Pages

Jumat, 17 Februari 2012

Pelacur

1 Korintus 7 : 2.
tetapi mengingat bahaya percabulan , baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
1 Korintus 6 : 16.
Atau tidak tahukah kamu , bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul , menjadi satu tubuh dengan dia ? Sebab , demikianlah kata nas : "Keduanya akan menjadi satu daging ".
1 Korintus 6 : 18.
Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia , terjadi diluar dirinya . Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri .


Saudara-saudariku terkasih , sudah banyak sekali kasus perceraian yang disebabkan perselingkuhan . Banyak sekali kasus keributan suami- isteri yang sebenarnya tidak harus sampai berujung kepada perceraian . Kedua-duanya salah ! Lho...lho... Kok salah kedua-duanya ? Yang salah adalah yang berselingkuh dong !

Tidak mungkin suami/ isteri berselingkuh bila pasangannya tidak memicu kesalahan juga. Ada faktor egois dan menunjuk kesalahan sepihak . Kok orang salah dibela sih ? Coba introspeksi dahulu. Ketika pasangan mengajak berhubungan , lebih banyak penolakan yang diterima. Pulang kerja sudah lelah yang didengar hanyalah laporan dan keluhan tentang anak , tentang keluhan dirinya dsb. Mereka ibarat mesin yang mendengar suara berisik mesin ditempat kerja , di rumah dan dimanapun berada .
Benar pasangan tidak menunjukkan kekesalannya , bukan main perasaan , pakai logika yang seakan pemberi jalan keluar. Suami bukanlah orang yang suka mengumbar perasaannya , tetapi sejujurnya dia lelah dan ingin isteri mengerti akan dirinya terlebih hidup sudah sekian lama bersama-sama.  Sebagai kepala keluarga yang tahu bahwa isterinya sudah lelah dengan banyak masalah, dia hanya memendam dalam hati permasalahannya . Tidak ingin menambah lagi permasalahan , pulang ke rumah yang dia inginkan suasana nyaman, aman, damai dan tenteram .
Tetapi ketika isteri tidak tahu diri hanya dengan permasalahannya sendiri dan tak peduli dengan suaminya, mulailah dia mencari orang yang mau mendengar dia . Bisa melalui rekan kerja , bisa melalui orang yang baru dia kenal yang penting orang tersebut mau mendengar akan dia , mungkin melalui chatting dsb.
Isteri- isteri belajarlah dari pelacur , bukannya jadi pelacur tetapi belajarlah dari pelacur. Berpakaian rapi , berdandan cantik , tersenyum manis , mendengar curhat , melayani dengan segenap hati ( walaupun pelacur tersebut punya segudang masalah dan demi uang ).

Begitu bahayanya percabulan , makanya kita sebagai isteri bijaklah . Bila punya masalah jangan curhat pada teman yang sudah cerai atau mencari teman yang mengompori cerai saja atau hanya menyalahkan satu pihak saja.
Introspeksi diri , tunduk pada sang KEPALA yaitu Kristus.
Kitalah yang harus berubah dahulu sebelum mau mengubah seseorang .  Perubahan akan terjadi setelah dia melihat perubahan dari diri kita . Jangan banyak berteori seakan diri lebih suci hanya dengan ke gereja setiap minggu atau ego2 lainnya . Dekatkanlah diri kita pada Tuhan disetiap nafas hidup kita . TYM

Merry Sri Fatmadewi

0 komentar:

Posting Komentar

Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Delete this element to display blogger navbar