Pages

Sabtu, 13 Mei 2017

Kodrat dan Gender

Kodrat dan Gender

Mari kita belajar bahasa. 2 kata saja tidak perlu banyak-banyak. 2 kata ini saja sudah menjadi polemik luar biasa dan menimbulkan banyak gerakkan besar.

Kodrat: Sesuatu yang diberikan oleh Tuhan sejak manusia diciptakan dan dilahirkan. Tidak bisa ditawar dan ditukar. Memasak dan mencuci apakah kodrat perempuan? Bukan karena masih bisa ditawar dan ditukar. Menjadi kepala rumah tangga apakah kodrat laki-laki? Tidak, tergantung kebudayaannya, apakah budaya yang patriarkal atau matriarkal. Agama semitik muncul dan berkembang dalam budaya patriarkal maka wajar jika laki-laki ditekankan sebagai kepala keluarga. Menafkahi keluarga apakah kodrat laki-laki? Tidak karena masih bisa ditawar dan ditukar. Jika suaminya mengalami kekurangan fisik atau alasan lain yang membuatnya tidak bisa mencari nafkah maka perempuanlah mencari nafkah. Tidak hanya itu, perempuan dan laki-laki juga sama dapat mencari nafkah untuk keluarganya, dan sama-sama merawat anaknya karena keluarga adalah anugerah yang harus dirawat bersama bukan suami atau istri saja. Lalu apa itu kodrat perempuan? Melahirkan, menyusui, memiliki payudara dan semua kelengkapan perempuan lainnya yang diberikan Tuhan sejak dilahirkan dan tidak bisa ditukar dengan laki-laki.

Gender: Peran sosial yang diberikan oleh masyarakat kepada laki-laki atau perempuan. Mencuci, memasak, dan merawat anak adalah contoh peran sosial yang diberikat oleh masyarakat patrialkal kepada perempuan. Sekali lagi, beda budaya akan beda pula peran sosial yang diberikan dan dituntut kepada perempuan atau laki-laki. Dan agama yang lahir dalam budaya tertentu akan punya pola yang tidak jauh berbeda dengan budaya tersebut. Itulah kenapa budaya dan agama perlu diperhatikan.

Nah segitu aja dulu deh. Jika ada yang berkerberatan dengan pembelajaran bahasa saat ini, yah tidak masalah karena yang namanya saja belajar bisa setuju bisa tidak. Karena pembelajaran bukanlah indoktrinasi. Nah kalo ada agama yang melakukan indoktrinasi berarti bukan agama yang mengajak belajar dong?

#hening #merenung

0 komentar:

Posting Komentar

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Delete this element to display blogger navbar