Pages

Jumat, 26 Mei 2017

PROTES KEPADA TUHAN

PROTES KEPADA TUHAN

Malam ini, hujan turun dengan derasnya. Saya pun hendak protes dengan Tuhan.

Saya: Tuhan, mengapa menurunkan hunan di saat dan tempat yang tidak tepat? Saya ada pelayanan hari ini. Selain itu, Jakarta tidak butuh hujan. Kau salah tempat menurunkan hujannya, Tuhan. Seharusnya Kau menurunkan hujan di Kalimantan dan Sumatera karena di sanalah yang sangat membutuhkan. Apakah Kau tidak mempertimbangkan terlebih dahulu saat hendak menurunkan hujan?

Tuhan: Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? --Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung? Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat, dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit, ketika debu membeku menjadi logam tuangan, dan gumpalan tanah berlekat-lekatan?
Tersadarlah saya, begitu sombong dan sok berhikmat. Berusaha mengatur Tuhan dengan pengertian sendiri. Yah manusia memang sering begitu, senang mengatur Tuhan dan mengambil alih peran-Nya. *Percakapan imajiner berdasarkan kejadian nyata (hujan) malam ini dan berdasarkan jawaban Tuhan kepada Ayub yang merasa berhikmat.

0 komentar:

Posting Komentar

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Delete this element to display blogger navbar