Minggu, 12 September 2010

HIPNOTISME

HIPNOTISME

Kesan masyarakat selama ini yang memandang hipnotis dari segi buruk tampaknya perlu diluruskan. Karena sebenarnya hipnotis bukan untuk memperdaya orang, berbuat tindak kejahatan atau melakukan perbuatan yang merugikan lainnya. Sebaliknya hipnotis merupakan sebuah kemampuan yang bisa digunakan untuk memberi manfaat bagi kehidupan. Mereka yang menguasai ilmu hipnotis bisa menggunakannya untuk kebaikan diri sendiri maupun menolong orang lain.
Sebagai sarana kebaikan bagi diri sendiri, ilmu hipnotis bisa digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan, misalnya meningkatkan kepercayaan diri, melancarkan usaha atau bisnis, meningkatkan kepekaan batin serta berbagai hal-hal positif lainnya yang bermanfaat untuk kehidupan. Sedangkan manfaat positif untuk menolong orang lain antara lain dapat mengobati berbagai penyakit, terapi ketergantungan obat/narkoba, mengatasi anak yang nakal/bandel. Selain itu, kemampuan hipnotis juga bisa digunakan untuk pendidikan maupun hiburan dalam bentuk show pertunjukan.
Pada sisi lain, hipnotis murni ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesa bahwa ilmu tersebut bagian dari ilmu gaib sebenarnya tidak seluruhnya benar. Orang yang belajar ilmu hipnotis tidak akan menemui ritual-ritual seperti mempelajari ilmu-ilmu gaib. Belajar ilmu hipnotis itu tidak perlu puasa,melafalkan mantera atau amalan-amalan lain yang memberatkan.
Uniknya lagi, mempelajari ilmu hipnotis juga tidak membutuhkan waktu banyak. Untuk tingkat awal, waktu satu hari cukup untuk mempelajari ilmu tersebut. Hipnotis juga bisa dipelajari banyak orang dari agama apapun dan tanpa pantangan. Yang menarik, setelah menguasai ilmu hipnotis mereka langsung bisa mempraktekkannya. Mereka yang sudah belajar ilmu hipnotis pasti akan merasakan perubahan-perubahan yang berarti dalam hidupnya terutama berkaitan dengan semangat hidup yang meningkat berkali lipat, misalnya adanya sugesti yang sangat kuat untuk menigkatkan kepercayaan diri. Bagaimanapun kepercayaan diri dan keyakinan merupakan modal untuk mewujudkan cita-cita. Banyak orang yang gagal mewujudkan cita-cita dan keinginan karena adanya krisis kepercayaan diri
Kercayaan diri yang besar, penampilan yang meyakinkan dan intonasi suara yang bisa mempengaruhi orang lain sangat diperlukan dalam pergaulan. Misalnya saja kita mau melakukan loby atau pendekatan terhadap seseorang, yang dibutuhkan pertama kali tentu adanya keyakinan dalam diri kita bahwa kita akan berhasil.Tapi masalahnya banyak orang yang merasa ragu dalam melakukan rencananya. Istilahnya, kalah sebelum bertanding. Bahkan tidak sedikit orang yang datang ke Suhu Yo Training Center mengadukan persoalan karena dirinya mengalami krisis kepercayaan diri.
Dengan memiliki kemampuan hipnotis, rasa kurang percaya diri itu akan hilang dengan sendirinya. Diganti dengan tumbuhnya keyakinan kuat bahwa apa yang dilakukannya akan berhasil. Tidak hanya itu, mereka yang mampu menguasai ilmu hipotis bisa memiliki kemampuan menidurkan orang dalam sekejap, mampu melakukan penyembuhan terhadap berbagai penyakit. Bagi mereka yang mengalami problem kegemukan, ilmu hipnotis juga bisa mengatasinya. Juga menghilangkan kebiasaan buruk, seperti malas dan sebagainya. Juga untuk melancarkan karir maupun bisnis.
Selain hal di atas, sisi posiif penguasaan ilmu hipnotis juga bisa dilakukan. Misalnya saja untuk penyembuhan baik medis maupun nonm medis. Apalagi di jaman sekarang dimana jumlah penderita ketergantungan obat/narkoba sangat pada tahap yang mengkhawatirkan. Karena itu dibutuhkan terobosan untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya orang yang memiliki kemampuan untuk membantu menyembuhkan orang-orang yang ketergantungan obat. Itu berarti, dengan semakin banyaknya orang yang menguasai ilmu hipnotis, akan mendukung progam pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut.
Dengan memiliki kemampuan ini berarti membuka tabir keberhasilan, memperlancar segala usaha dan perniagaan, meningkatkan kemauan dan semngat, maupun mencerdaskan otak. Selain itu bisa untuk melipatgandakan tenaga kepada diri sendiri, menimbulkan perhatian, mendatangkan simpati, membuang rasa takut dan rendah diri, membentuk kepribadian kokoh, mendatangkan ketenangan dan kesabaran, melenyapkan kebimbangan, kegelisahan dan ketegangan. Juga memperbesar tenaga dan kekuata jiwa. Intinya, tentu saja semua manfaat itu memiliki dampak positif bagi kehidupan
Pada prakteknya hipnotis memang erat kaitannya denga latihan konsentrasi. Karena itu penguasaan energi shada seperti dibahas pada bab lalu akan sangat bermanfaat dalam mempelajari ilmu hipnotisme. Berbagai latihan untuk menguasai ilmu hipnotisme akan lebih mudah dipraktekkan bagi mereka yang sebelumnya menguasai ilmu tenaga dalam. Meski demikian hal ini bukanlah sebuah kemutlakan. Karena toh pada akhirnya siapa yang bersungguh-sungguh mempelajari ilmu hipnotisme sekalipun belum memiliki dasar ilmu tenaga dalam bisa menguasainya.

Sejarah
Sejarah hipnotisme sama tuanya dengan sihir, mistik, okkultisme, ilmu ketabiban dan lain-lain. Dari kitab-ktab kuno Mesir, Yunani, India, Arab dan lain-lainnya ternyata bahwa beribu-ribu tahun lamanya mereka sudah mengenal semacam hpnotisme, bahkan mengenal pula teknik memusatkan pandangan. Akan tetapi lama bangsa Eropa tidak memperhatikannya, sampai kemudian pada abad pertengahan, hipnotisme dicap sebagai SIHIR dan setelah itu sebagai ilmu yang menggunakan bantuan badan-badan halus atau makhluk makhluk halus dan lain-lain lagi dengan diliputi kerahasiaan yang bersifat tahayul. Perkembangan hipnotisme sejak terkenalnya, dimulai pada abad ke 18 oleh Franz A.Mesmer (1743-1814) seorang tabib di kota Wina yang menggunakan hipnotisme untuk menyembuhkan pasien-pasiennya yang sakit syaraf, sehingga kemudian terkenal dengan teorinya MESMERISME.
Penyelidikan selanjunya dilakukan oleh James Braid. Seorang dokter bangsa Inggris dalam abad ke-19 yang membuktikan bahwa hipnotisme dalam abad ke-19 yang membuktikan bahwa hipnotisme bersifat psychologis, sehingga akhirnya digunakan istilah-istilah Hipnosa dan Hipnotisme. Semenjak itu banyak sarjana-sajana yang secara ilmiah menyelidiki masalah hipnotisme , akan tetapi sesungguhnya baru setelah Perang Dunia I (1914-1918) tercapai baru kemajuan-kemajuan yang penting dan berguna, khususnya untuk menambah pengetahuan tentang sifat dan ujud hakikat tingkah laku manusia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar