Kamis, 29 Desember 2011

MENYESAL TELAH LAHIR

Murid: Aku menyesal telah lahir ke dunia. Di rumah menderita, di sekolah menderita, di mana-mana aku selalu menderita

Guru: Memang apa untungnya jika kamu tidak dilahirkan ke dunia?

Murid: Pasti aku tidak akan menderita seperti ini

Guru: Lalu apa yang akan kau rasakan?

Murid: Aku pasti akan bahagia

Guru: Mengapa kamu bisa bahagia?

Murid: karena aku tidak merasakan penderitaan

Guru: Apa itu kenyang?

Murid: keadaan ketika tidak lagi lapar

Guru: Jika kamu tidak pernah tahu apa itu lapar apakah kamu akan tahu apa itu kenyang

Murid: Tidak

Guru: Apa itu kebahagiaan?

Murid: keadaan ketika tidak lagi menderita

Guru: Jika kamu tidak pernah tahu apa itu penderitaan apakah kamu akan tahu apa itu kebahagiaan

Murid: Tidak

Guru: Bagaimana kamu bisa tahu bahwa kamu tidak sedang merasakan penderitaan jika kamu sendiri tidak tidak tahu apa itu penderitaan? Jika kamu tidak pernah lahir bagaimana kamu bisa tahu apa itu penderitaan., Ingatlah, bukan hanya kamu yang mengalami penderitaan. Setiap orang di bawah kolong langit mengalaminya. Penderitaan seharusnya memicu untuk berjuang mendapatkan kebahagiaan bukannya mengeluh.


Karya: Nuryanto, S.Si (teol)

PASANGAN HIDUP IDEAL

Murid: Guru, apakah kriteria calon pasangan hidup yang baik itu? Apakah orang yang selalu membuat kita menangis?

Guru: Bukan. orang yang selalu membuat menangis akan membuatmu tidak dapat menikmati indahnya hidup

Murid: Jika begitu, berarti orang yang selalu membuat kita tertawa?

Guru: Bukan juga. Orang yang selalu membuatmu tertawa akan membuatmu tidak dapat melihat realita hidup yang sesungguhnya bahwa hidup itu tidaklah selalu menyenangkan

Murid: Lalu yang seperti apakah kriteria calon pasangan hidup yang baik itu?

Guru: Yang dapat tertawa ketika kamu tertawa. Yang dapat menangis ketika kamu menangis. Yang dapat menyadarkanmu untuk berhenti ketika tertawa terlalu lama dan ketika menangis tak kunjung henti. Yang dapat menyadarkan tertawa dan menangis terlalu lama tidaklah baik.

Karya: Nuryanto, S.Si (teol)

TERBATAS ITU NIKMAT

Murid: Guru mengapa hidup manusia terbatas?

Guru: Agar manusia dapat menikmati hidupnya

Murid: Bukankah akan lebih nikmat jika hidup manusia tidak terbatas?

Guru: Apa buah yang paling kamu suka?

Murid: Pisang

Guru: Jika kamu makan pisang 1 ember sekaligus enak ga?

Murid: Tidaklah guru! Kebanyakan makan pisang juga bisa enek

Guru: Betul! Pisang jadi nikmat ketika kamu makan dalam jumlah terbatas. Ketika dalam jumlah tak terbatas justru kamu tidak dapat menikmatinya. Segala sesuatu menjadi nikmat dan berharga ketika terbatas. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu nikmatilah dan hargailah hidup kita yang terbatas ini.

Karya: Nuryanto, S.Si (teol)

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar