SMS
Kamis, 24 Maret 2011
SMS
Pedagang.
Pedagang.
Jadi pedagang itu mudah, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. SD pun bisa dagang, masa jadi sarjana Cuma jaga toko ? Mungkin itu pengalamannya. Orang lain belum tentu punya pengalaman yang sama seperti dirinya. Maklumlah dipikirnya saya hanya nongkrong doang, Uang dari orangtua, modal usaha dari orangtua dsb. Yang saya alami dagang itu susah. Tidak semua orang bisa berdagang. Senyum harus ditebar walau hati sedang muram , kesal, banyak hutang dsb. Perputaran uang harus secepatnya dengan uang minim alias punya ala kadar saja. Belum lagi urusan pembelian harus cash, barang apa yang laku dsb. Masalah karyawan, masalah gaji , masalah minta “cuti”,” musibah “keluarganya dan masih banyak lagi. Pembelinya punya sifat bermacam-macam. Ada yang pengertian, tidak bawel, belanja borong, langganan tetap dsb. Yang gawat, pembelinya baweeell bukan hanya perempuan yang bawel. Acak-acak barang, belum tentu beli. Yang bayar pakai uang palsu, yang mencuri kesempatan walau prosentasenya kecil tapi mengganggu.
Keuletan , dukungan dari orang-orang terkasih, pengharapan kepada Tuhan, tidak bersungut-sungut, tidak berpikir negatif misalnya hari ini sepi, hujan dsb. Berapapun yang kau dapat hari itu adalah berkat dari Tuhan. Pantang menyerah, melihat peluang/kesempatan yang berkenan pada Tuhan, lihatlah kasih & pemeliharaan Tuhan atasmu.Mengeluuuuhhhh !
Mengeluuuuhhhh !
Sudah sering menemui orang yang mengeluh ? Mungkin kita sering mendengar keluhan orang atau mungkin kita sendiri pengeluhnya ? Saya pernah berteman dengan pengeluh selama 3 tahun. Topiknya sama, masalah tidak punya uang. Dia punya usaha kecil-kecilan dengan berjualan kue. Dia berbakat dalam membuat macam-macam kue. Hasil/pendapatannya lumayan banyak. Tapi tiap hari datang kepada saya untuk mengeluh hal itu.
Akhirnya saya bersembunyi dari dirinya. Dia merasa bahwa saya itu menghindarinya. Makanya kalau ketemu, diapun pura-pura tidak kenal. Kebetulan pikirku, kalau dia senyum barulah kubalas senyumnya.Jujur saya takut padanya karena keluhannya . Berkali-kali saya menolongnya , menolong anaknya yang sakit. Mengantar anaknya ke rumah sakit, bayar transportasi & biaya berobat ke dokter.Bukannya berterimakasih, ada saja “tidak bersyukur” yang dikeluhkan. Misalnya anaknya nangis terus , berhubung anaknya minta dirahasiakan kepergian kami ke RS. Ibunya bingung, saya buka rahasianya bahwa anaknya ada “benjolan”. Anaknya takut mati tetapi mau mati daripada harus menderita. Mengapa saya tidak ceritakan ke ibunyalah, takut menderita “kanker”, bagaimana biayanya dsb. Ada lagi anaknya yang lain, berobat ditemani saya. 2 hari makan obat menjadi lebih baik. Hari ke-3 mengapa jadi parah ? Sayangnya cerita padaku seminggu setelah kejadian dan saya dipersalahkan kok dokternya payah buat anaknya tambah parah. Lha harusnya anaknya balik lagi ke dokter supaya dokter bisa meneliti lebih lanjut. Ketika lebih baik 2 hari, tidak ada cerita yang bagus pada saya.
Setelah bersembunyi sekian lama, kira-kira setahun lebih. Saya bertemu lagi dengan dia ( ibu tersebut), dia tidak mengeluh. Wah suatu pertanda yang bagus ! Lain waktu saya bertemu lagi & tidak ada lagi keluhan keluar dari mulutnya. Ketika saya bercerita pada adikku, adikku cerita bahwa si tante bilang bahwa jadi orang tidak boleh mengeluh .
Kini kehidupannya jauh lebih baik , dipulihkan & benar-benar mengucap syukur bukan hanya lip service.Merry
Motivator-motivator sukses.
Motivator-motivator sukses.
Saat ini banyak sekali motivator-motivator. Melihat sukses seseorang & melihat peluang yang ada, membuat banyak motivator bertaburan dimana-mana. Apakah salah ? Tidak juga. Siapa yang tidak ingin dieluk-elukan, berbondong-bondong orang mendengar motivasinya yang bagus. Motivator yang bagus & sukses adalah orang-orang yang mengalami kegagalan-kegagalan dalam hidupnya. Kegagalan bukan hanya sekali & bukan dalam waktu instant. Proses yang menyakitkan . Dan akhirnya mereka “BANGKIT”.
Menutup lembaran lama , memulai hidup baru. Bila kita hanya mendengar saja, tidak pernah mengalami atau merasakan atau berempati , bagaimana kita bisa sukses. Begitu juga Firman Tuhan yang kita dengar, tanpa praktek bagaimana kita sukses ? ( mempunyai iman & bertumbuh dalamNya).Merry
Ngapain cape-cape ?
Ngapain cape-cape ?
Kerja rajin kerja malas-malasan. Hasilnya sama Cuma dapat bonus tahunan 1x. Tulis lembur sebanyak-banyaknya toh perusahaan tidak tahu, mereka hanya lihat jam masuk-keluar. Lagipula yang untung besar adalah Perusahaannya. Yang kaya juga Perusahaan. Pekerja/ karyawan nasibnya begitu-begitu saja. Kerja sambil chatting , main BB, main game, telepon-teleponan dsb yang penting “KERJA”.
Benarkah demikian ? Mereka yang berbuat “curang” mempunyai “uang banyak”. Mereka yang jujur hanya mempunyai “sedikit uang”. Banyak orang tidak sadar bahwa berbahaya sekali bila suatu hari “ketahuan kecurangannya “ atau uang yang tidak halal ini lebih cepat habis. Mudah mendapatkannya, mudah pula hilangnya.
Kerja kita rajin mungkin melalui teman-teman kita bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Kita bisa mendapat jabatan yang lebih tinggi , financial yang lebih baik dan yang paling penting orang bisa melihat Kristus dalammu.
Merry
Berat jodoh.
Berat jodoh.
Tetanggaku umurnya sudah 47 tahun. Dia baik , rajin , manis tapi kok belum ada jodoh ? Dia memikirkan hal ini bukan dia tidak mau nikah. Dia ingin menikah tapi belum dapat pasangan. Sudah berdoa, tapi hasilnya nihil.
Temanku sudah 45 tahun, punya 2 anak. Dia berangan-angan nanti masuk ke Panti jompo. Busyet pikirannya jauh amat ? Dia bilang asyik sudah tua masuk Panti Jompo ada kegiatan, punya teman ngobrol. Panti jomponya yang ada lawan jenis jadi tidak stress. Barangkali bisa falling in love lagi.
Tua tanpa anak atau punya anak, tidak ada yang tahu hari esoknya kita. Syukuri apa yang dipercayakan Tuhan pada kita. Kita bersyukur bahwa kita sehat, punya keluarga baik , perhatian pada kita, bisa bekerja, dsb.
Saat ini lakukan bagian kita yang terbaik. Semuanya yang terbaik. Siapkan” bekal” kita pulang ke rumah Bapa di surga.
Langganan:
Postingan (Atom)