SORAK-SORAI KONVERSI/PERPINDAHAN AGAMA
Saat
saya masih kuliah, ada seseorang yang pernah datang ke kelas saya dan
menceritakan sesuatu yang sangat tidak menarik bagi saya. Dia bercerita
bahwa dia dahulu adalah seorang Islam bahkan dia benci dengan orang
Kristen dan berusaha mengislamkan orang Kristen. Tapi sekarang (pada
saat dia bercerita), dia telah menjadi Kristen. Dia menyadari agamanya
yang dahulu memiliki banyak kesalahan. Dia menulis kesalahan-kesalahan
agamanya yang dahulu di dalam sebuah buku. Di dalam buku itu, dia
tuliskan juga bahwa dalam kitab agamanya yang dahulu sebenarnya
membenarkan ajaran Kristen. Di dalam buku tersebut, dia mengutip
ayat-ayat Al-Quran. Dia mengatakan, dia keliling gereja dan juga
pesantren untuk menunjukkan kebenaran bahwa agamanya yang dahulu salah,
Kristenlah yang benar.
Mungkin banyak orang Kristen yang akan
senang dan bersorak-sorai, tapi saya tidak. Saya juga menyadari
teman-teman sekelas saya pun tidak terlalu senang apalagi heboh karena
ada umat Islam yang masuk Kristen lalu menjelek-jelekkan agama
sebelumnya. Bagi saya, silakan saja jika memang seseorang ingin
berpindah agama, tapi setelah berpindah agama bukan berarti harus
menjelek-jelekkan agama sebelumnya. Ceritakanlah kebaikan dari agama
yang dipeluk sekarang, bukan menceritakan keburukan agama yang telah
ditinggalkan. Bukankah kita seharusnya menceritakan kebaikan, bukan
keburukan? Jika mau dicari-cari keburukannya, tiap agama pasti ada saja
keburukannya. Selain itu, yang lama pasti akan nampak lebih buruk,
sedangkan yang baru akan tampak lebih baik.
Jika ada umat Kristen
yang berpindah agama, saya juga tidak akan marah-marah apalagi
mencaci-maki mereka yang berpindah agama, karena itu adalah pilihan
hidupnya. Tapi sebelumnya coba diklarifikasi juga apakah cerita itu
benar? Apakah tokoh itu ada, atau jangan-jangan hanya tokoh fiktif?
Seperti berita ini misalnya,
http://www.pkspiyungan.org/…/saya-masuk-islam-pengakuan-men… (Berita tentang
Theresia Cindy yang masuk Islam)
http://www.pkspiyungan.org/…/usai-theresia-cindy-tan-masuk-… (Berita tentang gereja yang mengamuk karena cindy masuk Islam)
http://m.kompasiana.com/…/fairy-tale-theresia-cindy-tan.html (Telaah lebih lanjut tentang berita di atas)
https://joycelynaralar.wordpress.com/…/lions-club-at-manil…/ (Foto asli theresia ternyata diambil dari foto orang Filipina)
Lalu keluar klarifikasi bahwa fotonya sengaja tidak memakai foto asli
untuk melindungi Cindy dari amukan. Yah kalo gitu tinggal cek nama
Theresia Cindy di UKI saja karena katanya dia dosen di sana. Mungkin
nanti setelah namanya tidak terdaftar di UKI, akan ada klarifikasi lagi
bahwa namanya pun sengaja disamarkan agar aman.
Saya tidak
terlalu peduli dengan klarifikasi berikut-berikutnya, karena bukan itu
masalahnya. Saya hanya ingin mengingatkan, klarifikasi setiap berita
yang kita dapat. Jangan sampai karena ada berita umat agama lain masuk
agama kita, kita langsung begitu senangnya. Apalagi ditambah bumbu dia
dari pesantren atau mahasiswa teologi, dia dulu ustadz atau pendeta, dia
dulu rajin di mesjid atau gereja. Klarifikasi terlebih dahulu, jangan
langsung terima ceritanya mentah-mentah.
Seandainya pun ceritanya
benar, sekali lagi saya tidak terlalu tertarik dengan mereka yang
berpindah ke agama yang baru dengan menjelek-jelekkan agama sebelumnya.
Bagi saya itu sama saja seperti orang yang baru menemukan rumah makan
yang lebih enak, lalu menjelek-jelekkan rumah makan sebelumnya. Aneh,
kan? Kenapa tidak menceritakan keenakan makanan atau kelebihan pelayanan
di tempat makan yang baru. Jika memang tempat yang baru sesuai dengan
seleranya, maka dia akan pergi juga ke tempat tersebut.
Salam,
Nuryanto Gracia