Rabu, 06 Desember 2017

Dalih, "Untuk mereka yang membutuhkan".

Dalih, "Untuk mereka yang membutuhkan".

Masih ingat kasus karangan bunga yang dikirimkan untuk Ahok? Yang jumlahnya luar biasa itu loh... Banyak yang mengkritik kiriman bunga tersebut sebagai pemborosan uang. Daripada uangnya untuk bunga yang jadi sampah, lebih baik "untuk mereka yang membutuhkan."

Mendengar kritikan itu, para pendukung Ahok pun membela dengan berbagai alasan.

Lalu saat reuni 212 kemarin, timbul lagi dalih yang sama. Daripada uangnya untuk kumpul-kumpul seperti itu, lebih baik "untuk mereka yang membutuhkan."

Dulu juga ada seorang perempuan yang meminyaki kaki seorang Guru yang sangat bijaksana dengan minyak yang sangat mahal. Lalu dia diprotes oleh murid-murid si Guru karena dianggap pemborosan. Seharusnya uang itu bisa "untuk mereka yang membutuhkan."

Dalih, "untuk mereka yang membutuhkan" seringkali lahir bukan karena rasa iba kepada mereka yang membutuhkan tapi untuk menyalahkan mereka yang berbeda dengan kita (yang mengganggu kenyamanan atau keinginan kita). Memang selain agama, barang dagangan yang paling laku adalah kemanusiaan.

Oleh karena itu, saya akan mengutip dua kalimat menarik dari dua tokoh terkenal ini.

"Hidup itu kompleks. Listrik di sini (di tempat acara debat) lebih baik dipadamkan untuk menyumbang korban kebanjiran." Sujiwo Tedjo dalam acara ILC.

"Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu." Sang Guru (Matius 26:11)

Senin, 04 Desember 2017

PINDAH AGAMA

PINDAH AGAMA

Banyak yang mengira bahwa orang yang pindah dari agama A ke agama B maka pastilah orang tersebut sangat mengerti Agama A. Bahkan semua yang diucapkan orang tersebut tentang agama A selalu dianggap sebagai kebenaran oleh agama B. Dan sayangnya, pesan yang selalu disampaikan tentang agama A selalu hal-hal yang buruk.

Menurut saya justru mereka yang pindah dari agama A ke B atau sebaliknya lalu menjelek-jelekkan agama sebelumnya, bukanlah orang yang sangat mengerti agamanya. Kenapa?

1. Ini seperti orang yang baru putus dengan pacarnya, lalu dapat pacar yang baru. Dia menceritakan semua keburukan mantannya, padahal dulu waktu pacaran semua tentang pacarnya pasti baik, tapi setelah putus maka semua hal tentang mantannya adalah buruk. Jadi, semua keburukan yang diungkapkan tentang mantannya apakah karena dia mengerti tentang mantannya atau karena sakit hatinya? Menurut saya karena sakit hatinya. Nah begitulah juga orang yang baru pindah agama lalu selalu menceritakan keburukan agama sebelumnya.

2. Saat seseorang mengerti pasangannya maka dia akan menerima segala kekurangan pasangannya dan berusaha memperbaikinya, bukan meninggalkannya lalu mengumbar keburukannya ke umum. Begitu juga saat beragama. Saat agama kita ada kekurangan maka lakukanlah seperti itu juga. Saat saya sekolah teologi, wah banyak sekali kekurangan yang saya temukan tentang agama dan ajaran agama saya. Tapi kenapa saya tidak meninggalkannya? Karena saya sayang agama saya.

3. Saat seseorang pindah dari satu hati ke hati yang lain, maka bisa jadi karena dia tidak mengerti pacarnya tapi bisa lebih mengerti yang lainnya. Jadi orang yang pindah agama juga bukanlah orang yang sungguh mengerti agamanya yang lama, tapi justru dia adalah orang yang mengerti agama barunya.

Pesan saya:

Jika kamu pindah ke agama tertentu, cintailah agama barumu tanpa menjelek-jelekkan agama lamamu. Jika kamu punya pacar baru, cintailah pacarmu tanpa menjelek-jelekkan mantanmu.

Sabtu, 25 November 2017

BERSYUKURLAH HIDUPMU TIDAK SEBURUK MEREKA

BERSYUKURLAH HIDUPMU TIDAK SEBURUK MEREKA

Ada sebuah video pendek yang sangat terkenal. Di dalam video itu digambarkan tentang seorang pria yang mengumpulkan sisa-sisa tulang ayam yang masih ada sisa dagingnya. Sisa-sisa makanan itu dia berikan untuk anak-anaknya dan anak-anak di sekitarnya.

Video tersebut seringkali dipakai oleh pengkhotbah dan para motivator untuk menyampaikan sebuah pesan yaitu, "Makanan jangan dibuang-buang. Kita harus bersyukur karena masih bisa makan layak. Lihatlah video itu, mereka saja makan dari makanan sisa."

Saya setuju dengan pesan untuk tidak membuang-buang makanan, dan bersyukur untuk makanan yang masih bisa kita nikmati. Tapi masalahnya, apa hubungannya menghabiskan makanan dengan video tersebut? Apa hubungannya menghabiskan makanan dengan mereka yang makan dari sisa-sisa makanan?

Saya memiliki beberapa catatan mengenai hal ini:
1. Justru karena kita menyia-nyiakan makanan maka pria di video tersebut dan orang-orang yang suka mengumpulkan makanan sisa, bisa dapat makanan. Jika semua makanan kita habiskan tanpa sisa, mereka dapat makanan dari mana? Di luar sana, ada banyak orang yang mengais-ngais sampah untuk mencari sisa makanan yang masih bisa dimakan. Tanpa sadar, saat kita tidak menghabiskan makanan, kita telah menyelamatkan hidup seseorang.
2. Lalu apa dosa dari tidak menghabiskan makanan? Tidak bersyukur atas apa yang sudah Tuhan beri dan tidak menghargai orang yang sudah berjuang untuk menghadirkan makanan tersebut di hadapan kita. Itu saja. Tidak ada hubungannya kita makan makanan sampai habis dengan mereka yang mengais-ngais sisa makanan kita.
3. Hal ini terjadi karena kita suka membanding-bandingkan kelebihan kita dengan kekurangan orang lain. Misal, "Lihatlah, masih banyak yang lebih buruk dari kamu nasibnya. Jadi kamu harus bersyukur", "Kita harus sering melihat ke bawah agar dapat bersyukur untuk apa yang sudah kita miliki." Tanpa sadar, kita bersyukur setelah melihat penderitaan orang lain. Penderitaan yang harusnya membuat kita prihatin justru membuat kita bersyukur. Miris, kan? Tapi kita senang melakukan hal itu.

Bersyukurlah dengan apapun yang sudah kita punya tanpa harus membandingkannya dengan kekurangan atau penderitaan orang lain. Kalo mau melihat ke bawah, maka ulurkanlah tanganmu dan bantulah mereka yang sedang menderita. Jangan sampai kita melihat ke bawah lalu menengadahkan tangan ke atas sambil berucap, "Terimakasih Tuhan, hidupku tidak seburuk mereka."

Minggu, 19 November 2017

Penulis dan Komikus

Penulis dan Komikus

Ternyata selain, redraw, fanart, style, yang bisa jadi drama abadi dalam dunia perkomikan adalah hubungan penulis dan komikus. Seringkali hubungan ini menjadi pembicaraan hangat sejak lama. Biar tidak menjadi drama yang berkepanjangan, mungkin saya bisa usul seperti ini. Usul loh ini, bisa diterima bisa juga dilakukan. 😄😄😄

Nah jadi begini, coba difokuskan dulu, sebenarnya yang dipermasalahkan itu apa?

Setidaknya saya menemukan beberapa hal ini yang sering dipermasalahkan:
1. Cara mengajak komikus yang tidak pas dilakukan oleh penulis. Misal, "Kak, bikin komik bareng yuk. Aku cerita, kakak gambar." Nah kalo ini yang jadi masalah, coba sampaikan ke penulisnya agar membuat kalimat ajakan yang lebih baik. Dan untuk penulis, perhatikan cara mengajak komikus, karena yang menurutmu baik, belum tentu menurut komikus baik. Nah oleh karena itu, perlu ada komunikasi di antara keduanya mana cara mengajak yang baik.
2. Cerita yang belum ditulis, baru ada di kepala. Ada penulis yang mengajak komikus kerjasama tapi ceritanya belum jadi. Silakan komikus sampaikan ke penulis untuk menyelesaikan ceritanya baru nanti dipelajari. Tapi tidak semua komikus menuntut seperti ini. Jadi silakan berkomunikasi.
3. Jika komikus dituntut untuk terus memperbaiki gambarnya, maka penulis juga harus mau belajar memperbaiki penulisan skrip komiknya. Silakan komunikasikan.
4. Ada komikus yang mau bekerjasama jika penulis berani membayar biaya perhalaman komik. Jadi bukan yang kerjasama dari 0. Jika ada penulis yang mengajak tanpa biaya, yah tinggal bilang kalian sudah punya rate sendiri. Komunikasikan.
5. Ada yang idealis bahwa mereka ingin membuat komik dari cerita mereka sendiri, bukan orang lain. Jika kamu memang komikus seperti ini, silakan sampaikan kepada mereka yang mengajakmu kerjasama. Komunikasi.

Dari masalah 1 sampai 5 silakan tentukan masalahmu yang mana. Setelah itu komunikasikan dengan mereka yang mengajakmu kerjasama.

Bisa saja kita menjadi besar bersama mereka atau mereka menjadi besar karena nasihat kita.

Starter Pack jadi orang bijak/pintar masa kini

Starter Pack jadi orang bijak/pintar masa kini

1. Pilih satu kubu politik, ga boleh netral
2. Jika sudah ada di satu kubu, puji terus kubumu jangan kritik kalo salah, lihat saja positifnya. Caci dan hina terus kubu lawan. Walau ada yang positif, jangan dipuji, itu pencitraan.
3. Lakukan serangan psikologis dengan membawa kapasitas otak. "Kubu sebelah mana ada otaknya. Gobloknya keterlaluan."
4. Bandingkan kesalahan kubu kita dengan kesalahan kubu lain yang lebih besar. Misal, "Masih mending kakilu cuma dikencingin. Lah kubu sebelah mukalu diberakin." Membandingkan hal negatif dengan hal negatif lainnya agar kesalahannya dapat ditolerir.

Ada lagi ga yah? Mungkin nanti ada yang akan menambahkan. 😄

Kalo saya sih, agama sendiri aja kalo ngajarin ga bener pasti saya kritisi, apalagi kubu politik. Saya memang tidak setuju netral, tapi saya juga tidak setuju cinta buta atau benci buta

ZINAH DAN KDRT

ZINAH DAN KDRT

Tahu ga kenapa kita lebih suka ngurusin mereka yang zinah di rumah daripada mereka yang dapat kekerasan di rumah?

Karena pola pikir kita adalah:
Kalo enak bagi-bagi dong jangan nikmatin sendiri, tapi kalo menderita baru deh lu rasain sendiri.

Selasa, 14 November 2017

AHOK DAN BUNI YANI

Pak Ahok dan Pak Buni Yani mungkin akan bertemu dan bercakap-cakap.

Ahok: Lah lu masuk sini juga?
Buni Yani: Iya nih

Ahok: Lah kalo kita dua-duanya masuk penjara, terus yang salah siapa?
Buni Yani: Yang baca status ini mungkin

Ahok: Kita bisa keluar barengan nih kayanya
Buni Yani: Oh iya bener juga. Keluar kita langsung nyalon jadi capres dan cawapres yuk? Lu capres, gue cawapresnya. Lu kan punya 47% pendukung, nah gue punya 53%. Kalo bersatu, kita bisa dapat 100% suara.

Ahok: Lah, kan emang itu rencananya. Itulah kenapa kita dipenjarakan. Emang lu ga dikasih tahu?
Buni Yani: Hah? Siapa yang rencanain?

Ahok: Pembaca status ini

Senin, 06 November 2017

KRISTEN RADIKAL

KRISTEN RADIKAL

Tidak fair rasanya jika memerangi radikalisme hanya ditujukan kepada agama Islam. Di agama-agama lain juga sepertinya ada walau tak begitu tampak. Yah karena memang jumlah umat Islam jauh lebih banyak, jadi pasti terlihat dengan sangat mencolok.

Di kekristenan sendiri ada juga kristen radikal. Walau memang tidak sampai hendak mengganti dasar negara, namun mereka masih sulit menerima kepelbagaian.

Ada beberapa hal yang biasanya mereka lakukan:
1. Secara sistematik berusaha mengkristenkan mereka yang sudah memiliki agama. Bisa dilakukan dengan door to door, melalui kegiatan sosial terselubung atau KKR kesembuhan tipu-tipu.
2. Menjelek-jelekan agama lain dalam kesaksian. Biasanya dilakukan oleh mereka yang baru pindah agama. Mereka akan cerita tentang buruknya agama dia sebelumnya dan betapa baiknya agama dia sekarang. Lalu pendeta dan jemaat yang mendengarkan akan berseru, "Haleluya." "Amin."
3. Membagikan traktat, buku, atau makalah yang berisi tentang ayat-ayat dalam kitab suci agama lain yang bisa dijadikan bukti bahwa agama kristen benar dan Tuhannya benar. Biasanya traktat, buku atau makalah ini dijadikan pegangan oleh anggota jemaat menghadapi atau menyerang agama lain agar mereka pindah agama.

Mungkin saja masih banyak hal lain yang dilakukan, tapi setidaknya 3 hal di atas yang paling sering ditemui.

Jika umat Islam memiliki Banser atau GP Ansor yang selalu melindungi umat Kristen jika menjadi korban dari golongan Islam radikal. Nah bagaimana dengan kekristenan, apakah kita tidak punya gerakkan yang bisa melindungi rekan-rekan muslim yang menjadi korban kristen radikal? Atau kita hanya maunya dilindungi saja tanpa mau melindungi?

Senin, 30 Oktober 2017

MARI MENGHAFAL AYAT KITAB SUCI AGAR...

MARI MENGHAFAL AYAT KITAB SUCI AGAR...

Suatu minggu, di Sekolah Minggu (katanya) Saleh, terjadi percakapan antara Guru Sekolah Minggu (GSM) dengan Anak Sekolah Minggu (ASM).

GSM: Adik-adik, jangan lupa yah ayat hafalan minggu ini dihafalkan. Minggu depan kakak tanya.

ASM: Oke kakak. Tapi ngafalin ayat gunanya untuk apa kak?

GSM: Biar bisa digunakan untuk membela diri saat melakukan kesalahan.

ASM: Hah?

GSM: Eh salah, maksudnya sebagai pembimbing hidup kita agar hidup sesuai kehendak Tuhan.

ASM: Oh....

Sabtu, 21 Oktober 2017

TIPS DIKIRA PENTING

TIPS DIKIRA PENTING

Tips agar dikira orang terkenal atau penting:
1. Saat diundang ke sebuah acara, datanglah terlambat dan pulanglah lebih cepat agar dikira jadwalmu padat.
2. Balaslah chat selama mungkin agar dikira sibuk
3. Berpura-puralah mengangkat telpon sesering mungkin agar dikira banyak bisnis atau banyak yang nyariin kamu.
4. Jangan pernah balas komen di sosial mediamu agar dikira terlalu sibuk di dunia nyata.
5. Berdoalah semoga ga banyak yang baca status ini.

Selasa, 17 Oktober 2017

MENGAJARKAN ORANGTUA

MENGAJARKAN ORANGTUA

Beberapa waktu silam, saya pernah menawarkan Zia Cosplayer untuk latihan beladiri. Dia bertanya itu gunanya untuk apa. Saya jelaskan agar dia bisa membela diri dari orang jahat seandainya ga ada papi mami. Lalu dia bertanya beladiri itu seperti apa.

Saya: Ada karate
Zia: Karate itu seperti apa?

Saya contohkan beberapa gerakan kata (jurus) dalam karate

Saya: Ada aikido

Saya contohkan beberapa kuncian sendi dari aikido

Saya: Ada Wingchun

Saya contohkan beberapa gerakkan Sil Lim Tao

Saya: Ada Taekwondo. Tapi papi ga bisa contohin
Zia: Kenapa?

Saya: Karena papi ga pernah belajar taekwondo
Zia: Kalo gitu aku mau belajar taekwondo aja

Saya: Loh kenapa?
Zia: Biar bisa ngajarin papi. Masa zia terus yang diajarin, aku juga mau bisa ngajarin papi

Dalam hati saya berkata, "Zia, semakin kamu besar akan semakin banyak hal yang bisa kamu ajarkan ke papi. Tapi entahlah apakah semakin kamu besar, semangat untuk mengajarkan orangtua masih tetap ada atau sudah memudar."

Biasanya menginjak masa remaja, orangtua minta diajari sesuatu, pasti pada tidak mau mengajarkan. Alasannya repot atau orangtuanya sulit menangkap. Padahal waktu kita kecil, entah berapa puluh kali orangtua sudah berusaha mengajarkan satu hal sampai kita bisa. Walau terkadang memang dengan marah-marah. 😄

Senin, 16 Oktober 2017

PRIGITU DAN PRIGINI

PRIGITU DAN PRIGINI

Suatu kali, ada seorang yang bijak dan cerdas menjadi pemimpin di wilayah Lahgitu. Walau bijak dan cerdas namun dia punya kekurangan, sama seperti manusia lainnya juga pasti punya kekurangan. Kekurangan dari pemimpin ini adalah dia punya kebiasaan lupa diri.

Dalam pidato perdananya sebagai pemimpin di wilayah Lahgitu, dia berseru dengan lantangnya. "Kini saatnya, wilayah Lahgitu dipimpin oleh Prigitu."  Prigitu artinya orang asli Lahgitu.

Mendengar seruan itu, semua penduduk kebingungan. Mereka saling pandang-pandangan. Tapi akhirnya mereka saling tersenyum satu sama lain. Salah seorang dari mereka berkata, "Ah biarkan saja. Pak pemimpin kan memang suka lupa diri. Dia lupa kalo dia sendiri bukan penduduk asli Lahgitu. Dia kan penduduk asli Lahgini. Harusnya dia Prigini bukan Prigitu. Tapi ya sudah kit maklumi saja kekurangannya."

Seorang penduduk ada yang tidak bisa terima, "Tapi ga bisa dibiarkan begitu terus. Nanti dia bisa lupa kalo dia adalah pemimpin kita."

Penduduk yang lain menimpali, "Tenang saja. Manusia bisa lupa asal-usulnya. Tapi mereka tidak mungkin rela melupakan jabatannya."

PASSION YANG DIREMEHKAN

PASSION YANG DIREMEHKAN

Mungkin saat ini kalian sedang menekuni passion atau profesi yang sering dianggap remeh bahkan dihina oleh orang lain, nah coba bayangkan bidang-bidang yang saya tekuni ini.

1. Teologi dan filsafat: Cuma pinter ngoceh
2. Komik: Buat biaya makan aja susah, apalagi buat beli mobil
3. Cosplay: Apaan nih ga jelas, cuma niru doang apa kerennya. Udah gede kaya anak-anak aja.
4. Sulap: Cuma bisa nipu orang

Nah, jika kalian baru punya satu passion yang dianggap remeh bahkan dihina, saya punya 4 passion yang bisa dihina. Tapi saya tetap menjalaninya dengan penuh kebahagiaan. Kenapa?

Karena....

Loh kalian masih mau didikte alasan untuk dapat menikmati hidup?

Hidupmu bukanlah hidup orang lain, jadi kamu sendirilah yang harus menemukan alasan kenapa hidupmu harus dinikmati. Jangan biarkan orang lain yang menyetir alasanmu untuk dapat menikmati hidup.

Jumat, 06 Oktober 2017

DEATHLINE DAN TANGGUNGJAWAB

DEATHLINE DAN TANGGUNGJAWAB

Sebagai kreator (komik, buku, kostum cosplay dan produk lainnya) kita pasti berhubungan dengan konsumen dan deathline. Deathline biasanya ada 3 tipe:
1. Deathline yang diberikan oleh kreator (kita sebagai sang pembuat atau produsen) kepada pembeli. Biasanya diawal transaksi, kreator menyebutkan tenggat waktu. Misal, “Produk Anda akan selesai dalam waktu 1 bulan.”
2. Deathline yang diberikan oleh konsumen. Biasanya konsumen akan menentukan waktu pesanannya harus selesai. Misal, “Tolong pesanan saya selesai sebelum tanggal 16 Oktober yah, mau dipakai untuk lomba pura-pura bahagia, soalnya.”
3. Deathline yang terjadi atas hasil kesepakatan bersama. Biasanya terjadi atas hasil tawar menawar. Misal kreator menawarkan Deathline 4 bulan, konsumen maunya 2 bulan. Dan akhirnya ketemu jalan tengah yaitu 3 bulan.
Dari ketiga tipe deathline tersebut, kita sebagai kreator, kudu/harus banget taat pada deathline.
Tapi banyak dari antara kita yang berusaha untuk lalai dengan deathline menggunakan beberapa alasan:
1. Alasan sakit. “Kreator kan juga manusia, bisa sakit, jadi konsumen jangan bawel lah.”  Yang namanya kerja, pasti ada sakitnya. Kita sakit, jelas bukan salah konsumen kita, bukan juga salah kita, walau memang bisa juga karena salah kita yang kurang menjaga pola hidup. Dalam kerja, ada banyak resiko tak terduga. Saat resiko tak terduga itu datang, coba sikapi dengan baik. Tidak menyalahkan konsumen, melainkan komunikasikan kepada konsumen dengan baik. Silakan bicarakan tentang tambahan waktu (second deathline) yang bisa disepakati. Tapi tambahan waktu itu benar-benar harus ditaati. Jangan sampai nanti pas sampai di second deathline, kita cari alasan lagi dan menyalahkan konsumen karena tidak sabar. Dan kira-kira juga kalo ngasih second deathline, masa second deathline udah kaya deathline awal. Misal deathline awal 3 bulan, eh second deathlinenya minta 3 bulan juga. Jadi ketahuan dong selama ini belum bikin apa-apa?
2. Alasan banyak kerjaan/pesanan. “Yah ngerti dong, kan maker juga kerjaannya banyak.” Saat membuat/menyepakati deathline, seharusnya sebagai kreator, kita sudah memperhitungkan waktu dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan sejumlah pekerjaan lain yang sedang dan akan kita kerjakan. Di sini manajemen waktu sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, jika dari awal tidak sanggup dengan deathline yang ditawarkan konsumen, coba tawarkan deathline lain yang dirasa mampu kita selesaikan. Jika memang sudah tidak mampu mengambil job lagi, beranilah untuk mengatakan, “Stop”. Jangan semuanya diambil tapi ga sanggup menepati kesepakatan.
3. Alasan bayaran yang diberikan murah. “Yah kalo mau cepat, bayar yang lebih mahal dong.” Deathline seharusnya adalah kesepakatan antar dua pihak. Kesepakatan ini jelaslah melibatkan harga juga. Jika memang harga yang dibayar konsumen murah, maka berikanlah deathline yang jauh lebih lama daripada mereka yang mau membayar mahal. Jangan alasan ini dikemukan justru pada saat deathline tiba. Ingat, deathline tandanya kita sepakat mengerjakan. Apalagi sampai bilang, “maaf saya kerjakan punya dia dulu soalnya dia bayarnya lebih mahal.” Lah, kita selalu mengkritik mereka yang punya uang dan bertindak seeanaknya, tapi kita sendiri mempelakukan orang yang berani bayar mahal dengan seenaknya. Kita mengganti urutan antrian kita, hanya karena ada yang bayar lebih mahal. Jika memang mau mengambil yang lebih mahal, maka diawal sampaikan kepada konsumen kita, “Jika nanti ada yang berani bayar lebih mahal, mohon maaf pesanan Anda saya mundurkan prioritas pengerjaannya yah.” Jika konsumen tidak keberatan dengan hal itu, yah tidak masalah. Itu namanya kesepakatan.

Deathline adalah kesepakatan yang harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab. Kualitas kita sebagai kreator tidak hanya ditentukan dari produk yang kita hasilkan, tetapi juga dari bagaimana kita berkomitmen terhadap kesepakatan yang sudah kita buat kepada konsumen.

Semoga tulisan ini bisa kita jadikan sebagai alat mengoreksi dan memperbaiki diri. Tulisan ini juga berlaku untuk saya sebagai kreator.

Salam kreatif.

TUHAN UMAT KRISTEN ADA BANYAK

TUHAN UMAT KRISTEN ADA BANYAK

Timeline FB saya beberapa hari ini penuh dengan teman-teman yang membagikan video dari seseorang yang mengatakan bahwa agama Kristen Tuhannya lebih dari 1. Tidak hanya video tersebut yang dibagikan, tapi juga bantahan dari orang kristen dan hindu yang merasa bahwa Tuhan mereka tidak banyak melainkan satu.

Saya juga mau nyangkal ah. Tuhannya orang Kristen itu bukan 3, tapi banyak. Tuhan kami dapat berupa orang yang lapar dan haus di pinggir jalan, Dia juga bisa berupa orang asing yang tak punya tempat berteduh, orang telanjang yang tak bisa beli baju, orang sakit yang tak ada mau melawat, atau orang-orang yang dipenjara.

Ada berapa banyak orang lapar, haus, asing, telanjang, sakit dan dipenjara? Ada banyakkkkkkk.

Jadi Tuhan kami ada banyakkkkkkkkk.

Jadi kami tidak sesuai pancasila dong?

Pancasila menyebut ESA bukan EKA. Semoga kamu tahu apa bedanya.

Dan lagi, dalam beragama Tuhan seharusnya dicari dan dialami, bukan dihitung.

Matius 25:35-40 (TB)  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sabtu, 30 September 2017

SEMESTA DAN AGAMA

SEMESTA DAN AGAMA

Semesta saat ini diperkirakan terdiri dari 170 milyar galaksi, salah satunya adalah bima sakti. Galaksi bima sakti sendiri merupakan galaksi yang terkecil, terdiri dari 400 milyar bintang , salah satunya adalah matahari. Itu artinya ada 400milyar susunan tata surya yang mirip dengan kita di galaksi bima sakti ini. Itu hanya di bima sakti, kalo di seluruh semesta, wah saya ga punya kalkulator yang mampu untuk mengalikannya.

Bumi kita, hanyalah butiran inti atom (bukan debu, karena debu masih lebih besar dari inti atom) di semesta ini. Apabila bumi hancur, mungkin tidak terlalu berpengaruh kepada alam semesta. Tapi anehnya, kita masih saja ribut soal agama. Seakan-akan jika semua orang tidak seagama dengan kita, alam semesta akan hancur.

Nikmatilah hidup dengan agama yang kita punya atau tidak kita punya. Bekerjasamalah dengan mereka yang beragama lain atau yang tidak beragama. Dengan melakukan hal itu, mungkin kita bisa lebih menikmati hidup di bumi yang kecil ini.

Rabu, 27 September 2017

DEKAT TAPI TERASA JAUH

DEKAT TAPI TERASA JAUH

Pernahkah kita merasakan, sesuatu yang begitu dekat tetapi terasa jauh?

Hari ini saya hendak ke mall di daerah kuningan, karena ga tahu jalan jadi saya menggunakan maps. Setelah bermacet-macetan ria, akhirnya maps memberikan suara, "Anda telah sampai". Tapi anehnya, tempat itu bukan mall melainkan tempat antah berantah seperti yang ada pada foto 1 di bawah ini. Ternyata itu adalah bagian belakang dari mall. Tinggal sedikit lagi saya akan sampai di mall tersebut, tapi jalan tersebut buntu. Saya harus memutar setengah jam.

Beberapa hari lalu juga saya mau pergi ke museum menggunakan maps. Saat sampai di tempat tujuan, saya sempat kaget karena tidak ada musem sama sekali. Ternyata museumnya ada pas di sebelahnya. Hanya berjarak 350 meter. Tapi untuk menuju ke sana, saya harus berputar 30 menit. (Lihat foto kedua).

Tapi jika dibandingkan dengan Musa, perjalanan saya tidaklah sejauh perjalanannya. Perjalanan beliau dari Mesir ke Kanaan seharusnya hanya memerlukan waktu beberapa minggu tapi dia bersama umat Israel harus berputar selama 40 tahun.

Mungkin juga dalam hidup ada banyak hal yang sudah di dekat kita, tapi kita butuh waktu yang sangat lama untuk berputar hingga bisa mendapatkannya. Mungkin itu adalah pasangan hidup, harta, kesuksesan, pekerjaan atau hal lainnya yang begitu berharga untuk kita. Bisa jadi, saat ini, hal itu ada tepat di sebelah kita, tapi kita harus berputar cukup jauh.

Nikmatilah hidup yang berputar-putar ini, karena mungkin dalam perjalanannya, ada proses luar biasa yang sedang Tuhan siapkan.

JANGAN MENABUNG KEBAIKAN

JANGAN MENABUNG KEBAIKAN

Kemarin, sepulang sekolah Zia memberikan laporan ke saya bahwa uang jajannya tidak dipakai untuk jajan tapi dipakai untuk uang duka karena ada orangtua dari gurunya yang meninggal.

Zia: Ga apa-apa yah, Pi. Kan nabung kebaikan.

Saya kagum dengan Zia yang memang (terkadang) rasa kemanusiaannya cukup tinggi. Saya juga rasanya belum pernah mengajarkan tentang menabung kebaikan, dan agak tidak setuju dengan konsep tersebut. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk memberi sedikit pengajaran tentang menabung kebaikan.

Saya: Berbuat baik itu bagus, tapi menabung kebaikan itu tidak tepat. Kalo kamu nabung, apa yang kamu harapkan?

Zia: Uangnya bisa diambil nanti dan banyak.

Saya: Kalo pas mau diambil tapi ga ada uangnya bagaimana?

Zia: Kesel lah, Pi

Saya: Nah kalo kamu menabung kebaikan, harapannya kan nanti bisa dapat kebaikan lagi atau balasan dari perbuatan baik kami. Betul ga?

Zia: Iya kan katanya kalo kita berbuat baik pasti akan dibalas dengan kebaikan juga.

Saya: Kenyataannya ga selalu begitu. Seringkali perbuatan baik tidak dibalas dengan kebaikan. Oleh karena itu, kita berbuat baik bukan untuk menabung kebaikan melainkan sebagai ungkapan syukur karena Tuhan sudah terlebih dahulu berbuat baik kepada kita. Seandainya kebaikan kita tidak dibalas kebaikan yah tidak apa-apa. Tapi seandainya dibalas dengan kebaikan yah kita bersyukur.

Kamis, 21 September 2017

SULAP ITU BOHONG

SULAP ITU BOHONG

Saya masih ingat sekitar 11 tahun lalu membawa gospel magic masuk ke gereja sebagai metode khotbah dan mengajar, tidaklah mudah. Ada yang mengatakan sulap itu pakai sihir dan ada juga yang mengatakan sulap itu cuma kebohongan, masa menyampaikan kebenaran dengan kebohongan?

Dan ternyata hal itu tidak hanya dialami oleh saya, beberapa rekan bahkan ada yang sampai diusir dari gereja karena dianggap menyebarkan okultisme. Salah satunya adalah pak Bing Rahardja. Tapi lambat-laun, melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan, semakin terbukalah gereja kepada metode sulap. Gereja mulai menyadari bahwa sulap bukanlah sihir.

Tapi yang seringkali masih mengganjal adalah sulap itu bohong. Tapi coba deh kita perhatikan, apakah hanya sulap yang berbohong?

Bukankah film yang kita tonton juga berbohong, tokohnya tidak mati, tertembak atau mengalami kesusahan seperti kisah di filmnya tapi kita bisa menangis, marah sampai membenci tokoh penjahatnya, padahal itu bohong. Acara teatrikal atau drama yang dibuat oleh gereja juga berbohong karena para pemainnya hanya pura-pura (acting). Iklan yang kita tonton juga berbohong karena kenyataannya, tidak seperti di iklan. Ilustrasi khotbah juga berbohong karena belum tentu kejadiannya seperti itu. Stand-up comedy juga berbohong karena banyak materi yang dikarang secara imajinatif. Komik dan novel juga berbohong karena isinya fiktif.

Jadi, bukan hanya sulap yang berbohong tapi masih banyak yang lainnya. Jika mau konsisten melarang sulap karena isinya bohong maka hal-hal di atas juga perlu dilarang. Termasuk film-film tentang Yesus karena tokoh utamanya tidak sungguhan disalib.

Tapi jika mau melihat sulap sebagai media penyampai pesan maka sulap sama seperti media-media lainnya. Oleh karena itu, jika mau mengenal sulap lebih jauh maka kita perlu mempelajarinya, ikutilah setiap pelatihan yang ada. Jangan sampai belum dipelajari sudah menyimpulkan.

Sabtu, 09 September 2017

KITA SAUDARA?

KITA SAUDARA?

Jangan-jangan, selama ini umat beragama selalu ribut karena menganggap satu sama lain sebagai saudara. Coba perhatikan, saudara mana yang tidak ribut? Hampir setiap saudara sering ribut.

Saat masih kecil, ributnya soal mainan dan ketidakadilan kasih sayang orangtua. Saat sudah besar, ribut karena uang, harga diri dan hal-hal lain yang lebih kompleks.

Ada kalimat yang beredar, "Saudara, jika jauh harum, tapi jika dekat akan bau tai." Maksudnya, jika jauh-jauhan pasti akan kangen-kangenan dan hubungannya baik-baik saja tapi jika dekat-dekatan apalagi tinggal satu rumah akan bertengkar setiap saat.

Saat kita mengatakan mereka dari agama lain sebagai saudara, yah siap-siap sering bertengkar. Tapi tenang aja, kalo saudara jauh (beda agama) biasanya harum. Kita bisa ngoceh "toleransi". Sedangkan jika saudara dekat (satu agama beda aliran) biasanya bau tahi. Ga ada tuh yang teriak toleransi.

Dalam kekristenan sendiri, beda ajaran aja bisa saling menghina satu sama lain. Bisa saling menyerang dalam mimbar khotbah masing-masing.

Jangan-jangan penggunaan kata "saudara", perlu dipikirkan kembali.

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar