawab "TIDAK" terhadap doa kita, kita akan mengalami goncangan luar biasa besar.
Padahal jawaban YA dan TIDAK adalah sebuah realita hidup yang perlu dipersiapkan secara seimbang. Mari belajar mempersiapkan diri untuk mendapatkan jawaban TIDAK dari Tuhan dan tetap percaya bahwa ada kebaikan dalam kata TIDAK yang Tuhan beri.

SORGA DAN NERAKA

SORGA DAN NERAKA

Dalam Alkitab (LAI, TB) , kata neraka hanya ada 13, sedangkan kata Sorga ada 247. Pembicaraan tentang Sorga jauh lebih banyak daripada neraka. Itu artinya, Sorga jauh lebih penting dibicarakan daripada neraka.
Jadi, sebenernya Alkitab bukan sesuatu yang tepat untuk dijadikan alat menakut-nakuti umat Kristen atau umat agama lain jika mereka tidak hidup seturut firman Tuhan. Alkitab justru ingin menawarkan kehidupan yang penuh kebaikan di mana Bumi sama seperti di Sorga.
"Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga."

TERNYATA PENDETA JUGA SUKA GOSIP

TERNYATA PENDETA JUGA SUKA GOSIP
"Kak, kenapa ga pernah ikut konven (pertemuan) pendeta?" Tanya saya (beberapa tahun lalu) kepada seorang rekan pendeta, yang tidak pernah mau ikut konven pendeta.
"Males, isinya gosip semua," jawabnya.
Waktu mendengar itu, saya sempat tidak percaya. Masa sih? Setahu saya, konven pendeta itu tujuannya untuk saling mengenal, akrab dan memupuk kerja sama. Tapi ya sudah, saya simpan rasa penasaran tersebut.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun ini, ada pelatihan untuk warga jemaat dan pendeta. Banyak pendeta berkumpul di dalam acara tersebut. Kali ini, saya mendengar kembali celetukan pedas tentang pendeta, yang beberapa tahun lalu sudah pernah saya dengar.
"Pendeta ternyata suka gosip juga yah? Ngomongin si A begini, Si B begitu. Istri si A begini, istri si B begitu. Saya kira pendeta ga suka gosip. Ternyata sama aja. Saya mau lihat, apa hasil pelatihan yang didapat jika pelatihan diisinya cuma buat gosip," celetuk seorang anggota jemaat.
Kali ini yang bilang pendeta tukang gosip, bukan lagi sesama pendeta tetapi anggota jemaat. Cukup menyedihkan memang. Mulut yang seharusnya menyampaikan kisah baik, justru jadi menyampaikan kisah buruk. Dan itu jadi batu sandungan bagi yang mendengarkan. Atau apakah wajar karena pendeta juga adalah manusia, jadi suka gosip juga?
Wahai rekan-rekan pendetaku yang terkasih dan terhormat, cukup menyenangkan kah membicarakan keburukan orang lain? Saya tidak ingin menghakimi, karena saya bukan Tuhan. Saya hanya ingin mengingatkan, semoga rekan-rekan membaca status ini. Membicarakan keburukan orang lain atau rekan sesama pendeta, mungkin menyenangkan bagi kalian tapi tidak menyenangkan bagi yang mendengarkan. Apalagi sampai tersebar ke mana-mana.
Atau apakah perkataan baik yang keluar dari mulut rekan-rekan hanya khusus keluar di mimbar sedangkan di luar itu berbeda?

Bagaimana memahami kitab suci umat Kristen?

Bagaimana memahami kitab suci umat Kristen?

Tulisan ini saya buat untuk:
1. Mereka dari agama lain yang bertanya dengan tulus karena ingin tahu tentang Alkitab, tapi bukan berarti mereka mau pindah agama. Apakah semua yang ingin tahu sama artinya ingin menjadi?
2. Mereka yang beragama Kristen tapi belum tahu bagaimana memahami kitab suci mereka. Termasuk juga mungkin saya di dalamnya, karena itu tulisan ini saya anggap sebagai pengingat pribadi untuk diri sendiri.
3. Mereka yang beragama lain tapi suka mengutip beberapa bagian Alkitab secara serampangan lalu dibuat untuk menyerang atau bahasa halusnya ‘mengingatkan’ umat Kristen bahwa ajaran mereka salah. Tulisan ini bukan untuk membuat mereka bertobat tetapi agar mereka dapat perbendaharaan baru untuk menyerang umat Kristen. Lah masa udah berpuluh-puluh tahun, setiap ngomongin Alkitab selalu argumen yang dipakai adalah kitab suci umat kristen sudah direvisi dan dipalsukan. Selain itu hal yang sering terjadi adalah penulis kitab suci seakan hanya ada dua yaitu Paulus dan Yesus sehingga selalu bilangnya “Itu ajaran Paulus (salah) dan itu ajaran Yesus (benar). Nah, perhatikan tulisan ini, kamu akan dapat banyak masukkan baru untuk menjatuhkan umat Kristen, ayo baca sampai selesai.

Sebelum saya menulis lebih jauh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Tulisan ini akan sangatttt panjang. Jika tidak berminat, jangan dilanjutkan membaca dan jangan lanjutkan juga kebodohanmu untuk menyebarkan ayat-ayat kitab suci agama lain yang kau ambil sepotong-sepotong. Kenapa saya bilang bodoh? Lah baca tulisan ini aja malas bagaimana baca kitab suci kami yang terdiri dari 31.171 ayat (LAI, TB). Lalu kalian sudah bangga dan merasa benar dengan hanya mengutip seratus ayat dari kitab suci kami?
2. Penulis dalam Alkitab bukan hanya ada dua orang tapi ratusan. Dan mungkin kamu akan sedikit kecewa dengan fakta ini tapi Yesus tidak pernah menulis Injil karena Injil adalah diri-Nya sendiri. Kita akan bahas tentang penulis Alkitab lebih jauh di dalam tulisan ini.
3. Tulisan ini akan bercabang ke link-link yang akan saya kasih. Jadi tulisan dalam link itu pun harus dibaca karena saya tidak mau menulis ulang dalam tulisan ini. Males? Kembali ke nomor 1.
Oke mari kita mulai pembahasannya, siapkan cemilan.
Pada abad 12-15, beredar anggapan bahwa semua sejarah dan cerita yang ada di dalam Alkitab tidak mengandung kesalahan sama sekali. Hal tersebut terjadi karena gereja menguasai seluruh kegiatan pendidikan. Tetapi ketika ilmu pengetahuan dan teknologi mulai berkembang dan maju, muncullah berbagai keraguan terhadap pendapat tersebut. Percayalah, bukan hanya di dalam kekristenan terjadi hal ini, tetapi juga di seluruh agama. Khususnya mereka yang mempelajari kitab suci dalam kaidah akademis. 

Pada akhir abad 18, mulai muncul sebuah prinsip, dalam hal apapun juga tidak hanya agama, yaitu segala sesuatu harus dimulai dengan keraguan, menuju kepemupukan pengetahuan berdasarkan dasar-dasar yang kokoh. Maka sejak itulah, muncul metode-metode kritis dalam menyelidiki dan memahami Alkitab.
Studi kritis tersebut membuat kami memahami bahwa Alkitab tidak pernah turun dari langit atau ayat-ayatnya didikte oleh suara Tuhan atau tangan penulisnya dipegangin sama Tuhan sehingga setiap huruf sampai tanda bacanya sama persis seperti apa yang Tuhan mau. Tuhan kami, sangat menghargai kemanusiaan sehingga Dia tidak menjadikan manusia sebagai robot. Setiap penulis kitab di dalam Alkitab menulis dalam segala keterbatasannya untuk memahami Tuhan dan menyaksikan kasih Tuhan kepada para pembaca yang hendak dituju oleh tulisannya. 

Alkitab juga tidak dipahami sebagai buku yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Alkitab juga tidak boleh diberhalakan. Mereka yang memberhalakan Alkitab biasa disebut bibliolatry.
Begini kira-kira proses pembentukkan Alkitab hingga akhirnya jadi seperti sekarang:
1. Tradisi oral. Kisah-kisah tentang kebaikan Tuhan dan perjalanan bangsa Israel ataupun perjalanan Yesus diceritakan dari mulut ke mulut. Cerita itu diingat dari generasi ke generasi hingga suatu waktu mereka merasa perlu untuk menuliskan kisah tersebut agar tidak terlupakan dan karena ada kebutuhan khusus juga untuk menuliskan kisah tersebut lalu mengirimkannya kepada pembaca.
2. Proses penulisan. Ada 66 kitab di dalam Alkitab dan setiap kitab ditulis oleh penulis yang berbeda bahkan ada kitab yang ditulis oleh beberapa penulis yang berbeda. Jadi, Alkitab tidak hanya ditulis oleh 2 orang, Paulus dan Yesus. Yesus tidak pernah menulis satu kitab pun dalam Alkitab. Apakah itu artinya ada yang membuang tulisan Yesus yang asli? Oke, jika benar ada tulisan Yesus yang asli maka silakan temukanlah, dan itu artinya tulisan tersebut harus ditulis sekitar tahun 30an Masehi. Bagaimana cara mengetahuinya? Dengan uji carbon 14. Tapi jika kamu punya kitab injil, yang kamu anggap kitab Injil yang asli tapi ternyata malah ditulis pada abad ke-2 Masehi, maka mari lanjutkan membaca tulisan ini. 
Setiap tulisan ditulis dalam konteks tertentu, dan sesuai dengan kebutuhan pada zamannya sehingga cara membacanya pun tidak bisa disamakan seperti membaca tulisan yang ditulis pada masa kini. Tulisan-tulisan dalam Alkitab ditulis dengan berbagai macam gaya bahasa, ada puisi, cerita, perumpamaan, apokaliptik dan lain sebagainya. Sehingga untuk memahami ayat-ayat dalam Alkitab perlu beberapa pendekatan, tidak bisa hanya dengan satu pendekatan. Misalnya tentang 1 hari di hadapan Tuhan sama dengan 1000 tahun. Saya pernah menulis pembahasannya di sini, silakan dibaca http://ketozia.blogspot.co.id/search?q=1000%5C.
3. Proses penyuntingan. Nah, jangan-jangan proses inilah yang teman-teman sebut sebagai proses revisi, amandemen dan pemalsuan Alkitab. Jadi perhatikan baik-baik bagian ini. Kitab-kitab yang sudah ditulis dan dikirimkan kepada pembacanya, pada bagian ini dikumpulkan kembali lalu dilakukan proses penyuntingan. Apa yang terjadi dengan proses penyuntingan? Beberapa tulisan dari berbagai sumber dikumpulkan untuk disusun menjadi sebuah kitab baru, misalnya kitab Kejadian dan Yesaya. Apa lagi yang terjadi dalam proses penyuntingan? Penyalinan tulisan huruf demi huruf dengan tulisan tangan. Apakah ada kemungkinan terjadi kesalahan penyalinan, ya mungkin saja. Tidak mungkin juga disaling secara digital karena huruf cetak baru ditemukan pada abad 15 Masehi. Oleh karena itu, dalam kekristenan ada studi kritis tentang hal ini. Jadi sebelum kamu bilang, “Ada tulisan yang diubah, direvisi dan diganti” kami sudah mempelajarinya terlebih dahulu. Tapi itu bukan berarti revisi ini dilakukan berkali-kali apalagi setiap tahun, bagian itu mungkin ada di poin berikutnya. Proses penyuntingan dilakukan oleh ahli kitab kuno. Pada saat itu jelas belum ada pendeta ataupun pastor. Jadi jika ada yang bilang Alkitab direvisi oleh para pendeta, mungkin kamu perlu membaca sejarah kapan jabatan pendeta baru muncul. Tujuan penyuntingan adalah menyusun sebuah kitab untuk dijadikan pegangan pengajaran bagi umat yang sedang dalam masalah tertentu. Setiap kitab yang ditulis dan disusun mempunyai konteks pembaca masing-masing.
4. Kanonisasi. Setelah proses penyuntingan selesai, kitab beredar di kalangan umat untuk dijadikan pengajaran. Tidak semua yang ada di dalam Alkitab bentuknya kitab, ada juga yang bentuknya surat-surat, khususnya di bagian Perjanjian Baru. Kitab-kitab yang beredar ada banyak sekali. Oleh karena itu, perlu adanya tolak ukur, kitab mana yang mau dijadikan pegangan iman bersama, maka dilakukanlah kanonisasi. Silakan baca tengang proses kanonisasi di sini http://ketozia.blogspot.co.id/…/proses-terbentuknya-alkitab…. Di dalam link tersebut dituliskan beberapa syarat mengenai kitab yang dinyatakan layak untuk dimasukkan dalam Alkitab. Mengapa ada Injil-Injil dan kitab-kitab lain yang tidak dimasukkan di dalam Alkitab? Silakan baca di dalam link tersebut.
5. Proses penerjemahan. Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani Koine. Tidak semua orang bisa ketiga bahasa tersebut. Oleh karena itu butuh penerjemahan. Bahkan umat Israel yang dikirimkan kitab tersebut pada masa Perjanjian Lama saja tidak bisa membaca kitab yang berbahasa Ibrani karena mereka sudah terbiasa bahasa Aram, itulah kenapa dalam Nehemia Pasal 8 kita akan mendapatkan proses penerjamahan Alkitab secara lisan oleh Nehemia.
Penerjemahan itu penting karena setiap negara dan masa memiliki bahasanya sendiri yang terbatas untuk mengungkapkan sesuatu. Misal di Indonesia ada nasi, menir, dan beras tapi di Inggris cuma ada kata Rice. Nah mungkin, inilah yang dimaksud oleh beberapa orang sebagai Alkitab direvisi dan diganti-ganti. Terjemahan jelas perlu terus direvisi sesuai perkembangan bahasa. Lah, bahasa Indonesianya saja terus berkembang masa terjemahan masih terus mengikuti terjemah tahun 50an.
Nah begitulah kira-kira 5 proses singkat yang terjadi sampai akhirnya Alkitab menjadi seperti sekarang. Sebenarnya ada banyak proses lainnya, tapi nanti baca-baca sendiri saja.
Setelah mengetahui 5 proses di atas, maka kita juga perlu tahu bahwa untuk membaca Alkitab tidak bisa hanya dengan mengutip lalu mengatakan “Inilah maksud sebenarnya.” Perlu proses hermeneutik (penafsiran). Tapi saya tidak akan jelaskan di sini. Saya kasih beberapa bahan bacaan saja untuk dicari dan dibaca yah. Di toko buku BPK Gunung Mulia, Kwitang, buku-buku ini (mungkin) masih bisa didapatkan. Nanti saya tulis judul-judul bukunya di akhir.

Lalu bagaimana Kekristenan memahami Alkitabnya:
1. Alkitab tidak pernah turun dari langit. Alkitab ditulis dan disusun, melalui 5 proses yang disebutkan di atas, oleh manusia dengan hikmat dan bimbingan Tuhan yang tentunya tidak secara mekanis.
2. Jelas bahwa Alkitab terbatas dan tidak cukup menampung Allah yang terlampau besar. Tapi, Alkitab cukup untuk dijadikan dasar iman untuk mengenal kehendak Tuhan.
3. Walaupun ditulis oleh manusia, Alkitab tetap firman Allah karena kesaksian tentang kebaikan Tuhan kepada manusialah yang diceritakan dalam setiap tulisan di dalam Alkitab. Kehendak Tuhan juga senantiasa disampaikan dalam setiap tulisan-tulisan yang ada.
4. Ada yang diskontinyu (perintah yang tidak lagi dijalankan saat ini) dan ada yang kontinyu (perintah yang berlanjut dan tetap dijalankan sampai saat ini) di dalam Alkitab, silakan baca tulisan saya di sinihttp://ketozia.blogspot.co.id/…/kamen-rider-dan-alkitab.html

Demikian yang bisa saya sampaikan. Tapi tulisan ini bukanlah pemikiran seluruh umat Kristen. Bisa saja berbeda. Anggap saja ini pendapat pribadi saya sebagai umat Kristen yang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk belajar teologi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta.
Berikut ini beberapa buku yang bisa dijadikan bahan bacaan lebih lanjut:
1. Di Sini Kutemukan. Disusun oleh Prof. S. Wismoady Wahono. Diterbikan oleh BPK Gunung Mulia
2. Pedoman Penafsiran Alkitab. John H. Hayes dan Carl R. Holladay. Diterbikan oleh BPK Gunung Mulia
3. Alkitab Berbahaya. Nuryanto Gracia. Diterbitkan oleh Penerbit Kosong. Kalo yang ini, pesang langsung sama saya.

DOA YANG BERBEDA

DOA YANG BERBEDA

"Oma udah didoain sama papi tadi. Papi sama doanya kaya oma yah," kata anak saya kepada omanya setelah saya selesai berdoa sebelum pergi ke gereja.

"Beda dong. Oma doanya pake ngusir setan, kalo papi ga ngusir setan, kata omanya sedikit ketus.

"Tuh, Pi. Diomelin sama oma. Papi sih doanya ga ngusir setan juga," kata anak saya seakan menyalahkan saya yang berdoa tanpa mengusir setan.

Saya dan mertua saya (oma) sama-sama kristen, sama-sama berdoa kepada Tuhan yang sama, dan sama-sama menggunakan kitab suci yang sama. Tapi, tetap sesungguhnya kami tidaklah sama. Kami berbeda aliran gereja. Saya protestan dan oma pentakosta.

Saya berdoa tanpa harus mengusir setan tapi oma dalam setiap doanya, apapun doanya pasti ada setan yang diusir. Doa makan saja ada setan yang diusir. Tapi kami menghargai perbedaan ini.

Perbedaan tidak selalu tentang agama yang berbeda.
Tuhan dan kitab suci yang sama saja tidak membuat kami menjadi sama. Perbedaan tetap ada bahkan di tempat yang sama.

Bagi saya, biarlah kita tetap berbeda tanpa harus memaksanya menjadi sama. Apa pun agamamu, siapa pun Tuhanmu, bagaimana pun cara berdoamu, mari kita saling menghargai dan bekerjasama demi dunia yang lebih baik.

Kamu tidak bisa menerima perbedaan? Lah, orang yang sekamar denganmu saja tidaklah sama sepertimu.

ETIKA BERKUNJUNG KE RUMAH SAKIT

ETIKA BERKUNJUNG KE RUMAH SAKIT

Saat ada rekan sakit dan dirawat di rumah sakit, hal-hal di bawah ini penting diperhatikan (tidak harus dituruti jika tak sependapat):

1. Pada dasarnya mereka yang sedang dirawat pastilah sedang sakit dan butuh istirahat. Menjenguk memang baik, tapi perlu diperhatikan juga apakah sudah banyak yang menjenguknya atau tidak. Itulah kenapa saya termasuk orang yang tidak pernah datang menjenguk di hari pertama rekan dirawat di RS. Hari pertama akan menjadi hari paling banyak pasien dikunjungi. Bahkan saya lebih sering berkunjung saat pasien sudah di rumah.

2. Sekali lagi, pasien butuh istirahat. Jika ingin berkunjung, sebisa mungkin tidak terlalu lama. Karena mereka butuh istirahat. Bisa bayangkan jika satu kunjungan menghabiskan waktu 1 jam dan dalam 1 hari bisa ada 10 kunjungan, apa yang akan terjadi dengan pasien?


3. Saat membawa makanan untuk menjenguk, ingatlah bahwa yang butuh dibawakan makanan bukan hanya pasien tapi juga keluarga yang menjaga. Bahkan pasien tidak bisa sembarangan makan. Jadi lebih baik bawa makanan untuk keluarga yang mungkin tidak sempat membeli makanan.


4. Jauhilah sikap menghakimi mereka yang sakit dengan mengatakan, "Mungkin ini teguran dari Tuhan. Mungkin kecelakaan ini terjadi karena kamu berdosa. Cepet mohon ampun sama Tuhan."

5. Sebisa mungkin jangan ikut campur dalam proses pengobatan pasien dengan merekomendasikan obat-obatan lain di luar dari yang diberikan dokter. Sungguh, hal ini bisa sangat membahayakan. Apalagi jika pasien percaya dengan usul kita dan meminum obat yang kita usulkan bersamaan dengan obat yang dokter beri.


Salam,

Nuryanto Gracia

TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN

TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN

"Pi, mobil itu Tuhan yang buat kan yah?" tanya anak saya, Zia, sepulang dia dari sekolah.

"Bukan. Tuhan tidak membuat mobil," jawab saya.

"Tuhan tau pi yang bikin," anak saya ngotot.

"Bukan, Tuhan ga pernah bikin mobil. Kamu kata siapa Tuhan yang bikin mobil?" tanya saya.

"Kata kaka sekolah minggu, Tuhan yang menciptakan dunia dan segala isinya. Kan mobil ada di dalam dunia, jadi mobil juga Tuhan yang ciptakan dong, Pi." Zia mencoba menjelaskan.

Betul juga sih logikanya, dan di sinilah saya mulai puyeng. Bagaimana menjelaskan secara sederhana kepada anak kelas 1 SD. Hahaha.

Untuk guru-guru sekolah Minggu atau pendeta yang berkhotbah kepada anak-anak mungkin bisa juga dalam khotbahnya nanti sedikit menjelaskan tentang apa yang diciptakan oleh Tuhan dan apa yang diciptakan oleh manusia. Jangan semuanya dibabat habis bahwa Tuhanlah yang menciptakan semua yang ada di dunia. Apakah manusia tidak boleh punya peran dalam menciptakan sesuatu bagi dunia?

"Yang dimaksud dengan segala isinya itu adalah tumbuhan, hewan, batu-batuan, sungai, langit, dan semua yang tidak bisa dibuat oleh manusia. Sedangkan mobil bisa dibuat oleh manusia. Sepeda bisa dibuat oleh manusia. Rumah bisa dibuat oleh manusia. Baju bisa dibuat oleh manusia. Dan masih banyak lagi yang dibuat oleh manusia," jawab saya kepada anak saya.

"Berarti Tuhan ga bisa buat mobil yah, Pi?" tanya zia masih penasaran.

"Bisa saja jika Tuhan mau. Tapi tidak semua hal di bumi harus Tuhan yang buat," jawab saya.

"Loh, kenapa begitu, Pi?" Zia semakin penasaran. Mungkin hal ini tidak didapatkannya di sekolah Minggu.

"Karena Tuhan sudah menciptakan kita. Dia ingin, manusia juga melakukan sesuatu untuk dunia ini. Suatu saat, jika Zia sudah besar, mungkin Zia bisa ikut menyumbang sesuatu hasil karya Zia untuk dunia ini," semoga dia puas dengan jawaban ini. Haha

"Loh, kok nanti. Memangnya sekarang belum boleh melakukan sesuatu untuk dunia? Aku mau ikut bantuin Tuhan, Pi," tanya zia, yang membuat saya terdiam. Terdiam karena selama ini kebanyakan dari kita memang merasa bahwa anak kecil baru bisa berperan bagi dunia saat sudah besar. Padahal mereka sudah bisa berperan bagi dunia, sejak sekarang.

"Oh iya, bisa kok. Bisa dimulai dengan membuang sampah sisa makanan kamu itu tuh, pada tempatnya yah," jawab saya sambil menunjuk ke sampah yang dia buang sembarangan.

Rabu, 11 Mei 2016

IBADAH ADALAH UNDANGAN

IBADAH ADALAH UNDANGAN

Hari ini khotbah di salah satu GKI. PLnya (biasa disebut MC) adalah teman lama. Saat berjumpa dia mengatakan, Dari dulu segitu-gitu aja kak. Ga tua, tua."

Hem...iya juga yah? Jangan-jangan saya dari suku Saiya? Haha.

Udah ah itu intermezo. Ada yang lebih menarik dari yang saya tulis di atas.

Saat PLnya melihat umat yang hadir sedikit, dia mengatakan "Hari ini sepertinya yang datang tidak terlalu banyak karena banyak teman-teman kita yang sedang berlibur keluar kota. Bahkan di path, IG dan FB kita bisa lihat foto-foto mereka."

Apa yang menarik? Yang menarik adalah PL tidak menghakimi mereka yang lebih memilih jalan-jalan daripada ke gereja. Biasanya kan banyak tuh orang-orang yang langsung menghakimi orang yang ga ke gereja karena lebih memilih jalan-jalan, "Wah ga bersyukur nih udah dikasih hidup. Bukannya ke gereja malah jalan-jalan. Kalo Tuhan sentil pas lagi jalan-jalan bagaimana?"

Bukan hanya menghakimi tapi juga menakut-nakuti seperti nanti Tuhan sentil, nanti kenapa-kenapa di jalan dan lain sebagainya yang menyeramkan. Mungkin tujuannya baik untuk mengingatkan tapi ibadah seharusnya bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan apalagi dicekoki dengan hal-hal yang menakutkan.
 Ibadah adalah sebuah undangan untuk merayakan sesuatu. Yang namanya undangan, boleh datang atau boleh juga tidak. Dan yang namanya perayaan seharusnya juga dibuat semenarik mungkin. Menarik bukan berarti harus glamour atau serba mahal.

Jadi jika banyak umat yang tidak mau datang beribadah maka yang harus dilakukan adalah mengoreksi diri dan bukan menghakimi. Apakah ibadah yang dibuat sudah dikemas dengan menarik? Apakah ibadah yang dibuat selama ini sudah menjawab kebutuhan umat?

Salam,

Nuryanto Gracia, S.Si (teol)

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar