Senin, 16 Oktober 2017

PASSION YANG DIREMEHKAN

PASSION YANG DIREMEHKAN

Mungkin saat ini kalian sedang menekuni passion atau profesi yang sering dianggap remeh bahkan dihina oleh orang lain, nah coba bayangkan bidang-bidang yang saya tekuni ini.

1. Teologi dan filsafat: Cuma pinter ngoceh
2. Komik: Buat biaya makan aja susah, apalagi buat beli mobil
3. Cosplay: Apaan nih ga jelas, cuma niru doang apa kerennya. Udah gede kaya anak-anak aja.
4. Sulap: Cuma bisa nipu orang

Nah, jika kalian baru punya satu passion yang dianggap remeh bahkan dihina, saya punya 4 passion yang bisa dihina. Tapi saya tetap menjalaninya dengan penuh kebahagiaan. Kenapa?

Karena....

Loh kalian masih mau didikte alasan untuk dapat menikmati hidup?

Hidupmu bukanlah hidup orang lain, jadi kamu sendirilah yang harus menemukan alasan kenapa hidupmu harus dinikmati. Jangan biarkan orang lain yang menyetir alasanmu untuk dapat menikmati hidup.

Jumat, 06 Oktober 2017

DEATHLINE DAN TANGGUNGJAWAB

DEATHLINE DAN TANGGUNGJAWAB

Sebagai kreator (komik, buku, kostum cosplay dan produk lainnya) kita pasti berhubungan dengan konsumen dan deathline. Deathline biasanya ada 3 tipe:
1. Deathline yang diberikan oleh kreator (kita sebagai sang pembuat atau produsen) kepada pembeli. Biasanya diawal transaksi, kreator menyebutkan tenggat waktu. Misal, “Produk Anda akan selesai dalam waktu 1 bulan.”
2. Deathline yang diberikan oleh konsumen. Biasanya konsumen akan menentukan waktu pesanannya harus selesai. Misal, “Tolong pesanan saya selesai sebelum tanggal 16 Oktober yah, mau dipakai untuk lomba pura-pura bahagia, soalnya.”
3. Deathline yang terjadi atas hasil kesepakatan bersama. Biasanya terjadi atas hasil tawar menawar. Misal kreator menawarkan Deathline 4 bulan, konsumen maunya 2 bulan. Dan akhirnya ketemu jalan tengah yaitu 3 bulan.
Dari ketiga tipe deathline tersebut, kita sebagai kreator, kudu/harus banget taat pada deathline.
Tapi banyak dari antara kita yang berusaha untuk lalai dengan deathline menggunakan beberapa alasan:
1. Alasan sakit. “Kreator kan juga manusia, bisa sakit, jadi konsumen jangan bawel lah.”  Yang namanya kerja, pasti ada sakitnya. Kita sakit, jelas bukan salah konsumen kita, bukan juga salah kita, walau memang bisa juga karena salah kita yang kurang menjaga pola hidup. Dalam kerja, ada banyak resiko tak terduga. Saat resiko tak terduga itu datang, coba sikapi dengan baik. Tidak menyalahkan konsumen, melainkan komunikasikan kepada konsumen dengan baik. Silakan bicarakan tentang tambahan waktu (second deathline) yang bisa disepakati. Tapi tambahan waktu itu benar-benar harus ditaati. Jangan sampai nanti pas sampai di second deathline, kita cari alasan lagi dan menyalahkan konsumen karena tidak sabar. Dan kira-kira juga kalo ngasih second deathline, masa second deathline udah kaya deathline awal. Misal deathline awal 3 bulan, eh second deathlinenya minta 3 bulan juga. Jadi ketahuan dong selama ini belum bikin apa-apa?
2. Alasan banyak kerjaan/pesanan. “Yah ngerti dong, kan maker juga kerjaannya banyak.” Saat membuat/menyepakati deathline, seharusnya sebagai kreator, kita sudah memperhitungkan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan sejumlah pekerjaan lain yang sedang dan akan kita kerjakan. Di sini manajemen waktu sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, jika dari awal tidak sanggup dengan deathline yang ditawarkan konsumen, coba tawarkan deathline lain yang dirasa mampu kita selesaikan. Jika memang sudah tidak mampu mengambil job lagi, beranilah untuk mengatakan, “Stop”. Jangan semuanya diambil tapi ga sanggup menepati kesepakatan.
3. Alasan bayaran yang diberikan murah. “Yah kalo mau cepat, bayar yang lebih mahal dong.” Deathline seharusnya adalah kesepakatan antar dua pihak. Kesepakatan ini jelaslah melibatkan harga juga. Jika memang harga yang dibayar konsumen murah, maka berikanlah deathline yang jauh lebih lama daripada mereka yang mau membayar mahal. Jangan alasan ini dikemukan justru pada saat deathline tiba. Ingat, deathline tandanya kita sepakat mengerjakan. Apalagi sampai bilang, “maaf saya kerjakan punya dia dulu soalnya dia bayarnya lebih mahal.” Lah, kita selalu mengkritik mereka yang punya uang dan bertindak seeanaknya, tapi kita sendiri mempelakukan orang yang berani bayar mahal dengan seenaknya. Kita mengganti urutan antrian kita, hanya karena ada yang bayar lebih mahal. Jika memang mau mengambil yang lebih mahal, maka diawal sampaikan kepada konsumen kita, “Jika nanti ada yang berani bayar lebih mahal, mohon maaf pesanan Anda saya mundurkan prioritas pengerjaannya yah.” Jika konsumen tidak keberatan dengan hal itu, yah tidak masalah. Itu namanya kesepakatan.

Deathline adalah kesepakatan yang harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab. Kualitas kita sebagai kreator tidak hanya ditentukan dari produk yang kita hasilkan, tetapi juga dari bagaimana kita berkomitmen terhadap kesepakatan yang sudah kita buat kepada konsumen.

Semoga tulisan ini bisa kita jadikan sebagai alat mengoreksi dan memperbaiki diri. Tulisan ini juga berlaku untuk saya sebagai kreator.

Salam kreatif.

TUHAN UMAT KRISTEN ADA BANYAK

TUHAN UMAT KRISTEN ADA BANYAK

Timeline FB saya beberapa hari ini penuh dengan teman-teman yang membagikan video dari seseorang yang mengatakan bahwa agama Kristen Tuhannya lebih dari 1. Tidak hanya video tersebut yang dibagikan, tapi juga bantahan dari orang kristen dan hindu yang merasa bahwa Tuhan mereka tidak banyak melainkan satu.

Saya juga mau nyangkal ah. Tuhannya orang Kristen itu bukan 3, tapi banyak. Tuhan kami dapat berupa orang yang lapar dan haus di pinggir jalan, Dia juga bisa berupa orang asing yang tak punya tempat berteduh, orang telanjang yang tak bisa beli baju, orang sakit yang tak ada mau melawat, atau orang-orang yang dipenjara.

Ada berapa banyak orang lapar, haus, asing, telanjang, sakit dan dipenjara? Ada banyakkkkkkk.

Jadi Tuhan kami ada banyakkkkkkkkk.

Jadi kami tidak sesuai pancasila dong?

Pancasila menyebut ESA bukan EKA. Semoga kamu tahu apa bedanya.

Dan lagi, dalam beragama Tuhan seharusnya dicari dan dialami, bukan dihitung.

Matius 25:35-40 (TB)  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sabtu, 30 September 2017

SEMESTA DAN AGAMA

SEMESTA DAN AGAMA

Semesta saat ini diperkirakan terdiri dari 170 milyar galaksi, salah satunya adalah bima sakti. Galaksi bima sakti sendiri merupakan galaksi yang terkecil, terdiri dari 400 milyar bintang , salah satunya adalah matahari. Itu artinya ada 400milyar susunan tata surya yang mirip dengan kita di galaksi bima sakti ini. Itu hanya di bima sakti, kalo di seluruh semesta, wah saya ga punya kalkulator yang mampu untuk mengalikannya.

Bumi kita, hanyalah butiran inti atom (bukan debu, karena debu masih lebih besar dari inti atom) di semesta ini. Apabila bumi hancur, mungkin tidak terlalu berpengaruh kepada alam semesta. Tapi anehnya, kita masih saja ribut soal agama. Seakan-akan jika semua orang tidak seagama dengan kita, alam semesta akan hancur.

Nikmatilah hidup dengan agama yang kita punya atau tidak kita punya. Bekerjasamalah dengan mereka yang beragama lain atau yang tidak beragama. Dengan melakukan hal itu, mungkin kita bisa lebih menikmati hidup di bumi yang kecil ini.

Rabu, 27 September 2017

DEKAT TAPI TERASA JAUH

DEKAT TAPI TERASA JAUH

Pernahkah kita merasakan, sesuatu yang begitu dekat tetapi terasa jauh?

Hari ini saya hendak ke mall di daerah kuningan, karena ga tahu jalan jadi saya menggunakan maps. Setelah bermacet-macetan ria, akhirnya maps memberikan suara, "Anda telah sampai". Tapi anehnya, tempat itu bukan mall melainkan tempat antah berantah seperti yang ada pada foto 1 di bawah ini. Ternyata itu adalah bagian belakang dari mall. Tinggal sedikit lagi saya akan sampai di mall tersebut, tapi jalan tersebut buntu. Saya harus memutar setengah jam.

Beberapa hari lalu juga saya mau pergi ke museum menggunakan maps. Saat sampai di tempat tujuan, saya sempat kaget karena tidak ada musem sama sekali. Ternyata museumnya ada pas di sebelahnya. Hanya berjarak 350 meter. Tapi untuk menuju ke sana, saya harus berputar 30 menit. (Lihat foto kedua).

Tapi jika dibandingkan dengan Musa, perjalanan saya tidaklah sejauh perjalanannya. Perjalanan beliau dari Mesir ke Kanaan seharusnya hanya memerlukan waktu beberapa minggu tapi dia bersama umat Israel harus berputar selama 40 tahun.

Mungkin juga dalam hidup ada banyak hal yang sudah di dekat kita, tapi kita butuh waktu yang sangat lama untuk berputar hingga bisa mendapatkannya. Mungkin itu adalah pasangan hidup, harta, kesuksesan, pekerjaan atau hal lainnya yang begitu berharga untuk kita. Bisa jadi, saat ini, hal itu ada tepat di sebelah kita, tapi kita harus berputar cukup jauh.

Nikmatilah hidup yang berputar-putar ini, karena mungkin dalam perjalanannya, ada proses luar biasa yang sedang Tuhan siapkan.

JANGAN MENABUNG KEBAIKAN

JANGAN MENABUNG KEBAIKAN

Kemarin, sepulang sekolah Zia memberikan laporan ke saya bahwa uang jajannya tidak dipakai untuk jajan tapi dipakai untuk uang duka karena ada orangtua dari gurunya yang meninggal.

Zia: Ga apa-apa yah, Pi. Kan nabung kebaikan.

Saya kagum dengan Zia yang memang (terkadang) rasa kemanusiaannya cukup tinggi. Saya juga rasanya belum pernah mengajarkan tentang menabung kebaikan, dan agak tidak setuju dengan konsep tersebut. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk memberi sedikit pengajaran tentang menabung kebaikan.

Saya: Berbuat baik itu bagus, tapi menabung kebaikan itu tidak tepat. Kalo kamu nabung, apa yang kamu harapkan?

Zia: Uangnya bisa diambil nanti dan banyak.

Saya: Kalo pas mau diambil tapi ga ada uangnya bagaimana?

Zia: Kesel lah, Pi

Saya: Nah kalo kamu menabung kebaikan, harapannya kan nanti bisa dapat kebaikan lagi atau balasan dari perbuatan baik kami. Betul ga?

Zia: Iya kan katanya kalo kita berbuat baik pasti akan dibalas dengan kebaikan juga.

Saya: Kenyataannya ga selalu begitu. Seringkali perbuatan baik tidak dibalas dengan kebaikan. Oleh karena itu, kita berbuat baik bukan untuk menabung kebaikan melainkan sebagai ungkapan syukur karena Tuhan sudah terlebih dahulu berbuat baik kepada kita. Seandainya kebaikan kita tidak dibalas kebaikan yah tidak apa-apa. Tapi seandainya dibalas dengan kebaikan yah kita bersyukur.

Kamis, 21 September 2017

SULAP ITU BOHONG

SULAP ITU BOHONG

Saya masih ingat sekitar 11 tahun lalu membawa gospel magic masuk ke gereja sebagai metode khotbah dan mengajar, tidaklah mudah. Ada yang mengatakan sulap itu pakai sihir dan ada juga yang mengatakan sulap itu cuma kebohongan, masa menyampaikan kebenaran dengan kebohongan?

Dan ternyata hal itu tidak hanya dialami oleh saya, beberapa rekan bahkan ada yang sampai diusir dari gereja karena dianggap menyebarkan okultisme. Salah satunya adalah pak Bing Rahardja. Tapi lambat-laun, melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan, semakin terbukalah gereja kepada metode sulap. Gereja mulai menyadari bahwa sulap bukanlah sihir.

Tapi yang seringkali masih mengganjal adalah sulap itu bohong. Tapi coba deh kita perhatikan, apakah hanya sulap yang berbohong?

Bukankah film yang kita tonton juga berbohong, tokohnya tidak mati, tertembak atau mengalami kesusahan seperti kisah di filmnya tapi kita bisa menangis, marah sampai membenci tokoh penjahatnya, padahal itu bohong. Acara teatrikal atau drama yang dibuat oleh gereja juga berbohong karena para pemainnya hanya pura-pura (acting). Iklan yang kita tonton juga berbohong karena kenyataannya, tidak seperti di iklan. Ilustrasi khotbah juga berbohong karena belum tentu kejadiannya seperti itu. Stand-up comedy juga berbohong karena banyak materi yang dikarang secara imajinatif. Komik dan novel juga berbohong karena isinya fiktif.

Jadi, bukan hanya sulap yang berbohong tapi masih banyak yang lainnya. Jika mau konsisten melarang sulap karena isinya bohong maka hal-hal di atas juga perlu dilarang. Termasuk film-film tentang Yesus karena tokoh utamanya tidak sungguhan disalib.

Tapi jika mau melihat sulap sebagai media penyampai pesan maka sulap sama seperti media-media lainnya. Oleh karena itu, jika mau mengenal sulap lebih jauh maka kita perlu mempelajarinya, ikutilah setiap pelatihan yang ada. Jangan sampai belum dipelajari sudah menyimpulkan.

Sabtu, 09 September 2017

KITA SAUDARA?

KITA SAUDARA?

Jangan-jangan, selama ini umat beragama selalu ribut karena menganggap satu sama lain sebagai saudara. Coba perhatikan, saudara mana yang tidak ribut? Hampir setiap saudara sering ribut.

Saat masih kecil, ributnya soal mainan dan ketidakadilan kasih sayang orangtua. Saat sudah besar, ribut karena uang, harga diri dan hal-hal lain yang lebih kompleks.

Ada kalimat yang beredar, "Saudara, jika jauh harum, tapi jika dekat akan bau tai." Maksudnya, jika jauh-jauhan pasti akan kangen-kangenan dan hubungannya baik-baik saja tapi jika dekat-dekatan apalagi tinggal satu rumah akan bertengkar setiap saat.

Saat kita mengatakan mereka dari agama lain sebagai saudara, yah siap-siap sering bertengkar. Tapi tenang aja, kalo saudara jauh (beda agama) biasanya harum. Kita bisa ngoceh "toleransi". Sedangkan jika saudara dekat (satu agama beda aliran) biasanya bau tahi. Ga ada tuh yang teriak toleransi.

Dalam kekristenan sendiri, beda ajaran aja bisa saling menghina satu sama lain. Bisa saling menyerang dalam mimbar khotbah masing-masing.

Jangan-jangan penggunaan kata "saudara", perlu dipikirkan kembali.

KU TAK PANDANG DARI GEREJA MANA

KU TAK PANDANG DARI GEREJA MANA

Ku tak pandang dari gereja mana
Asal kau berdiri atas firman-Nya
Bila hatimu seperti hatiku
Engkau saudara dan saudariku

Dulu, saya mengira lagu ini adalah lagu yang mendamaikan. Membawa kerukunan antara gereja satu dengan gereja lainnya. Menerima siapapun dari gereja lain walau berbeda aliran. Tapi kalo diperhatikan sekali lagi, lagu ini tidak seramah yang dikira.

Awalnya lagu ini mengatakan tidak peduli kita berasal dari gereja mana, asal dasarnya tetap firman Tuhan.  Semua gereja apapun alirannya mengklaim bahwa mereka berdasarkan firman Tuhan jadi kita tidak perlu mempermasalahkan aliran gereja apalagi sampai menjadikannya alasan untuk saling bertengkar. Oh indah sekali lagunya.

Tapi sayangnya, baris berikutnya menghancurkan semua keindahan lirik di atas. Bila hatimu seperti hatiku? Hah? Serius? Bagaimana caranya agar hatiku bisa seperti hatimu? Apa yang diajarkan di aliran gerejamu jelaslah berbeda dengan ajaran di aliran gerejaku, akhirnya hati kita pun berbeda. Bahkan mereka yang berada dalam aliran dan gereja yang sama pun isi hatinya tidak mungkin sama.

Jadi, apakah untuk menjadi saudara dan saudarimu, aku harus satu hati dulu? Tidak bisakah perbedaan ini membuat kita tetap bersaudara?

Sabtu, 26 Agustus 2017

TOLERANSI YANG KELIRU

TOLERANSI YANG KELIRU

Beberapa kekeliruan tentang toleransi:
1. "Semua agama sama, dan Tuhan semua agama itu sama."
Seharusnya toleransi tidak membuat kita kehilangan jati diri. Kita harus mengenali identitas kita yang berbeda-beda ini. Jika kita menganggap semua sama, maka itu artinya kita tidak menghargai yang berbeda sebagai berbeda.
2. "Toleransi seharusnya juga bisa menoleransi mereka yang tidak toleran." Kalimat ini biasanya dipakai untuk menyerang mereka yang toleran. Biasanya orang-orang yang selama ini tidak toleran mau diterima kehadirannya dengan kritikan tersebut. Sama seperti mereka yang antidemokrasi mau menghancurkan demokrasi dengan cara demokratis.
Toleransi tetap ada batasnya, tidak bebas sebebas-bebasnya. Kalo mau jujur, memang ada yang tidak bisa ditoleransi oleh kaum toleran yaitu mereka yang tidak bisa toleran. Misalnya begini, rumah ibadah adalah tempat yang terbuka. Siapapun boleh masuk, tapi tetap saja akan ada satu orang yang tidak diizinkan masuk, siapa itu? Orang yang membawa bom disekujur tubuhnya lalu bertanya, "Bolehkah saya masuk ke rumah ibadahmu? Saya mau meledakkannya. Kan katanya siapapun boleh masuk."
Bangunan toleransi yang sudah dibangun, tidak boleh sampai hancur oleh mereka yang tidak toleran.

Setelah ini mungkin akan ada yang bertanya, "Memangnya siapa yang tidak toleran?"

Pertanyaan klise untuk menyangkal atau menutupi keburukan diri. Atau mungkin benar-benar amnesia. Atau mungkin tidak mau melihat kenyataan. Atau mungkin ketinggalan berita. Atau mungkin-mungkin yang lainnya.

Selamat hari minggu.

SAJAK PERBEDAAN

SAJAK PERBEDAAN

Ijinkan saya bersajak,
yang mungkin menyita waktumu sejenak
untuk mendengar sesuatu yang tidak enak
bahkan dilihat pun tidak layak
Oh hidup, apakah takdir mempermainkan kami,
agar tidak dapat bermain dengan kawan kami yang berbeda?
Oh cinta, apakah perbedaan memisahkan kami,
dari keinginan saling menghargai dan mengasihi?
Apakah perbedaan ini telah membuat kami menjadi sama,
sama-sama suka menghakimi dan membenci?
Apakah perbedaan ini telah membuat kami menjadi benar,
benar-benar tersesat dalam keinginan benar sendiri?
Apakah rasa risih ini,
harus membuat rasa kemanusiaan kami tersisih?
Apakah rasa benci ini,
harus membuat rasa cinta kami bergerak ke periferi?
Ah sudahlah, tidak lama lagi pun status ini akan jadi masalah
Karena dianggap membuat para pembaca resah
Dan akhirnya mengatakan si penulis status payah
Karena hanya bisa menulis di dunia maya
Selamat datang di dunia nyata kawanku
Dunia yang penuh dengan orang yang ingin benar
Dengan menyalahkan orang lain
Dunia yang penuh dengan orang baik
Dengan menjelek-jelekkan orang lain

JIKA SEMUA SATU AGAMA

JIKA SEMUA SATU AGAMA

Mari kita berimajinasi seandainya semua manusia memeluk agama yang sama denganmu. Itu artinya hanya ada 1 agama di dunia. Lalu apakah tidak akan ada lagi pertikaian karena agama? Saya yakin pasti tetap ada.
Coba sekarang lihat saja ke agamamu masing-masing. Apakah ada pertengkaran karena berbeda ritual, tradisi, dan cara menyikapi sebuah masalah? Jangan bilang tidak ada. Ada banyak dan teramat banyak. Tidak usah jauh-jauh, beda pilihan tokoh politik saja, satu agama yang sama bisa saling tuduh dan hujat. Itu baru soal pilihan politik belum masalah yang lain. Dan percayalah, permasalahan hidup manusia sungguh amat banyak dan kompleks. Dalam usaha menyelesaikannya, akan banyak keluar ajaran dan pendapat yang pasti berbeda satu golongan dengan golongan yang lainnya.
Dan tahukah kamu, walaupun agamanya sama namun berbeda negara, maka akan banyak perbedaan yang timbul. Ga usah jauh-jauh, misalkan saja agama A di Indonesia dengan agama A di India. Ritual, tradisi, bahkan peralatan untuk ibadahnya pun berbeda. Dan di dunia ini, ada banyak sekali negara. Jadi walaupun suatu saat seluruh dunia beragama sama, menggunakan kitab yang sama dan berTuhan yang sama,perbedaan tetap akan ada. Pertikaian atas usaha untuk memonopoli kebenaran pun tetap akan ada.
Karena yang jadi masalah bukanlah perbedaan agamanya, tapi... keegoisanmu.

Kamis, 24 Agustus 2017

AKU PERNAH MENJADI PRIA BRENGSEK

AKU PERNAH MENJADI PRIA BRENGSEK

"Sepertinya aku harus jujur padamu sebelum kita menjalani hubungan ini lebih jauh," ujar seorang pria kepada kekasihnya.

Dia tahu bahwa perempuan yang saat ini ada di depannya, semakin hari semakin cinta kepadanya. Tapi selama ini, ada sesuatu yang dia rahasiakan dari pasangannya.

"Apa itu, sayang?" Perempuan cantik itu penasaran tapi sekaligus tak peduli. Dalam hatinya dia sudah percaya 100% dengan kekasihnya.

"Setelah kamu mengetahui ini, entah kamu masih mencintaiku lagi atau tidak," pria itu tertunduk penuh penyesalan.

"Apapun keburukan yang pernah kau perbuat, aku akan tetap mencintaimu." Perempuan itu menggenggam tangan kekasihnya penuh cinta.

Perlahan pria itu mengangkat kepalanya, menatap mata kekasihnya, menarik nafas sedalam-dalamnya lalu dihembuskan dengan perlahan.

"Aku pernah membuat seorang perempuan hamil, lalu meninggalkannya. Aku tidak tahu bagaimana kabar perempuan itu sekarang. Tapi aku bisa menjamin bahwa aku sudah tidak mencintainya lagi. Maaf, dulu aku sebrengsek itu," dia mengakhiri pengakuannya dengan kepala tertunduk dalam diam.

Tetiba suasana menjadi begitu hening. Tak ada suara sedikit pun, bahkan desah nafas mereka enggan untuk menampakkan kehadirannya.

Sang pria masih tertunduk, tak berani menaikkan kepalanya. Dan sang perempuan masih menatap kekasihnya dengan tatapan yang kosong. Lima menit mereka ter-pause dalam keadaan itu. Sampai akhirnya sang perempuan memecah suasana dengan suaranya yang lembut, "Semua orang pernah punya masa lalu yang kelam. Aku pun pernah menjadi pria brengsek sepertimu. Jadi..."

Belum sempat si perempuan melanjutkan kalimatnya, si pria sontak melepaskan tangannya dari genggaman si perempuan dan menjauh darinya.

"Hah? Kamu pernah menjadi pria brengsek sepertiku?"

Minggu, 20 Agustus 2017

BERPIKIR POSITIF DAN KELUAR DARI COMFORT ZONE

BERPIKIR POSITIF DAN KELUAR DARI COMFORT ZONE

Di suatu pagi yang sejuk dengan aroma dedaunan yang masih terasa begitu pekat, terdapat sepasang manusia yang tak berpakaian. Mereka tidak peduli dengan pasangan mereka yang berdiri telanjang di depannya. Tak sedikit pun timbul nafsu birahi dalam diri mereka.

Mereka asik menikmati kegagahan pohon yang berdiri tegap, lambaian ranting yang meliuk-liuk cantik dan buah-buah gempal yang begitu menggiurkan. Satu persatu pohon di taman itu mereka amati, hingga akhirnya mereka tiba di satu pohon yang memiliki buah sangat menggiurkan. Ingin sekali mereka memetiknya, namun mereka ingat bahwa buah ini sangat terlarang. Jika memakannya, mereka bisa mati.

Tetiba terdengar suara dari belakang pohon itu, "Makanlah, jangan takut."

Perlahan, sang pemilik suara keluar dari dahan-dahan pohon. Dia meliuk-liuk begitu indahnya.

"Wah ada ular, ayo tangkap dan kita jadikan hidangan makan malam," seru sang pria dengan penuh nafsu.

"Jangan kakanda, nanti ceritanya berubah," ingat sang perempuan.

"Jangan makan aku. Ada yang lebih nikmat dari tubuhku, yaitu tubuh buah ini. Tidak hanya nikmat, tetapi jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Tuhan," bujuk sang ular.

"Ah bohong, kami pasti akan mati jika makan buah itu," sanggah sang pria.

"Kamu ini terlalu negatif dalam berpikir. Tidak mau mendengar pendapat orang lain. Kamu kira hanya kamu yang paling benar?" Sang ular mulai marah karena dianggap pembohong.

"Kakanda, lebih baik kita dengarkan dulu pendapatnya," bujuk sang perempuan.

"Oke, aku akan dengarkan. Tapi kalo kita mati setelah memakan buah itu bagaimana?" Sang pria mulai terbuka tapi juga ragu-ragu.

"Kamu tidak akan mati. Justru kamu akan menjadi sama seperti Tuhan. Mengapa kalian tidak mau mencoba keluar dari comfort zone kalian? Ayo, terimalah tantangan jika ingin ada perkembangan dalam hidup."

Akhirnya, sepasang manusia itu memakan buah tersebut.

Dan, kita semua pasti tahu kelanjutan kisah ini.

Sabtu, 12 Agustus 2017

IMAN YANG MENJAMU MALAIKAT

IMAN YANG MENJAMU MALAIKAT

Iman kekristenan seharusnya adalah iman yang ramah terhadap orang asing. Ingat, kita adalah juga orang asing karena kita bukan orang bersunat, bukan bangsa pilihan, bukan orang Israel apalagi keturunan Abraham. Kita adalah bangsa kafir (orang asing) yang mendapatkan belas kasih Tuhan untuk masuk dalam lingkaran rakhmat dan pengampunan-Nya.

Yesus menunjukkan perumpamaan tentang sesama manusia dengan mengambil contoh tentang keramahtamahan kepada orang asing (orang samaria kepada korban perampokan, Lukas 10:25-37).  Dan lebih jauh lagi Yesus menekankan, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina, kita telah melakukannya untuk Dia (Matius 25:31-46). Penulis Ibrani bahkan mengatakan jika kita memberi tumpangan kepada orang asing, kita sedang menjamu malaikat (Ibrani 13:2).

Iman yang ramah dan mengasihi orang asing adalah iman yang seharusnya terus ditumbuhkan dari setiap kita, bukannya justru iman yang mengasingkan orang lain. Iman sejatinya merangkul, bukan memukul.

Jumat, 11 Agustus 2017

Kristen dan Kristenisasi (2)

Kristen dan Kristenisasi (2)

Umat Kristen sangat menghargai perbedaan. Mereka banyak yang teriak "Aku Pancasila" yang artinya menghargai perbedaan. Tapi di sisi lain, mereka sangat mendukung bahkan gencar melakukan kristenisasi.

Nah sekarang coba bayangkan, kita mengatakan bahwa menghargai perbedaan tapi di sisi lain ingin semuanya sama dengan kita. Di mana menghargai perbedaannya?

Mungkin kalo di kalimatkan jadinya begini, "Aku sangat menghargai perbedaan, aku menghormati apapun agamamu. Tapi kalo bisa sih, kamu masuk agamaku aja."

Mungkin ada juga yang berdalih, kan penyebarannya tanpa paksaan. Oke, ini bukan soal cara penyebaran tapi konsep berpikir tentang menghargai perbedaan. Jika kita menghargai perbedaan, mengapa tidak membiarkan yang sudah beragama tetap dengan agamanya masing-masing?

Mungkin akan ada lagi yang jawab,
"Di Alkitab kan ada ayat untuk mengkristenkan orang lain."

Apapun juga kalo mau dicari pasti ada di Alkitab.

Oke tapi saya tertarik untuk sedikit membahasa ayat yang sering dipakai untuk dasar kristenisasi.

Matius 28:19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Nah untuk kalian yang suka mengutip ayat kitab suci secara harafiah, mari kita lihat ayat ini secara harafiah saja. Mari abaikan konteksnya.

Pertama, adakah di sana tertulis Yesus memerintahkan untuk menjadikan agama lain masuk kristen? Di sana adanya, jadikanlah semua bangsa murid Yesus, baptislah dan ajarlah mereka melakukan yang Yesus telah perintahkan.

Baptis tidak hanya milik kekristenan. Umat yahudi juga punya ritual pembaptisan. Itulah kenapa, Yesus juga dibaptis. Menjadi murid Yesus dan melakukan apa yang Yesus ajarkan bukan berarti menuhankan Yesus apalagi masuk agama Kristen karena Yesus tidak membawa agama.

Kedua, oke seandainya memang ayat itu untuk mengajak semua orang masuk kristen. Lalu dibaptisnya yang sah dengan cara apa? Yang sudah dibaptis percik aja dianggap tidak sah dan harus dibaptis ulang. Nah ngomongin cara pembaptisan aja udah berantem berpuluh-puluh tahun. Haha.

Belum lagi nanti tentang, Yesus yang mana yang harus diimani? Oh ajaran di gereja sana sesat. Pendetanya liberal.

Pada akhirnya, proyek kristenisasi bukanlah proyek mengkristenkan melainkan membuat orang lain, beriman yang sama seperti "gereja saya."

Jika kita memang menghargai perbedaan, maka tak perlulah kita jadi sama. Berbeda itu Indah.

Untuk bahan lebih lanjut tentang apakah penginjilan adalah kristenisasi bisa baca di sini

http://www.satuharapan.com/read-detail/read/ketua-stt-jakarta-penginjilan-bukan-proyek-kristenisasi

Kristen dan Kristenisasi (1)

Kristen dan Kristenisasi (1)

Injil (Kabar Baik) perlu juga disampaikan kepada mereka yang menganggap bahwa mereka sudah benar dalam memahami Kabar Baik. Kabar baik bukan lagi soal kristenisasi, apalagi penambahan anggota gereja.

Lihatlah, bencana sedang terjadi di mana-mana. Kebencian meraja-lela atas nama agama. Kemiskinan semakin menjamur dan menggerogiti negeri ini. Ketidakadilan dan penindasan bertumbuh subur di setiap sudut negeri ini.

Tapi kenapa kita masih saja ngotot pokoknya yang paling penting adalah membuat orang dari umat agama lain masuk ke dalam agama saya. Masih banyak masalah lain yang harus diperjuangkan. Coba deh koreksi lagi penggunaan kata Amanat Agung. Amanat artinya pesan, dan Agung artinya yang luhur, pertama dan terutama. Jadi Amanat Agung artinya pesan yang utama dan terutama.

Dan tahu kan pesan dari Tuhan yang utama dan terutama itu apa? Bukan, bukan untuk membuat orang beragama lain berganti agama menjadi agama kita (kristenisasi) tapi...

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengam segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 23: 37-39). Jadi bukanlah memurtadkan umat agama lain.

Hayolah... Ini bukan saatnya lagi tarik-tarikkan penganut agama lain buat masuk ke agama kita. Kini saatnya bergandengan tangan dengan umat agama lain untuk mau bekerjasama dengan kita menyelesaikan masalah kemanusiaan yang masih bertebaran di mana-mana.

Minggu, 06 Agustus 2017

Tubelight Review

Kya tumhe yakeen hai?

Satu lagi film India yang layak ditonton tahun ini berjudul tubelight, pemainnya adalah Salman Khan. Film ini berlatar belakang peperangan antara tiongkok dan india.

Ada 2 hal yang diangkat dalam film ini yaitu rasisme dan keyakinan. Mari lihat satu-satu.

1. Mengenai rasisme, ada seorang perempuan (Ling-ling) dan anaknya (Guo) yang merupakan keturunan dari negara tiongkok tapi dia tidak pernah sama sekali ke tiongkok. Dia lahir dan besar di India. Tapi orang-orang India pada saat itu tidak bisa menerima kehadiran mereka. Walaupun mereka berulang-ulang mengatakan bahwa mereka bukan orang tiongkok, mereka orang India namun tetap saja setiap mereka pergi ke mana pun, orang-orang memandangnya sinis. Laxman (Salman Khan) diminta oleh pamannya (Banne) untuk berteman dengan mereka. Karena menurut Gandhi, kita harus berteman dengan musuh kita. Laxman tertarik dengan ajaran Gandhi. Paman Banne memberikan list ajaran Gandhi kepada Laxman. List itu sekaligus menjadi tugas Laxman. Tugas pertama adalah berteman dengan Ling dan Guo. Setelah perjuangan yang cukup unik akhirnya Laxman berhasil berteman dengan mereka. Laxman juga menjadi pembela Ling dan Guo saat rekan-rekan India menyerang mereka karena dikira orang tiongkok.

2. Mengenai keyakinan, Laxman digambarkan sebagai seseorang yang difabel. Dia selalu diejek oleh teman-temannya. Dia punya adik yang selalu mengasihi dan menjaganya. Tapi sayangnya, adiknya harus pergi ke medan perang. Suatu kali, Laxman menonton pertunjukkan sulap. Dia diminta menggerakkan botol dengan keyakinannya. Awalnya tidak bisa, semua orang menertawakannya. Tapi pesulap tersebut meyakinkannya berulang-ulang bahwa jika dia yakin maka dia akan bisa. Pesulap tersebut diperankan oleh Shah Rukh Khan. Sudah lama tidak melihat 2 aktor besar ini main dalam satu scene walaupun di sini Shah Rukh Khan hanya menjadi Cameo. Dengan motivasi dari pesulap itu akhirnya Laxman bisa menggerakkan botol tersebut. Peristiwa itu membuat dia percaya bahwa dia bisa memindahkan botol. Saat dia bertemu dengan pamannya, dia juga ingin menunjukkan  bahwa dia bisa menggerakkan botol. Ini yang menarik dari film ini. Setiap keyakinan Laxman membuahkan hasil selalu dibenturkan dengan kenyataan. Kenyataannya Laxman tidak bisa memindahkan botol. Itu hanya tipuan sulap. Tapi ada yang menarik. Paman Banne meminta Laxman mencoba sekali lagi memindahkan botol. Hasilnya tetap sama. Botol tidak berpindah tapi Paman Banne tergerak memindahkan botol itu. Laxman protes bahwa jika seperti itu maka artinya bukan dia yang memindahkan botol. Paman Banne mengingatkan  bahwa keyakinan seringkali tidak membuahkan mukjizat tetapi dia memaksa orang lain melakukan seperti apa yang kita yakini. Itu juga yang dilakukan oleh Gandhi. Keyakinannya menggerakkan orang lain. Paman Banne mengutip kata-kata Gandhi bahwa jika kita yakin maka kita bisa memindahkan gunung. Suatu kali Laxman ditantang untuk memindahkan gunung. Semua orang menertawakannya, tapi tiba-tiba guncangan besar terjadi. Orang mengira Laxman berhasil memindahkan gunung, tapi beberapa yang lain mengatakan bahwa itu hanya peristiwa alam yaitu gempa bumi. Tapi Laxman yakin bahwa itu adalah hasil dari keyakinannya. Hingga akhirnya Ling-ling mengatakan bahwa itu bukan hasil dari keyakinannya tapi memang gempa bumi. Keyakinan dan fakta dibenturkan di dalam cerita ini. Ada satu hal besar yang dilakukan Laxman di akhir cerita yaitu dia berniat menghentikan perang dengan keyakinannya. Setiap pagi dia mengarahkan tangannya ke gunung. Berharap mampu menghentikan perang. Keyakinannya membuahkan hasil, perang berhenti. Dia begitu yakin bahwa keyakinannya membuahkan hasil. Kini saatnya bertemu dengan adiknya. Namun saat Laxman yakin bahwa adiknya akan selamat dalam perang, ternyata kenyataannya dia mendapat kabar bahwa adiknya meninggal. Di sinilah keyakinan Laxman berbenturan kembali dengan kenyataan yang teramat pahit. Kenyataan seringkali menggoyahkan keyakinan kita, tapi apakah kita tetap yakin? Sama seperti tagline dalam film ini, "Kya tumhe yakeen hai?" (Apakah kamu yakin?)

Senin, 31 Juli 2017

Anak Zaman Sekarang Gak Mau Denger Orangtua

Anak Zaman Sekarang Gak Mau Denger Orangtua

Seorang anak cowok, tetiba menatap saya tanpa berkedip. Dia berjalan semakin mendekati saya dengan mata yang masih terpaku menatap wajah saya. Saya pun tidak mau kalah, saya tatap wajah anak laki-laki yang masih kelas 2 SD tersebut.

Dia tiba di dekat saya sambil masih menatap wajah saya. Karena dia pendek, jadi harus mendongakkan kepala untuk melihat saya. Matanya menyorotkan bahwa dia sedang meremehkan saya.

Zia menghampiri saya, lalu berkata kepada temannya tersebut, "Ini papiku."

Setiap saya menjemput Zia pulang sekolah, saya memang selalu bertemu dengan teman-teman Zia. Tapi baru kali ini saya bertemu temannya Zia yang berani menatap saya langsung.

"Om masih SMA yah?" Celetuk anak cowok bertubuh gempal tersebut.

Saya kira dia bercanda, jadi saya tanggapi dengan bercanda juga, "Saya masih SMP."

"Ah engga. Om kaya masih SMA kelas 1." Ternyata anak itu menanggapi dengan serius.

Saya pun menimpalinya dengan serius, "Saya masih SMP kok."

"Ah engga, kaya SMA kelas 1." Dia masih ngotot bahwa sama SMA.

"Saya masih SMP."

Duh, anak sekarang, dibilangin orangtua ga mau dengerin. Masa saya bilang saya masih SMP dia ga percaya.

Kamis, 27 Juli 2017

Bolehkah Tuhan Digugat?

Bolehkah Tuhan Digugat?

Jika tuhan bersalah bolehkah digugat dan dihakimi?
Jika tuhan melakukan tindakan yang lalim bolehkah dihakimi?
Jika tuhan berpihak kepada orang jahat bolehkah dihakimi?

Saya lagi membayangkan bahwa tuhan-tuhan yang ada di bumi, memiliki persidangannya sendiri. Jika mereka ada yang bertindak tidak selayaknya tuhan maka mereka harus dihukum. Dan ternyata imajinasi saya itu ada loh di kitab Mazmur 82:1-7, berikut bunyinya:

Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:

"Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!  Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"

Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.

Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."

---- Akhir kutipan ayat.

Tapi, tuhan itu kekal dan tidak bisa mati. Jadi bagaimana mungkin mereka bisa dihukum mati? Dalam film The Bride of Habaek, kematian tuhan adalah saat mereka dilupakan oleh manusia. Walaupun mereka hidup, namun saat mereka dilupakan oleh manusia, maka mereka sudah mati.

Seorang filsuf (maaf tiba-tiba lupa namanya, nanti kalo inget saya tambahkan) mengatakan bahwa sesuatu yang tidak ada, tidak mungkin bisa kita pikirkan. Saat tuhan sudah dilupakan (tidak lagi dipikirkan) maka sesungguhnya dia sudah tidak ada.

Tuhan-tuhan yang lalim dan mengajarkan kejahatan, sudah selayaknya menerima hukuman "dilupakan."

Pertanyaannya:

Memangnya ada tuhan yang jahat? Coba mulai dari tuhan kita masing-masing. Jahat apa engga. Kalo jahat, yah lupakan. Kalo tidak, yah ikuti.

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar