Minggu, 03 November 2013

PRINSIP DALAM PEMILIHAN NYANYIAN LITURGI


PRINSIP DALAM PEMILIHAN NYANYIAN LITURGI

Seberapa pentingkah musik dalam sebuah liturgi? Musik itu sendiri merupakan ekspresi jiwa dan hati manusia. Musik itu memiliki jiwa. Musik yang gembira dapat membuat orang yang mendengarnya turut bergembira bahkan sampai menari riang sedangkan lagu yang melankolis dapat memicu derai air mata orang yang mendengarnya. Begitu juga dengan musik liturgi atau musik gereja (musica sacra). Musik sangat penting dalam sebuah perayaan liturgi.

Musik dapat membantu orang dalam berliturgi, yaitu berjumpa Tuhan dan sesamanya. Musik yang sesuai dengan tema liturgi dan tempatnya akan membantu umat dalam memasuki misteri iman yang dirayakan dan memungkinkan umat untuk lebih baik menangkap sabda Tuhan. Musik juga memalui isi syairnya dapat ikut memperdalam misteri iman akan Yesus Kristus yang sedang dirayakan dalam liturgi.[1] Oleh karena itu, nyanyian yang akan digunakan dalam sebuah liturgi haruslah dipilih dengan baik.

Berikut ini beberapa prinsip dalam pemilihan nyanyian liturgi:[2]

1.       Nyanyian Liturgi Melayani Seluruh Umat Beriman

Nyanyian liturgi harus bisa menjawab harapan umat karena perayaan liturgi merupakan perayaan bersama. Nyanyian liturgi tidak dipilih berdasarkan kepentingan individu atau kelompok mayoritas. Oleh karena itu, nyanyian liturgi yang dipilih harus juga memperhatikan kelompok minoritas.

2.       Nyanyian Liturgi Bisa Melibatkan Partisipasi Umat

Nyanyian liturgi harus memberikan kesempatan umat untuk berpartisipasi di dalam ibadah. Agar umat dapat terlibat dan menghayati setiap lagu yang dinyanyikan maka lagu yang dipilih harus sesuai dengan kondisi jemaat.

3.       Nyanyian Liturgi Harus Mengungkapkan Iman dan Misteri Kristus

Nyanyian liturgi yang dipilih tidak boleh hanya sekadar semua bisa menyanyikannya dengan baik dan indah, lagunya enak didengar dan mudah dihapal tetapi juga harus membawa umat kepada pengalaman iman akan Kristus dan kepada perjumpaan dengan Kristus. Oleh karena itu, nyanyian liturgi harus berdasarkan pada alkitab.

4.       Nyanyian Liturgi Harus Sesuai dengan Masa dan Tema Liturgi

Nyanyian liturgi yang dipilih harus sesuai dengan masa dan tema liturgi. Kesesuaian isi dan melodi lagu liturgi dengan masa serta tema liturgi akan membantu umat untuk lebih menghayati misteri yang dirayakan. Demikian pula pilihan musik dan iringannya perlu disesuaikan dengan tema dan masa liturgi.

5.       Nyanyian Liturgi Harus sesuai dengan Hakekat Masing-masing Bagian

Nyanyian liturgi tentu harus sesuai dengan tempat dan fungsi nyanyian itu dalam bagian liturgi. Apabila dia berperan sebagai nyanyian pembukaan maka dia harus di tempatkan di awal kebaktian. Apabila dia  berperan sebagai lagu pengakuan dosa maka dia harus ditempatkan di saat pengakuan dosa, dengan syair yang menyatakan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan seterusnya. Oleh karena itu, penguasaan dan pemahaman akan karakter nyanyian isinya serta maksud sang pencipta lagu sangat perlu bagi para liturgos.

Apakah pemilihan musik di gereja mu telah memenuhi kelima prinsip di atas?

 Nuryanto Gracia, S.Si (teol)



[1] E. Martasudjita, Seri Pendalaman Liturgi-2: Mendalami Simbol-simbol dalam Liturgi (Yogyakarta: Kanisius, 1998), hal. 73 – 75.
[2] E. Martasudjita dan J. Kristanto, Seri Pendalaman Liturgi: Musik dan Nyanyian Liturgi (Yogyakarta: Kanisius, 2000), hal. 43 – 48.

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar