Selasa, 28 Mei 2013

BINATANG BERSUARA TUHAN

BINATANG BERSUARA TUHAN

Buku baru saya yang berjudul "Binatang Bersuara Tuhan" sebentar lagi akan terbit.Isi dan ilustrasi gambar di dalamnya pasti tidak akan membuat kamu kecewa sudah membelinya.

Penulis: Nuryanto Gracia
Ilustrator: Margareth Karis
Penerbit: Elexmedia

Jika tidak siap kemanusiaannya dikritik oleh binatang, jangan baca buku ini!
Sungguh! Kita akan merasa sakit hati setelah membaca buku ini, karena mengetahui bahwa ternyata kehidupan binatang jauh lebih baik dari kehidupan kita. Namun bagi kita yang berjiwa besar, buku ini akan sangat berguna sekali untuk melihat kekurangan kita lalu memperbaikinya. Laksana suara Tuhan yang senantiasa menunjukkan kekuarangan manusia dan membimbing kita untuk menjadi lebih baik,  para binatang di buku ini pun melakukan hal tersebut. Banyak kekurangan manusia yang dikritik oleh para binatang di buku ini, kemudian kita yang telah mengetahui keburukan kita diharapkan untuk memperbaiki dirinya.
Kehidupan binatang di buku ini bukanlah rekaan Penulis, namun dari berbagai penelitian ilmiah memang begitulah kehidupan yang sesungguhnya dari para binatang tersebut. Mungkin kita akan bertanya, “berarti para binatang juga dapat berbicara bahasa manusia?” Tentu tidak. Penulis mempersonifikasi (membuat binatang seolah-olah seperti manusia) para binatang sehingga mereka semua dapat berbahasa manusia dan juga beberapa ada yang mempunyai nama panggilan. Personifikasi ini tujuannya agar mempermudah para membaca mengerti kehidupan mereka.
Cerita dibuat selogis mungkin sehingga pembaca seperti hadir dan menyaksikan langsung percakapan tersebut. Hal-hal yang tidak logis, Penulis minimalisir sebisa mungkin. Misalnya tidak mungkin anjing yang ada di tempat bersalju di alaska dapat berbicara dengan anjing di padang, atau tidak mungkin binatang yang ada di laut dalam berbicara dengan lebah dan beberapa hal tidak logis lainnya.
Para binatang bercerita dan juga bercakap-cakap tentang kehidupan nyata mereka. Mereka tidak hanya bercerita tentang kehidupan mereka, mereka juga mengkritik kehidupan manusia berangkat dari kehidupan mereka tersebut. Memang tidak semua manusia seperti kritikan para binatang tersebut, namun pasti banyak juga manusia yang mirip seperti yang diungkapkan oleh para binatang tersebut. Jika ketika kita membaca kisah tersebut lalu kita seperti tertusuk oleh cerita tersebut, itu artinya kita yang dimaksud oleh para binatang tersebut. Siapkah kita untuk menerima kritikan? Siapkah kita untuk berubah?

Jangan lupa beli yah....
       Salam,

Nuryanto Gracia

(Ilustrator: Margareth Karis)

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar