Pages

Jumat, 17 Juli 2015

AGAMA BERWAJAH GANDA, KAMU PILIH YANG MANA?

AGAMA BERWAJAH GANDA, KAMU PILIH YANG MANA?

Saat berbicara agama maka kita berbicara juga para penganut dan pemukanya. Saat berbicara penganut dan pemuka agama maka kita berbicara beragam kepentingan yang ada di dalamnya. Saat berbicara kepentingan yang beragam maka kita perlu hati-hati membedakan antara ajaran agama dan kepentingan golongan agama bahkan golongan-golongan lain yang menyetir agama.

Pelarangan bahkan sampai perusakan rumah ibadah di Papua oleh golongan umat Kristen tentu saja mencoreng dan melukai banyak pihak, bukan hanya umat muslim tetapi juga umat kristiani, khususnya umat Kristen yang telah berjerih-lelah dengan sukacita membangun kehidupan yang harmonis dengan umat agama lain.

Namun jika kita membaca surat tersebut lebih jauh lagi, kita akan melihat bahwa bukan hanya umat muslim yang dilarang tetapi juga aliran kristen lain. Bahkan gereja advent pun sudah ditutup.

http://www.pkspiyungan.org/2015/07/ini-surat-larangan-idul-fitri-di.html?m=1

Namun, jangan cepat tersulut bara kebencian. Banyak hal yang perlu diklarifikasi, mulai dari isi surat hingga peredaran surat yang begitu cepat di dunia sosial media. Mungkinkah tempat yang memiliki keterbatasan akses seperti tolikara dapat menyebarkan (dengan sangat cepat) surat lengkap dengan kop resmi gereja?

http://www.islamtoleran.com/ini-klarifikasi-lengkap-presiden-gidi-terkait-surat-edaran-larangan-salat-id/

Saya bukan bermaksud membela gereja tetapi saya mengajak kita melihat konflik secara lebih utuh. Benarkah ini adalah konflik agama, atau rentetan dari konflik-konflik lain? Perlu kita perhatikan juga bahwa papua adalah daerah rawan konflik. Masalah apapun bisa menjadi pemicu konflik di sana.


http://regional.kompas.com/read/2015/07/16/00503081/Dipicu.Perzinaan.Ratusan.Rumah.Adat.Honai.Dibakar.di.Papua

Seandainya pun masalah tersebut adalah karena konflik agama, maka kita perlu melihat juga secara lebih utuh bahwa agama memang bisa saja menghasilkan konflik, tetapi agama juga menawarkan keharmonisan. Di saat bagian kecil umat beragama melakukan konflik atas nama agama, namun di bagian lain yang mungkin jauh lebih besar sedang menebar kebaikan atas nama agama.

http://ramadhan.kompas.com/read/2015/07/17/17463541/umat.muslim.di.malang.ikuti.shalat.id.di.halaman.gereja

Keadilan memang harus tetap ditegakkan. Kriminalitas atas nama agama harus ditindaktegas. Namun kerukunan antar umat beragama harus tetap diupayakan.

Jika kamu termasuk orang-orang yang ingin menjadikan agama sebagai pemicu kerusakan di bumi, maka saya akan berada berseberangan denganmu. Saya akan menjadikan agama sebagai berkat bagi seluruh alam semesta. Dan saya yakin, saya tidak sedang berjuang sendiri. Benar, kan?

Salam,


Nuryanto Gracia


Jumat, 12 Juni 2015

HORMATI YANG TIDAK BERPUASA DAN BERPUASA

HORMATI YANG TIDAK BERPUASA DAN BERPUASA

"Hai de, kamu tidak sopan sekali. Di sini ada orang tua sedang duduk, mengapa tidak mengucapkan permisi?" tanya seorang bapak yang sedang duduk di pinggiran jalan.

Bapak tersebut sedang duduk bersama rekan-rekan yang lainnya di bangku panjang yang terbuat dari kayu. Mereka tampak sedang menikmati sore itu dengan saling berbagi cerita. Namun sayang, kesenangan itu terganggu karena ada pemuda yang lewat tepat di depan muka mereka namun tidak mengucapkan permisi.

"Tapi ini kan jalan umum, Pak. Jadi siapapun berhak untuk lewat di sini dong, Pak? Masa harus pakai permisi segala. Harusnya bapak yang jangan duduk di pinggir jalan jika tidak mau diganggu orang lewat," bela pemuda yang mengenakan tas ransel berwarna merah itu.

"Ini memang jalan umum, saya tidak melarang kamu lewat sini, tapi kamu juga harus menghormati orang yang berada di kanan kirimu saat sedang berjalan. Gang ini sempit, kamu berdiri dan kami duduk. Saat kamu lewat, kamu lewat di depan muka kami, jadi itu tidak sopan. Di negeri ini, bukan hanya ada sarana dan prasarana tetapi juga ada norma-norma. Apakah memang norma-norma itu sudah tidak dipedulikan karena semua hanya berpusat kepada hal-hal materil?"

Selamat memasukin bulan Ramadhan rekan-rekan saya yang beragama Islam. Puasa memang tidak memaksa orang lain untuk tidak makan atau berjualan, sama seperti bapak di dalam cerita tersebut yang tidak melarang si pemuda untuk lewat. Jadi teman-teman yang berpuasa memang niscayanya menghormati hak orang lain yang tidak berpuasa.

Tapi... Umat agama lain yang tidak berpuasa pun harus menghormati yang sedang berpuasa... Negeri kita dikenal dengan sopan-santunnya. Apakah hal itu sudah hilang? Dari saya kecil, saya diajar untuk mengatakan "maaf, saya makan/minum dulu" kepada yang sedang berpuasa di sebelah kita jika memang kita sudah tidak tahan lapar. Atau sebisa mungkin jangan makan di depan muka mereka yang sedang berpuasa. Memang hak kita makan di mana saja, tapi sekali lagi kita punya sopan-santun kan? Jangan seperti pemuda tadi yang karena merasa bahwa gang itu adalah fasilitas umum maka dia berhak lewat begitu saja tanpa memperhatikan sopan-santun.

Untuk umat Kristen, Surat 1 Korintus 8:13 mengatakan,  "Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku."

Perikop dalam surat itu sedang menasihati mereka yang kuat imannya dan percaya bahwa makan-makanan berhala tidak apa-apa. Tapi penulis surat 1 Korintus mengingatkan, di antara mereka juga ada orang-orang yang lemah imannya. Jangan sampai gara-gara makanan, kita malah menjadi batu sandungan. Penulis 1 Korintus lebih memilih tidak makan makanan tersebut daripada menjadi batu sandungan. Oleh karena itu, jangan sampai gara-gara makanan kita juga menjadi batu sandungan bagi rekan-rekan kita yang sedang berpuasa.

Persaudaraan dan persahabatan jauh lebih penting dari makan dan makanan, kan?

Sekali lagi, selamat berpuasa rekan-rekan. Selamat menabur kebaikan di mana pun rekan-rekan berada.

Nuryanto Gracia

MULUT, MULUT GUE, TERSERAH GUE MAU NGOMONG APA!

MULUT, MULUT GUE, TERSERAH GUE MAU NGOMONG APA!

"Oi, tidak sopan sekali kamu. Masa kentut di depan muka orang?" tanya seorang perempuan yang berumur sekitar 30tahun.

Sekitar 2 minggu lalu, saya pindah dari apartemen ke rumah. Saya dan satu saudara saya sedang berusaha sekuat tenaga memindahkan barang-barang dari kamar apartemen di lantai 12 ke mobil di lobi lantai dasar. Saat saya sedang memindah-mindahkan barang, dekat lift ada dua orang, perempuan dan laki-laki, yang sedang berdiri memperhatikan apa yang sedang saya lakukan.

Awalnya mereka diam saja, tetapi setelah saya berkali-kali bolak-balik di depan mereka, mereka mulai membicarakan saya dan saudara saya.
Terdengar jelas di telinga saya yang perempuan berkata, "Pelit banget yah, bukannya sewa OB, biar dibantuin ngangkatin barang-barangnya."
Lalu yang pria membalas, "Biasalah orang mau hemat kaya gitu."

Setelah itu saya tidak mendengar apa yang mereka bicarakan karena saya harus kembali ke kamar mengambil barang yang lain. Tetapi saat saya kembali melewati mereka, saya mendengar kembali yang perempuan berkata, "Aduh nih orang, mengganggu pemandangan aja. Orang lagi santai malah bolak-balik terus."

Dalam keadaan lelah, dan keringat mengucur deras, ditambah mendengar perempuan yang meracau menyakitkan, ingin rasanya marah saat itu juga. Untuk pindahan dari apartemen jelas tidak mungkin pilih-pilih jalan karena cuma ada jalan itu. Saya juga sudah memilih jam yang tepat untuk pindah yaitu saat orang pergi bekerja. Namun entah kenapa mereka terganggu dengan kegiatan saya.

Sambil mencoba menahan amarah, saya meletakkan lemari di lantai lalu menghampiri perempuan tersebut, "Maaf Mbak, jika tidak mau membantu kami dengan tenaga, setidaknya jangan menggangu kami dengan mulut Mbak. Jika mbak meresa terganggu dengan saya yang bolak-balik, silakan masuk kamar saja karena ini adalah jalan umum."

Dengan seenaknya dia membalas, "Yeeee... terserah saya dong mau ngomong apa. Mulut juga mulut saya."

Sambil tarik nafas panjang, saya meninggalkan perempuan itu lalu kembali mengangkut barang-barang saya. Saat saya melewati perempuan itu kembali, dia masih juga meracau, "Orang miskin, malah sok-sokan tinggal di apartemen."

Saya mendekati perempuan tersebut yang sedang jongkok sambil meracau. Saya membalikkan tubuh saya sehingga pantat saya tepat di depan mukanya. Lalu saya kentut tepat di depan mukanya. Sontak marahlah dia, dan membentak saya seperti kalimat di awal tulisan ini.

Saya pun menjawabnya, "Suka-suka saya dong. Pantat kan pantat saya, mau kentut di mana juga boleh. Mbak aja boleh suka-suka menggunakan mulutnya, masa saya ga boleh suka-suka menggunakan pantat saya?"

Jika semua orang menganut prinsip, "Badan, badan gue, terserah gue mau melakukan apa," entah akan serusak apa dunia ini.

Karya: Nuryanto Gracia

#Hacil

Selasa, 21 April 2015

HARI KARTINI, PEREMPUAN DAN ALKITAB

HARI KARTINI, PEREMPUAN DAN ALKITAB

Perempuan seringkali menjadi objek diskriminasi kaum pria, bahkan ayat-ayat suci dijadikan alat pembenarannya. Alkitab, sebagai kitab suci umat Kristen pun menjadi salah satu pembenaran yang sering dipakai. Mari kita simak lebih teliti apakah benar Alkitab memandang perempuan serendah itu.
1. Saat Allah menciptakan manusia, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambarNya (Kejadian 1:27). Tidak hanya lelaki yang segambar dengan Allah, tetapi perempuan juga. Jadi laki-laki dan perempuan sederajat.
2. Pada saat Tuhan membentuk perempuan dari tulang rusuk Adam, banyak di antara kita yang menganggap perempuan itu lemah sehingga perempuan dianggap makhluk lemah. Padahal, kata yang dipakai dalam bahasa Ibraninya adalah bana (Kejadian 2:22). Kata bana sering dipakai untuk membuat sesuatu yang keras dan kuat seperti kota, menara, mezbah atau benteng. Jadi, Tuhan ingin mengatakan bahwa perempuan adalah makhluk yang kuat.
3. Perempuan disebutkan sebagai penolong yang sepadan (ezer kenegdo, Kejadian 2:18, 20). Seringkali kita mengartikannya bahwa perempuan adalah pembantu laki-laki, yang kedudukannya lebih rendah dari laki-laki. Padahal kata ezer (penolong) dalam perjanjian lama sering dipakai untuk Allah sebagai penolong, dan juga dipakai untuk pertolongan Israel. Jadi sekali lagi, ayat tersebut ingin mengingatkan bahwa perempuan kuat. Penolong juga bukan berarti lemah. Justru seseorang dapat menolong karena dia memiliki kelebihan dari yang ditolongnya.
4. Dalam Perjanjian Lama, kata laki-laki dan perempuan dalam hubungannya sebagai suami-istri, menggunakan permainan kata yang menarik yaitu is (laki-laki) dan issa (perempuan). Saat suami memanggil istrinya, issa, maka dia juga memanggil dirinya sendiri. Saat dia mengingat istrinya, maka dia mengingat dirinya sendiri. Saat dia mengasihi istrinya, dia mengasihi dirinya juga. Saat dia menyakiti istrinya, dia menyakiti dirinya juga. Bahkan permainan kata ini semakin menarik, jika kita membaca Kejadian 2:24, yaitu saat is bersatu dengan issa, maka terciptalah kehidupan yang baru. Sedangkan saat adam (manusia) bersatu dengan adama (tanah) terciptalah kematian (Kejadian 3:19). Jadi, perempuan bukanlah pembawa kematian, dia adalah pembawa kehidupan. Dia adalah bagian dari diri kita. Ingat, saat kita menyakitinya, itu artinya kita menyakiti diri sendiri.

Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang bercerita tentang perempuan yang luar biasa. Tapi itu bukan berarti bahwa perempuan bisa kembali mendiskrimanasi laki-laki karena merasa dirinya lebih kuat. Yang perlu kita ingat adalah laki-laki dan perempuan setara.

Selamat Hari Kartini.
Laki-laki, mari menghargai kaum perempuan.
Perempuan, mari hargai diri sendiri.

Salam,
Nuryanto Gracia

Rabu, 15 April 2015

KRITIKUS BODOH

KRITIKUS BODOH

Saya menulis, "Kendaraan pribadi banyak yang masuk busway."

Lalu ada yang mengkritik, "Katanya penulis tapi logikanya tidak jalan. Mana bisa kendaraan masuk busway. Hahaha."

Saya jawab, "Mengkritik boleh, tapi coba diupayakan tahu apa yang dikritik. Mengkritik beda dengan bertanya. Busway berbeda dengan transjakarta."

Ada lagi, saya menulis, "Sejak hari ini, mereka resmi berpacangan."

Ada lagi yang mengkritik, "Begini nih yang bikin Indonesia rusak, jika penulisnya cuma bisa bahasa alay. Pasangan malah ditulis pacangan."


Saya jawab, "Begini nih yang bikin Indonesia rusak. Merasa tahu bahasa Indonesia tapi tidak tahu bedanya pacangan dan pasangan. Mengkritik boleh, tapi usahakanlah tahu apa yang dikritik."


Teman-teman, tidak ada yang salah dengan memberikan kritikan, tapi mengkritiklah yang cerdas. Supaya bisa mengkritik dengan cerdas, perbanyaklah pengetahuan. Jika tidak mau, yah siap-siaplah menambahkan stok kritikus bodoh di Indonesia.

Salam,
Nuryanto Gracia

JANGAN MENAFSIR KITAB SUCI

JANGAN MENAFSIR KITAB SUCI

Saya teringat dengan percakapan di suatu hari Minggu saat selesai berkhotbah di satu gereja. Ada beberapa orang yang sedang bercakap-cakap membahas beberapa ayat di dalam alkitab. Awalnya saya hanya senyum-senyum saja mendengarkan percakapan mereka, sampai satu titik, lidah saya mulai gatal untuk berujar karena mendengar seorang Bapak mengutip ayat-ayat alkitab lepas dari konteksnya, sebut saja Mr. X.

Saya: Maaf Pak, dari tadi saya mendengarkan Bapak mengutip beberapa ayat lalu menjelaskan begitu saja tanpa melihat ayat-ayat setelah dan sebelumnya atau lebih jauh lagi tidak melihat konteks ayat tersebut.

Mr. X: Untuk apa? Tiap ayat itu punya pesannya masing-masing. Dan Alkitab itu jangan ditafsir, bisa sesat. Seperti pendeta-pendeta di sini. Baca dan terima saja apa yang tertulis, itu baru benar.


Untuk beberapa saat saya mencoba memberikan beberapa pemahaman tentang tafsir, konteks, perikop dan lain sebagainya yang berkaitan dengan alkitab hingga akhirnya dia menyeletuk.

Mr. X: Wah semakin ngawur sekali kamu. Kamu masih muda dan awam, tidak tahu apa-apa. Jadi belum mengerti apa-apa tentang firman Tuhan. Kamu juga kan belum pernah belajar di sekolah alkitab jadi belajar dulu yah... Lain kali kalo bukan bidangnya jangan sok tahu yah...

Sepertinya bapak ini tidak mengenal saya, saya juga tidak mengenal beliau.

Saya: Bapak belajar di sekolah alkitab?

Mr. X: Tentu, saya sekolah di Sekolah Alkitab selama 6 bulan. Jadi saya tahu apa yang saya ucapkan tadi, mungkin kamu yang tidak tahu apa yang kamu ucapkan.

Saya: Oh iya maaf kalo gitu Pak, saya sepertinya belajar teologi kelamaan sampai 5 tahun, jadi tidak semengerti Bapak yang belajar alkitab 6 bulan. Maaf Pak. Mari Pak, saya pulang dulu.

Saya merasa harus menyudahi diskusi tersebut karena saat rekan diskusi sudah merasa dirinya lebih tinggi dan yang lainnya lebih rendah, maka diskusi tidak lagi perlu dilanjutkan karena dia sudah merasa benar bahkan sebelum diskusi dilakukan.

Sepertinya masih banyak orang-orang yang baru belajar agama sedikit lalu merasa paling tahu segalanya. Bahkan hanya belajar 6 bulan sudah seperti mengetahui seluruh isi alkitab.
Saya juga menemui fenomenon ini di beberapa agama. Ada yang baru belajar agama sedikit lalu merasa sudah tahu segalanya. Miris.

Salam,
Nuryanto Gracia, S.Si (teol)

KATA KASAR TAK MASALAH

KATA KASAR TAK MASALAH

Di suatu ruangan, sebelum rapat dimulai

Mr. Y: Wuih A*ok mantap yah... Dia berani melawan para koruptor sendirian.

Mr. Z: Iya saya salut banget sama keberanian dan ketulusannya. Cuma sayang bahasanya kurang santun.

Mr. W: Ah buat apa bahasa santun tapi tindakannya tidak.

Mr. Z: Yah kan lebih baik kalo tindakan dan bahasanya santun.

Mr. V: Orang-orang kaya gitu udah ga pantes diajak ngomong lembut. Kalo salah, emang harus ditegur dengan keras.


Mr. Z: Tegur keras dengan kata-kata seperti "Bangsat, tai, bajingan" begitu kah?


Mr. V: Yah kalo memang perlu silakan saja. Eh udah mau mulai rapatnya, ayo kita rapat dulu.


Rapat berjalan tenang sampai pada satu titik, pemimpin rapat mengatakan Mr. V telah melakukan beberapa kesalahan fatal tapi Mr. V berusaha mengelak.

Mr. Z: Udah jelas begini buktinya ada, masih juga nyangkal. Dasar bangsat.

Mr. Y: Woi kalo ngomong dijaga. Kita lagi rapat.

Mr. Z: Diem lu tai!

Mr. W: Anda kenapa Mr. Z? Bukankah Anda orang berpendidikan? Marah boleh saja, tapi pakailah bahasa yang santun. Ini bukan di pasar.

Mr. Z: Loh buat apa bahasa santun kalo kelakuannya kaya Mr. V. Dia emang pantas dipanggil bangsat.

Mr. V: Anda lebih buruk dari saya. Seenaknya memaki-maki saya bangsat. Jika memang saya salah, tegurlah dengan baik.

Mr. Y: Betul itu, tolong ngomongnya dijaga.

Mr. Z: Loh, saya cuma meniru apa yang dilakukan A*ok. Bukannya tadi kalian bilang tidak apa? Bukannya kalian bilang lebih baik tindakan santun dibandingkan bahasa santun tetapi mulut tidak? Bukannya tadi kalian bilang orang-orang yang melakukan tindakan tidak benar harus ditegur dengan keras dan dengan bahasa kasar?

Sedang membayangkan suatu saat di setiap rapat (rapat apapun itu), jika ada anggota rapat yang salah, maka banyak yang akan langsung memaki bangsat, tai, bajingan. Masalahkah?
Sedang membayangkan, sebenarnya mereka yang mengatakan tidak apa berbahasa tidak santun saat memaki orang brengsek, apakah akan biasa juga saat mereka sendiri yang melakukan kesalahan lalu dicaci-maki seperti itu?

Jika tidak masalah ya sudah tidak apa, hanya sekadar bertanya. Hehe.


Salam,
Nuryanto Gracia

ORANG BAIK LANGKA

ORANG BAIK LANGKA

Percakapan sore dengan seorang bapak.

Bapak : Kalo ada orang yang baik, jujur, atau adil maka media akan langsung secara besar-besaran memberitakannya. Di mana-mana dijadikan bahan perbincangan. Apakah itu artinya orang baik sudah sebegitu langkanya sehingga saat ketemu satu orang baik, kita langsung heboh? Kita kasih nama aja deh orang baik seperti itu dengan sebutan 'orang langka.'

Saya : Ha ha. Bener juga yah Pak, sesuatu yang langka kalo muncul kan suka bikin heboh. Jadi pantes saja 'orang langka' muncul langsung heboh.

Bapak : Nah, biar yang langka ga cepet binasa harus dijaga yah.

Saya : Siapa penjaganya pak?

Bapak : Pemuka agama dong... mereka kan yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan

Saya : Kalo saya jadi pemuka agamanya sih ga mau

Bapak : Loh kenapa ga mau?

Saya : Kalo pemuka agama jadi penjaganya berarti pemuka agama tidak termasuk 'orang langka' juga dong?

Bapak : Kenapa begitu?

Saya : Penjaga hewan, tumbuhan atau benda-benda langka tidak termasuk sesuatu yang langka juga, kan? Yang langka kan hewan, tumbuhan dan benda-bendanya sedangkan penjaganya tidak.

Bapak : Iya juga yah...

Saya : Kalo pemuka agama dianggap penjaga 'orang langka' yah panteslah selama ini banyak pemuka agama yang tidak termasuk dalam kategori 'orang langka.'

Bapak : Betul tuh, banyak pemuka agama yang justru tidak melakukan apa yang mereka ajarkan. Kalo begitu siapa dong yang harus menjaga 'orang langka' tersebut?

Saya : Kita semua. 'Orang langka' itu ada karena ada sifat baik di dalam diri mereka. Setiap manusia sebenarnya memiliki sifat baik. Sifat itulah yang harus dijaga. Bukan hanya dijaga tetapi juga 'dikembangbiakkan.' Kalo cuma dijaga kan jumlahnya ga akan pernah bertambah dan suatu saat pasti akan punah.

Bapak : Berarti harus ada tempat untuk mereka 'mengembangbiakkan' kebaikan tersebut. Di tempat ibadah yah?

Saya : Menurut saya sih tempat yang paling tepat adalah keluarga. Keluarga lah tempat yang tepat untuk mengembangkan 'orang langka' tersebut.

Bapak : Masalahnya, keluarga yang bisa dijadikan tempat untuk 'pengembangbiakkan orang langka' itu juga udah sangat langka sekarang. Oh iya, ngomong-ngomong, kamu udah kelas berapa sekarang atau udah kuliah?

*Pertanyaan terakhirnya ga enak banget* hahaha.

ADZAN MAGHRIB

ADZAN MAGHRIB

Zia : Papi itu apa?

Saya : Itu adzan maghrib...

Dulu mamanya sempat melarang anak-anak melihat adzan maghrib. Setiap ada adzan maghrib, tv selalu dimatikan atau dibuat tidak bersuara. Lalu saya mengatakan untuk tetap dibiarkan menyala. Sekarang mamanya sudah tidak pernah lagi mematikan tv saat adzan.
Tidak ada salahnya mendengarkan adzan di tv. Ini adalah realita keberagaman agama yang ada di Indonesia. Dari kecil, anak sudah harus diajarkan untuk melihat realita keberagaman agama yang ada, bukan menutup-nutupinya. Dari kecil, anak juga harus diajarkan menghargai keberagaman.
Entahlah apa jadinya Indonesia jika dari kecil anak sudah diajarkan membenci atau menolak keberadaan agama lain.

JADILAH PENGECUT

JADILAH PENGECUT

Jadilah pengecut di depan orang-orang yang tidak tahu tempat:
Tempat diskusi dijadikan tempat bertengkar
Tempat menunjukkan karya dijadikan tempat keributan
Tempat bersosialisasi dijadikan tempat pelampiasan emosi.

Mundurlah dan menghindarlah.

Tapi jadilah pemberani di depan orang-orang yang tahu tempat:
Arena pertarungan untuk bertarung
Mendan peperangan untuk berperang
Arena perlombaan untuk berlomba

Berjuanglah dan jangan menyerah sampai titik darah penghabisan.

Salam,
Nuryanto Gracia

LABELISASI

LABELISASI

A : Daripada ribut-ribut mending kita selesaikan dgn cara baik-baik. Gue tantanglu main paintball di Ancol.

B : Gue maunya main paintball di jalanan rumah gue. Brani ga?

A : Lah main paintball ada tempatnya sendiri, masa main di jalanan. Nnt malah bs menyebabkan keributan.

B : Gue maunya di situ. Mau ga?

A : Gue cuma mau main di tempat yg seharusnya. Bkn di jalanan
.
B : Ah pengecutlu. Tadi nantangin main paintball. Sekarang malah ga mau. Jgn banyak bacot makanya kalo takut. Jgn sok-sokan nantangin.


Gagal paham.
Si A kan nantangin main paintball di tempat yang seharusnya. Kalo si A gak mau nurutin permintaan si B, kenapa si A malah disebut pengecut? Kalo si A nantang main paintball di tempat seharusnya, lalu si B bersedia tapi Si A tiba-tiba bilang ga mau dengan berbagai alasan. Nah baru deh si A pengecut.
Sekarang ini, memang banyak orang-orang yang dengan mudahnya melabelisasi orang lain dengan label yang buruk, hanya karena orang lain tidak mengikuti apa yang diinginkannya.

SORAK-SORAI KONVERSI/PERPINDAHAN AGAMA

SORAK-SORAI KONVERSI/PERPINDAHAN AGAMA

Saat saya masih kuliah, ada seseorang yang pernah datang ke kelas saya dan menceritakan sesuatu yang sangat tidak menarik bagi saya. Dia bercerita bahwa dia dahulu adalah seorang Islam bahkan dia benci dengan orang Kristen dan berusaha mengislamkan orang Kristen. Tapi sekarang (pada saat dia bercerita), dia telah menjadi Kristen. Dia menyadari agamanya yang dahulu memiliki banyak kesalahan. Dia menulis kesalahan-kesalahan agamanya yang dahulu di dalam sebuah buku. Di dalam buku itu, dia tuliskan juga bahwa dalam kitab agamanya yang dahulu sebenarnya membenarkan ajaran Kristen. Di dalam buku tersebut, dia mengutip ayat-ayat Al-Quran. Dia mengatakan, dia keliling gereja dan juga pesantren untuk menunjukkan kebenaran bahwa agamanya yang dahulu salah, Kristenlah yang benar.

Mungkin banyak orang Kristen yang akan senang dan bersorak-sorai, tapi saya tidak. Saya juga menyadari teman-teman sekelas saya pun tidak terlalu senang apalagi heboh karena ada umat Islam yang masuk Kristen lalu menjelek-jelekkan agama sebelumnya. Bagi saya, silakan saja jika memang seseorang ingin berpindah agama, tapi setelah berpindah agama bukan berarti harus menjelek-jelekkan agama sebelumnya. Ceritakanlah kebaikan dari agama yang dipeluk sekarang, bukan menceritakan keburukan agama yang telah ditinggalkan. Bukankah kita seharusnya menceritakan kebaikan, bukan keburukan? Jika mau dicari-cari keburukannya, tiap agama pasti ada saja keburukannya. Selain itu, yang lama pasti akan nampak lebih buruk, sedangkan yang baru akan tampak lebih baik.

Jika ada umat Kristen yang berpindah agama, saya juga tidak akan marah-marah apalagi mencaci-maki mereka yang berpindah agama, karena itu adalah pilihan hidupnya. Tapi sebelumnya coba diklarifikasi juga apakah cerita itu benar? Apakah tokoh itu ada, atau jangan-jangan hanya tokoh fiktif?
Seperti berita ini misalnya,
http://www.pkspiyungan.org/…/saya-masuk-islam-pengakuan-men… (Berita tentang Theresia Cindy yang masuk Islam)
http://www.pkspiyungan.org/…/usai-theresia-cindy-tan-masuk-… (Berita tentang gereja yang mengamuk karena cindy masuk Islam)
http://m.kompasiana.com/…/fairy-tale-theresia-cindy-tan.html
(Telaah lebih lanjut tentang berita di atas)
https://joycelynaralar.wordpress.com/…/lions-club-at-manil…/
(Foto asli theresia ternyata diambil dari foto orang Filipina)

Lalu keluar klarifikasi bahwa fotonya sengaja tidak memakai foto asli untuk melindungi Cindy dari amukan. Yah kalo gitu tinggal cek nama Theresia Cindy di UKI saja karena katanya dia dosen di sana. Mungkin nanti setelah namanya tidak terdaftar di UKI, akan ada klarifikasi lagi bahwa namanya pun sengaja disamarkan agar aman.

Saya tidak terlalu peduli dengan klarifikasi berikut-berikutnya, karena bukan itu masalahnya. Saya hanya ingin mengingatkan, klarifikasi setiap berita yang kita dapat. Jangan sampai karena ada berita umat agama lain masuk agama kita, kita langsung begitu senangnya. Apalagi ditambah bumbu dia dari pesantren atau mahasiswa teologi, dia dulu ustadz atau pendeta, dia dulu rajin di mesjid atau gereja. Klarifikasi terlebih dahulu, jangan langsung terima ceritanya mentah-mentah.

Seandainya pun ceritanya benar, sekali lagi saya tidak terlalu tertarik dengan mereka yang berpindah ke agama yang baru dengan menjelek-jelekkan agama sebelumnya. Bagi saya itu sama saja seperti orang yang baru menemukan rumah makan yang lebih enak, lalu menjelek-jelekkan rumah makan sebelumnya. Aneh, kan? Kenapa tidak menceritakan keenakan makanan atau kelebihan pelayanan di tempat makan yang baru. Jika memang tempat yang baru sesuai dengan seleranya, maka dia akan pergi juga ke tempat tersebut.

Salam,
Nuryanto Gracia

Jumat, 02 Januari 2015

SAVE WATER (MOTIVATIONAL MAGIC)

 SAVE WATER (MOTIVATIONAL MAGIC)

Sulap juga bisa digunakan untuk kampanye menyelamatkan bumi dan bijak menggunakan HP. Ayo hemat air dan bijak menggunakan HP mulai dari sekarang.



Salam,
Nuryanto Gracia
IG: @nuryantogracia

Selasa, 30 Desember 2014

TAHUN BARU, AKUMULASI HARI

TAHUN BARU, AKUMULASI HARI

Oh Tahun Baru, kau seakan menjadi Tuhan Baru
Yang membawa harapan baru bagi kami yang jemu
Jemu dengan kesulitan yang entah kapan berlalu
Seakan tak akan selesai jika belum datang Tahun Baru

Kami sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan
Agar tahun baru tidak terlewat dengan memalukan
Bahkan kami juga sibuk berupaya untuk melupakan
Segala kenangan di tahun ini yang begitu menyakitkan

Padahal tahun baru sama seperti hari-hari lainnya
Hanya berupa pergantian dari satu detik ke detik lainnya
Perubahan dari satu hari ke hari berikutnya
Lalu mengapa kami begitu mengagungkannya?

Tahun baru sesungguhnya adalah bentuk akumulasi
Dari setiap detik yang terkumpul menjadi hari
Tahun baru juga sesungguhnya adalah akumulasi resolusi
Yang dilakukan bukan setiap tahun melainkan setiap hari

Selamat menikmati akumulasi hari yang telah kita isi selama ini. Jika akumulasi hari di tahun ini tidak mengenakkan, maka perbaikilah akumulasi hari di tahun berikutnya. Itu artinya, kita harus mengisi tiap hari dengan hal-hal berarti sehingga akumulasi yang terjadi adalah akumulasi kebaikan bukan kebalikan, dari kebaikan yang kita harapkan.

Salam,
Nuryanto Gracia

Senin, 29 Desember 2014

KUMPULAN VIDEO SULAP MOTIVASI

KUMPULAN VIDEO SULAP MOTIVASI

Teman-teman, berikut ini saya lampirkan beberapa video sulap motivasi yang saya buat. Saya jarang aktif di blog tetapi aktif di instagram (@nuryantogracia) dan youtube (youtube.com/0104ng).



Ada juga gospel magic




Ada juga contoh sulap untuk presentasi asuransi



Atau sulap untuk membaca puisi



Jadi, sulap bisa digunakan untuk berbagai hal yang positif.

 

AKHIR KATA, AYO BELI BUKU TERBARU SAYA "KARET MOTIVASI"
 




Minggu, 21 Desember 2014

SELAMAT NATAL JANGAN MERUSAK KASIH SAYANG

SELAMAT NATAL JANGAN MERUSAK KASIH SAYANG

Sebelum membaca lebih lanjut, perhatikan terlebih dahulu mengapa tulisan ini saya buat. Tulisan ini saya buat bukan untuk memaksa umat muslim agar memberikan selamat natal kepada umat kristen. Bagi yang ingin mengucapkan silakan, dan yang tidak ingin juga silakan. Sesungguhnya ucapan selamat natal bukanlah bagian terpenting dari natal itu sendiri. Yang terpenting dari natal adalah lahirnya kasih di dunia. Jangan sampai gara-gara sekadar ucapan, kasih yang seharusnya lahir justru tergerus keegoisan masing-masing.

Tulisan ini dibuat dengan beberapa tujuan:
1. Umat Muslim tidak saling menghujat atau memurtadkan saudaranya karena ucapan selamat natal. Pengharaman ucapan selamat natal bukanlah satu suara di agama islam sendiri. Para ulama pun terbagi menjadi dua mengenai hal ini. Bacaan lebih lanjut silakan baca di sini Ulama Tentang Ucapan Selamat Natal.

2. Umat Kristen tidak menganggap bahwa seluruh umat Muslim mengharamkan mengucapkan natal, karena seperti yang telah dituliskan di poin nomor 1, ulama Islam pun tidak satu suara.
3. Umat Islam tidak menganggap apa yang diajarkan oleh ulama Islam (yang mengharamkan ucapan natal) tentang kekristenan sebagai satu-satunya pandangan tentang kekristenan, karena kristen pun tidak satu suara. Kristen terdiri dari banyak aliran.
4. Umat Islam tidak salah tangkap tentang simbol-simbol kekristenan. Tidak tertukar antara pernak-pernik pesta dengan simbol kekristenan.
5. Menyuguhkan pandangan tentang natal berdasarkan segi bahasanya sendiri, dan menunjukkan bahwa mengucapkan selamat natal tidak sama dengan mengucapkan kalimat syahadat atau menerima Yesus sebagai juruselamat. Karena untuk menerima keselamatan Kristus tidak sesederhana mengucapkan selamat natal.

Mari kita mulai pembahasannya. Ucapan selamat natal tidak ada hubungannya dengan keimanan atau pengakuan bahwa Yesus Kristus Tuhan, apalagi sampai menjadi bukti bahwa seseorang tersebut telah masuk dalam agama kristen. Berikut ini penjelasannya:
1. Proses inisiasi dalam kekristenan tidak dilakukan melalui satu atau dua kalimat melainkan melalui penyerahan diri secara utuh dimulai dengan proses baptisan dan dilanjutkan dengan mengabdikan diri secara penuh untuk mengikuti Kristus di seluruh waktu dan aspek kehidupan.
2. Natal berasal dari bahasa latin yang artinya lahir. Bukankah kita sering mendengar frasa "Dies Natalis"? Frasa itu artinya sama seperti Selamat Natal atau Selamat Ulang Tahun, yang biasa dipakai untuk memperingati hari ulang tahun suatu universitas. Apakah mengucapkan Dies Natalis juga diharamkan?
3. Kata Natal dalam KBBI memiliki arti: 1 kelahiran seseorang; 2 kelahiran Isa Almasih (Yesus Kristus). Apakah ada di sana arti yang menunjukkan natal sebagai pengakuan iman bahwa Yesus adalah Tuhan? KBBI memberikan dua arti pada poin kedua, yaitu Isa Almasih dan Yesus Kristus yang artinya Natal itu berlaku untuk umat Islam dan juga Kristen sebagai peringatan akan lahirnya Nabi Isa Almasih (dalam Islam) dan Yesus Kristus (dalam Kristen).
Mengenai hal ini, ternyata telah ada yang membuat videonya terlebih dahulu sebelum saya membuat tulisan ini, mari kita simak:

Mungkin akan ada yang mengatakan, "Tetapi Nabi Isa tidak lahir tanggal 25 Desember. 25 Desember itu lahirnya dewa matahari." Nah kalau begitu, yang menjadi masalah bukan ucapan selamat natalnya melainkan tanggalnya, kan? Mengenai tanggal kelahiran Yesus memang tidak ada yang dapat memastikan dan mengenai penyembahan terhadap dewa matahari jelas kekristenan tidak melakukan itu. Pembahasan lebih lanjut mengenai 25 Desember dan kelahiran Yesus bisa dibaca di sini
Natal dan 25 Desember 
atau bisa baca di Penetapan 25 Desember (di dalam website tersebut juga dijelaskan tentang pemaknaan ulang Natal sebagai hari lahirnya pencerahan bagi dunia, jadi siapapun dapat ikut memaknai natal menurut pemahamannya masing-masing).
4. Ucapan Selamat Natal bukanlah basa-basi seperti yang diungkapkan oleh para ulama yang tidak melarang untuk mengucapkan natal. Ucapan "Selamat" sesungguhnya adalah doa. Namun memang banyak dari antara kita yang saat ini menjadikan ucapan "Selamat" sebagai basa-basi sehingga ucapan selamat pagi menjadi "pagi" saja. Padahal dalam ucapan "Selamat Pagi" ada sebuah doa agar orang yang diucapkan selamat pagi tersebut dapat selamat, sejahtera, sehat dan semua hal-hal baik terjadi pada pagi itu. Hal ini jugalah yang menjadi alasan mengapa ada beberapa pendeta yang tidak menyetujui apabila dalam doa kita menyapa Tuhan dengan "Selamat pagi, Tuhan." Tuhan adalah yang MahaKuasa, mengapa harus kita doakan supaya Dia selamat? Oke, itu pembahasan tersendiri. Kita fokus kembali kepada selamat natal. Jelaslah bahwa selamat natal adalah sebuah doa agar orang yang merayakan natal (apapun itu pemaknaannya terhadap natal) dapat selamat, sejahtera, sehat dan semua hal-hal yang baik. Dan sekali lagi, tidak ada pengakuan keimanan kepada Yesus di dalam ucapan selamat itu.

Sekarang, mari kita lihat kesalahpamahan mengenai simbol-simbol natal. Topi sinterklaus, sinterklaus, dan pohon natal  tidak ada hubungannya dengan inti keimanan umat kristen. Topi sinterklaus jelas tidak bisa disamakan dengan jilbab. Jilbab bersentuhan langsung dengan iman umat muslim sedangkan topi santa tidak. Tidak pernah disebutkan dalam alkitab satu ayat pun mengenai santa, topi santa dan pohon natal. Santa, topi santa dan pohon natal tidak ada hubungannya dengan Yesus sama sekali. Itu hanyalah penyemarak pesta (yang lahir karena konstruksi budaya) sehingga apabila ada non-kristen mengenakan pernak-pernik tersebut, tidak akan murtad.

Lagu-lagu seperti Jingle Bells, White Christmas dan All I Want For Christmas Is You bukanlah lagu-lagu yang berhubungan dengan iman kristen mengenai natal. Itulah kenapa banyak pendeta yang mulai melarang lagu-lagu tersebut masuk ke dalam ibadah natal. Silakan rekan-rekan cek kembali lirik lagu-lagu tersebut. Tidak ada satu pun kalimat yang menceritakan tentang kelahiran Yesus atau iman kepada Yesus. Lagu ibadah kristen harus merujuk kepada peristiwa Kristus. Jadi, seandainya umat non-kristen ingin menyanyikan lagu-lagu tersebut pun tidak masalah, tidak akan menjadi murtad karena sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yesus.

Apabila setelah membaca penjelasan ini rekan-rekan masih tidak ingin mengucapkan Selamat Natal, silakan saja. Itu hak masing-masing orang. Namun, sama seperti tujuan tulisan ini dibuat, pesan saya adalah jangan gara-gara ucapan selamat natal, rekan-rekan saling menghakimi rekan-rekan seagama dan juga jangan mudah terprovokasi mengenai pengenaan simbol-simbol kekristenan. Telaah kembali apakah benar itu adalah simbol-simbol kristen atau hanya pernak-pernik pesta yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan iman kepada Yesus. Jangan cepat menghakimi atau merasa benar hanya karena baru tahu satu sisi dari kehidupan kekristenan. Kehidupan kekristenan memiliki banyak sisi.

Akhir kata, Natal adalah bukti bahwa Tuhan begitu mengasihi dunia. Jangan merusaknya dengan saling membenci. Mari kita saling mengasihi.

Salam,
Nuryanto Gracia, S.Si (teol)

Senin, 08 Desember 2014

SUPIR TAXI EAGLE YANG EDAN

SUPIR TAXI EAGLE YANG EDAN

Selama ini kita sering mendengar berita tentang supir taxi yang melakukan tindakan kejahatan. Saat ini saya akan menceritakan seorang supir taxi eagle. Taxi eagle merupakan bagian dari express group. Menurut supir tersebut, taxi eagle baru berjalan sekitar 7bulan dan baru mempunyai 3000 armada.

Saya bersama keluarga naik taxi ini, tanpa curiga sama sekali karena melihat nama besar express. Supir ini juga bercanda akrab dengan anak saya. Saat berada di tol Cawang, macet sekali. Jalanan padat merayap. Bapak Supir ini menawarkan untuk keluar dari tol lalu berputar balik dan masuk ke tol bandara karena tidak macet. Namun saya khawatir tol bandara nanti macet juga. Saat saya sedang berpikir, dia bertanya kepada saya, "Argonya saya matikan saja, bagaimana, Pak?"

Wuih, saya kaget. Apa maksudnya? Kenapa tiba-tiba argo harus dimatikan? Dasar memang orang Jakarta, pikirannya dipenuhi oleh kecurigaan.


Daripada mikir macam-macam saya memutuskan untuk bertanya, "Kenapa harus dimatikan, Pak?"


"Biar argonya ga jalan terus, Pak. Kasihan nanti Bapak bayarnya mahal. Ini macet banget soalnya. Nanti argonya dinyalain lagi kalo udah masuk tol bandara," jawab bapak supir dengan ramah.
 

Saya tertegun sekaligus tersentuh. Bapak ini benar-benar edan, di antara banyak supir taxi yang bergembira saat macet karena bisa dapat uang lebih banyak, dia justru memilih mematikan argonya demi saya. Bukan hanya itu, pak supir yang inisial namanya NF terus menerus mematikan argo selama mobil berjalan. Katanya jika tidak ditekan tombol stop secara berkala, argonya bisa jalan terus.

Terimakasih atas kebaikannya yah, Pak. Maaf saya hanya menulis inisial nama Bapak karena takut nanti Bapak mendapat masalah dengan perusahaan Bapak. Kiranya Tuhan melimpahi Bapak dengan segala kebaikan.

Salam,
Nuryanto Gracia

LIFT MATI, MENARIK

                                                              LIFT MATI, MENARIK


12 Lantai harus saya turuni dan naiki, tidak sendiri tetapi sambil menggendong anak berumur 2th dengan berat 12kg. Itu semua terjadi karena lift di apartemen mati semua. Awalnya saya ingin berdiam diri saja di kamar dan tidak mau terlibat dengan masalah lift mati tersebut. Tetapi karena Raito (anak berumur 2th tersebut) harus gunting rambut (walau tidak begitu mendesak juga), saya memutuskan untuk terlibat dalam masalah lift mati tersebut.

Saya merasa, dalam masalah ini pasti ada yang menarik, baik untuk dipelajari maupun disyukuri. Oleh karena itu, saya tidak mau melewatkan hal menarik tersebut. Saya mulai menuruni tangga, dalam perjalanan saya bertemu dengan petugas isi ulang air yang sedang menggendong galon sambil menaiki tangga seundak demi seundak. Saya bertemu pula dengan orang-orang yang menaiki tangga menuju lantai mereka masing-masing. Belum ada hal menarik bagi saya saat itu.

Hal menarik baru terjadi setelah Raito selesai gunting rambut dan itu artinya saya harus menaiki tangga sampai lantai 12 sambil menggendong Raito. Saat turun sih tidak terasa beratnya, tapi saat naik...wuih pasti terasa banget. Maksud hati ingin menunggu lift nyala, namun tiba-tiba hati tergerak melihat petugas air isi ulang yang tadi berpapasan saat saya turun.

Terlihat 4 galon berisi air penuh, siap digendong bergantian menaiki beberapa anak tangga. Perjuangan berat sepertinya, lebih berat dari perjuangan saya. Semangat pun bangkit untuk meneruskan perjuangan kembali menuju lantai 12. Manusia memang aneh, seringkali termotivasi karena melihat penderitaan orang lain, seringkali bersyukur karena melihat ada orang lain yang lebih menderita dari dirinya.

Pendakian lantai demi lantai pun dimulai. Dalam perjalanan saya berpapasan dengan penghuni yang lain, dan uniknya kami saling menebar senyum, padahal sama-sama sedang 'terluka.' Dan lebih anehnya saya dimotivasi oleh senyuman-senyuman tersebut? Apakah ini yang disebut "yang terluka membalut yang terluka?"

Sungguh menarik memang lift mati ini. Kami yang tidak pernah bertegur sapa, kini harus bertukar senyum. Bahkan ada seorang anak yang berujar kepada ibunya, "Seru yah, Ma?" Ada juga yang berujar, "Jadi keringetan, biasanya kedinginan di kantor, mobil dan kamar."
Dan yang lebih menarik lagi, saat saya sampai di lantai 12, ada perempuan cantik yang menyambut saya dengan tawa dan pelukkan. Seakan menertawakan sekaligus menghargai perjuangan saya.

Dalam masalah, mungkin ada yang menarik, entah untuk dipelajari atau sekadar disyukuri.


Salam,
Nuryanto Gracia

Senin, 10 November 2014

JIKA CINTA (SULAP MOTIVASI)

JIKA CINTA (SULAP MOTIVASI)

Pernah memotivasi menggunakan sulap? Mari kita bermain motivasi dengan sulap.

Persiapkan alat:
Kotak dan uang kertas

Efek Permainan:
Kotak kosong muncul uang kertas

Permainan dan Pesan:

Rahasia Permainan:
 

Berhubungan dengan Sulap Motivasi, saya baru menerbitkan satu buku berjudul Karet Motivasi.
Buku ini berisi 20 permainan sulap yang berisi pesan-pesan positif. Kita diajarkan bermain sulap yang tidak pakai bohong dan memotivasi dengan cara yang kreatif. Buku ini dilengkapi dengan foto-foto permainan tahap demi tahap, dan juga video tutorial yang mempermudah kita belajar trik sulap di dalam buku tersebut.
Buku ini cocok untuk guru, guru sekolah minggu, pengkhotbah/pendakwah/penceramah dan motivator.
Harga buku Rp 45.000

Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi:
www.penerbitkosong.com
www.facebook.com/penerbitkosongg
penerbitkosong@gmail.com

Senin, 27 Oktober 2014

SUMPAH! GUE PEMUDA!

SUMPAH! GUE PEMUDA!


Sumpah! Gue Pemuda!
Bukan sekadar pemuda
Gue adalah pemuda berguna
Yang tidak hanya asik dengan dunia maya


Sumpah! Gue Pemuda!
Yang akan maju paling depan
Saat sang Garuda dilahap setan
Setan yang membawa-bawa nama Tuhan

Sumpah! Gue Pemuda!
Yang sadar bahwa bukan cume gue yang ada di sini
Yang tidak menganggap dunia ini milik kalangan sendiri
Yang sadar bahwa hidup memang harus saling berbagi dan mengisi

Sumpah! Gue Pemuda!
Yang akan menghiasi dunia dengan karya
Bukan yang hanya bisa banyak gaya
Lenggak-lenggok di depan kamera


Salam,
Nuryanto Gracia
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

Delete this element to display blogger navbar