Minggu, 02 Januari 2011

KAMEN RIDER DAN ALKITAB

Apakah Anda merasa aneh dengan judul di atas? Apa hubungannya Kamen Rider dengan Alkitab? Jangan-jangan justru kita belum pernah mendengar apa itu Kamen Rider. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang tema tersebut. Ada baiknya saya menjelaskan terlebih dahulu apa dan siapa itu Kamen Rider.

KAMEN RIDER
Kamen Rider Series yang pada awalnya di bawah judul “Masked Hero Project” diproduksi oleh Toru Hirayama (Hirayama Toru). Pada 1969, Shotaro Ishinomori, adalah orang yang terkenal di tokusatsu saat itu, mendekati Hirayama dengan komik ciptaannya Skull Man manga untuk diadaptasi dalam Masked Hero Project. Awal yang muncul dari sketsa Ishinomori adalah Skull Man, di mana senjatanya masih pukulan api napalm dan es dan sangat manusiawi karena masih belum ditambahkan unsur robotnya, cerita berkembang dan akhirnya Kamen Rider number one alias Ichigo Rider muncul sebagai akibat dari operasi manusia bernama Hongo Takeshi menjadi Cyborg Mutant belalang (grasshooper) yang sangat kuat oleh organisasi jahat Shocker.

Kamen Rider classic (ShowaRider)
 
Kamen Rider pertama tayang pada 3 april 1971, pada episode 10 terjadi peristiwa yang memburuk sekaligus awal dari legenda. Pada waktu itu Fujioka aktor dari Kamen Rider 1, terjatuh dari motor dan mengalami cedera. Otomatis dalam film berikutnya Hongo alias Kamen Rider 1 tidak dapat ditampilkan. Toei berusaha membuat cerita kembali dengan menampilkan Kamen Rider 2 dengan nama Hayato Ichimonji. Berikutnya mulai edisi 13 Hayato mengantikan peran Hongo dalam melindungi bumi sebagai Kamen Rider 2. Setelah Fujioka sembuh, maka karakter Hongo dimunculkan kembali, dan berduet dengan Ichimonji sebagai double rider. Pasangan ini kemudian menjadi terkenal dan legenda yang menginspirasi Kamen Rider berikutnya. Kamen Rider Ichigo dan Nigo juga selalu muncul di seri berikutnya dalam Kamen Rider V3, X, Amazon, Stronger) yang diputar dari tahun 1971-1976. Kamen Rider Ichigo sampai Kamen Rider Stronger merupakan satu cerita berantai yang berhubungan dan selesai di Kamen Rider Stronger.
Setelah selesainya cerita Kamen Rider di Stronger maka dibuat cerita Kamen Rider baru The New Kamen Rider (featuring Skyrider) dan Kamen Rider Super-1 yang kemudian disusul munculnya Kamen Rider ke-10, Kamen Rider ZX. ZX ini merupakan Kamen Rider yang paling unik, karena tidak diawali perencanaan yang khusus dan bermula dari gambar-gambar pick-up saja. pada Kamen Rider ZX tampil 10 rider bersama melawan organisasi jahat Badan. Proyek ini sekaligus menjadi proyek akhir dari Hirayama.
Pada tahun 1987 kembali muncul seri Kamen Rider Black yang disambung dengan Kamen Rider Black RX. Bagi orang indonesia Kamen Rider ini adalah yang paling populer, dikenang dan legendaris. Tapi ini adalah akhir dari seri Kamen Rider pada waktu itu, setelah Kamen Rider Black tidak ada lagi seri TV Kamen Rider. yang berikutnya hanya dibuat versi filmnya yang hanya sekali tayang, seperti Kamen Rider J , Kamen Rider ZO, dan Kamen Rider Shin.
Kamen Rider vakum dari tahun 1989/90an sampai 2000. Setelah Kamen Rider Black RX berakhir. Tidak ada lagi Kamen Rider Series, yang ada hanya Kamen Rider dalam bentuk Movie/sekali tayang.

Kamen Rider Modern (Heisei Rider)

Setelah 10 tahun menghilang Kamen Rider kembali muncul dengan cerita baru, desain baru dan semangat baru dengan teknologi yang lebih baik. Era ini disebut dengan Kamen Rider heisei. Diawali dengan seri Kamen Rider Kuuga pada tahun 2000. Kamen Rider ini mendapatkan rating yang sangat tinggi pada awal kemunculannya. Setelah era Kamen Rider Kuuga berturut-turut dibuat seri Kamen Rider tiap tahunnya dengan cerita yang berbeda-beda, Kamen Rider Agito (2001), Kamen Rider Ryuki(2002), Kamen Rider Faiz/555 (2003), Kamen Rider Blade (2004), Kamen Rider Hibiki (2005), Kamen Rider Kabuto (2006), Kamen Rider Den-O (2007), Kamen Rider Kiva (2008), Kamen Rider Decade (2009), Kamen Rider W (2010), Kamen Rider OOO (2010-2011).
Antara Kamen Rider Zaman Showa dengan Kamen Rider zaman Heisei terdapat beberapa perbedaan, yaitu:

1.) Perubahan konsep altered human
Rider jaman Showa :
Kamen Rider harus benar-benar manusia yang diubah total menjadi cyborg murni(contoh: Ichigo,Nigo,V3,X dan sebagainya bahkan juga ksatria baja hitam RX adalah cyborg) atau bentuk kehidupan yang lain sama sekali dari manusia normal(contoh: Shin Kamen Rider dan Amazon yang berubah secara biologis sampai tingkat selulernya), di sini kita lihat konsep murni pak Ishinomori belum berubah, selain ia yang mengarang cerita asli Kamen Rider ia juga mengawasi pembuatan serial Kamen Rider waktu itu. Konsep Ishinimori adalah manusia yang diubahkan(altered human) harus murni cyborg dan bukan berubah menjadi pahlawan Kamen Rider karena sebab lainnya. Pengecualian adalah Riderman
Rider jaman Heisei :
Kamen Rider sepeninggal Ishinomori mengalami perubahan konsep besar-besaran, di mana seseorang dapat berubah menjadi Kamen Rider jika ada alat lain(Faiz) atau diberi kekuatan mistik(Agito,Gills,Kuuga) dan sebagainya, bahkan ada juga yang berubah menggunakan kartu (Ryuki,Blade,Decade,Diend) , ada yang karena memang diwariskan secara keturunan (Kiva), dan ada yang karena latihan dan mentoring oleh seorang master(Hibiki dan kawan-kawan). Tidak ada satupun Kamen Rider Heisei yang berupa cyborg, kalau mendekati cyborg ada(G3,G3X,G4) itupun hanya baju lapis baja saja yang dipakai jadinya mirip Robocop.
2.) Jenis organisasi musuhnya
Rider jaman Showa :
Sangat jelas terlihat bahwa jaman Ichigo sampai RX terdapat organisasi jahat yang tujuannya hanya satu : World Domination (menguasai dunia). Hal ini berlangsung mulai jaman Ichigo(Shocker) sampai jaman black RX(Crisis) dan diteruskan sampai Kamen Rider J(Neo Organism)
Rider jaman Heisei :
Tidak terlihat jelas ada organisasi jahat seperti sebelumnya, tetapi umumnya tergantikan oleh ras makhluk(komunitas) yang ingin menguasai dunia dan berbagai tujuan yang bersifat menghancurkan kemanusiaan(humanity), terlihat jelas pada serial Kamen Rider Faiz versus ras Orphenoch,Kuuga versus Grongi,Agito versus Unknown,Blade versus undead,Kabuto versus worm,Kiva versus Fangire, dan ada juga yang menciptakan Rider System(Shiro Kanzaki alias masternya Kamen Rider Odin) hanya bertujuan menyelamatkan nyawa adik kandungnya sendiri(contohnya pada Kamen Rider Ryuki).
Selain adanya perbedaan, Kamen Rider Zaman Showa dan Kamen Rider zaman Heisei juga memiliki persamaan, yaitu :

KAMEN RIDER ICHIGOU (Showa Era) & KAMEN RIDER KUUGA (Heisei Era)


Perbandingan :
Bersama, mereka adalah awal dari Kamen Rider pada era masing-masing. Ichigo adalah awal dari Kamen Rider era Showa sedangkan Kuuga adalah awal dari Kamen Rider era Heisei.

KAMEN RIDER NIGOU (Showa Era) & KAMEN RIDER AGITO (Heisei Era)

Perbandingan :
Kalau dilihat sekilas Ichigou dan Nigou yang modelnya seperti kembar, begitu juga dengan Kuuga dan Agito yang modelnya juga kembar. Seperti halnya Nigou yang masih satu alur cerita dengan Ichigou, Kamen Rider Agito juga masih berkaitan dengan Kuuga walaupun tidak dalam satu cerita. Seperti diketahui, sebenarnya Agito mengambil setting yang sama dengan Kuuga, sekitar 3 tahun setelahnya, dan sempat akan ditampilkan Kuuga di serial ini, tetapi tidak jadi. Sebagai bukti, proyek G3mengambil motif dari Undefined Lifeform number 4 yang dalam series Kamen Rider Kuuga adalah Kuuga itu sendiri, dengan tujuan untuk mengatasi serangan Monster yang terjadi seperti era Kuuga. Dengan ini Agito bisa dibilang representasi dari Nigo.

KAMEN RIDER V3 (Showa Era) & KAMEN RIDER RYUKI (Heisei Era)

Motif dasar dari V3 adalah capung (dragonfly) oleh karena itu pada Heisei Era dibuatlah Kamen Rider yang berunsur kata “dragonfly”. Jadilah Kamen Rider Ryuki yang bermotif naga (dragon). Keduanya sama-sama memaksimalkan kekuatannya hingga batas kemampuannya dan sama-sama terdapat tema pertarungan antar rider.

RIDERMAN (Showa Era)& KAMEN RIDER FAIZ

Kemiripan dari Kamen Rider ini adalah sama-sama memilki banyak gadget. Tangan kanan Riderman dapat berubah menjadi senjata sesuai dengan slot yang dimasukan di sikunya. Bentuk perubahan tangan kanannya bisa bermacam-macam seperti operation arm, rope arm dan sebagainya. Sedangkan Faiz menggunakan chip untuk merubah gadgetnya menjadi senjata seperti stang motor Auto Vajin menjadi pedang laser jika disisipi chip, handphone menjadi pistol, dan sebagainya.
Helm Riderman tidak fullface berbeda seperti Kamen Rider lain yang fullface menyebabkan masih kelihatan bagian mulut manusianya, hal ini mungkin dimodifkasi pada Faiz yang mengganti mulut helm-nya denyan motif taring hiu (Jaw).

KAMEN RIDER X (Showa Era)& KAMEN RIDER BLADE (Heisei Era)

Perbandingan :
Pelafalan huruf “X” orang Jepang hampir mirip dengan bahasa Inggris “Ace”. Jadi, pada Kamen Rider Blade mengambil motif kartu truf Ace Spade (Kartu As Sekop) untuk menyamakan kesamaan antara Kamen Rider X dan Kamen Rider Blade.

KAMEN RIDER AMAZON (Showa Era) & KAMEN RIDER HIBIKI (Heisei Era)

Perbandingan :
Selalu kontroversial karena tidak mengambil motif serangga dialami kedua Kamen Rider ini walaupun berbeda masanya. Kamen Rider Amazon mengambil motif kadal raksasa di daerah Amazon dan Kamen Rider Hibiki mengambil motif setan (oni). Cara perubahan kedua Kamen Rider ini tidak meneriakan kata “HENSHIN”, Amazon berubah dengan meneriakan “AA-MAAA-ZOOON~” sedangkan Hibiki berubah dengan garpu tala tanpa berteriak “HENSHIN”. Seting tempat sama-sama di hutan dan cara bertarung mereka tidak layaknya Kamen Rider, terkesan lebih liar dan seram.
Finishing akhir kedua rider ini tidak menggunakan tendangan atau pukulan, Amazon menggunakan kuku (cakar) dan taring mulutnya untuk menghabisi lawan sedangkan
Hibiki menggunakan musik untuk menghabisi lawannya.

KAMEN RIDER STRONGER (Showa Era) & KAMEN RIDER KABUTO (Heisei Era)

Perbandingan :
Motif kedua Kamen Rider ini tidak jauh berbeda, bertanduk besar dan bermata masif besar. Perubahan ultimate dari kedua Kamen Rider ini juga didominasi oleh warna perak. Asal nama Kabuto berasal dari nama motor Stronger sendiri yaitu Kabutoroh. Bahkan terang-terangan kalau Kabuto adalah serial untuk memperingati serial Stronger sekaligus 30 tahun Toei. Desain yang sama-sama Kumbang badak dan sikap yang sama-sama mengganggap sebagai yang terkuat menjadi kemiripan yang mencolok dari kedua rider ini.

SKYRIDER (Showa Era) & KAMEN RIDER DEN-O (Heisei Era)

Perbandingan :
Skyrider adalah seri tokusatsu dari frachise Kamen Rider yang sebelumnya hampir vakum selama empat tahun. Pertama kali muncul dengan title “ATARASHI KAMEN RAIDA : SKYRAIDA” (Kamen Rider Terbaru : Skyrider). Hal ini juga muncul di Kamen Rider Den-O, “ATARASHI DEN-O” yang menghadirkan Kamen Rider Den-O Strike Form.
Tipe dari kedua Kamen Rider ini juga mirip, kalau Skyrider adalah penjelajah angkasa karena bisa terbang, maka Den-O adalah penjelajah waktu dengan kereta Denliner-nya.

KAMEN RIDER SUPER ONE (Showa Era) & KAMEN RIDER KIVA (Heisei Era)

Perbandingan :
Motif dari kedua Kamen Rider ini adalah cerita-cerita outworld. Super One mengambil motif alien sedangkan Kiva secara overall mengambil motif vampire. Bersama-sama mereka identik dengan kegelapan yaitu kegelapan luar angkasa untuk Super One dan kegelapan malam untuk Kiva.

KAMEN RIDER ZX /JET CROSS (Showa Era) & KAMEN RIDER DECADE

Perbandingan :
Tidak perlu ditanyakan lagi, kedua Kamen Rider ini adalah Kamen Rider Ke-10 pada masing-masing era. Tidak heran jika kedua Kamen Rider ini memiliki unsur angka 10. Kata “Cross” pada Kamen Rider ZX dapat ditulis huruf “X” dan berarti sepuluh pada angka romawi sedangkan kata “Decade” dari Kamen Rider Decade berarti “10 tahun” yang menandakan 10 tahun Kamen Rider Heisei Era. Motif warna dasarnya pun tidak berubah jauh. ZX dengan motif merah, garis hitam dan putih, serta mata hijau, Decade dengan motif magenta, garis hitam putih, serta mata hijau.
Keduanya sama-sama diciptakan untuk menghancurkan rider yang lain. ZX hadir hanya dalam bentuk movie bukan dalam bentuk seri seperti rider yang lain, Decade hadir dalam bentuk seri tapi dengan episode lebih pendek (31 episode). Perhatikan sabuk dari ZX adalah tanda silang/Cross, itulah yang menjadi dasar dari model Cross pada badan Decade!

KAMEN RIDER BLACK (Showa Era) vs KAMEN RIDER W/DOUBLE (Heisei Era)

Perbandingan :
Oleh karena ditutup oleh ZX dan Decade seharusnya siklus ini berakhir. Tapi kemunculan W atau disebut Double membingungkan untuk menentukan kepada siapa inspirasi W ini.
Ada empat teori mengenai hal ini:
Teori 1.
W adalah Ichigo dan Nigo, era dari W adalah era kembalinya desain Showa. Dimana wujud serangga, mata besar dan memakai selendang. Perhatikan W, persis era Showa bukan. Boleh dikatakan W adalah awal era baru, dan berarti ia adalah Ichigo (sama dengan Kuuga-awal heisei). Warna Hijaunya sama dengan Ichigo, sehingga bila ada doubel ( kamen rider W diperankan 2 orang, Shoutaro dan Philip), berarti keduanya adalah Ichigo dan Nigo.
Teori 2.
W adalah Black dan RX. Teori ini cukup mendasar dengan melanjutkan siklus setelah Decade. Mengapa bukan Black atau RX saja? Karena sosok W yang Double ini membingungkan untuk menentukannya sehingga diambil keduanya. Warna dari Black adalah Hitam dan RX adalah cenderung hijau, sehingga sama dengan warna dasar W. Black dan Rx mempunyai banyak kendaraan, termasuk mobil, sama dengan W.
Teori 3
W adalah J, bentuk body-nya mirip, apalagi helmnya, sama-sama tidak ada mulutnya dan namanya sama-sama cuma satu huruf. Persamaan lain, kedua rider ini agak ‘melenceng’ dari Kamen Rider yang sebelumnya. J bisa jadi raksasa seperti Ultraman, dan W punya dua orang yang berubah jadi satu rider
Teori 4.
W bersifat independen dan sudah terlepas dari Siklus kamen rider di atas.
Tahun 200-2011 muncul Kamen Rider OOO atau Ohz, apakah ia termasuk dalam siklus rider?  Bisa iya bisa tidak. Ada yang berpendapat dia adalah Shin, J, Zo atau RX. ada baiknya tulisan ini saya batasi sampai Kamen Rider W saja, karena Kamen Rider OOO belum berakhir ceritanya sehingga belum dapat dievaluasi.

KAMEN RIDER DAN ALKITAB

Lalu apa hubungannya Kamen Rider dengan Alkitab? Apakah pembaca berharap saya akan menghubungkan/mungkin memaksa menghubungkan Kamen Rider dengan teks Alkitab? Misalnya Kamen Rider ke-6, Hibiki, temanya ialah Oni. Oni artinya Setan, lalu dihubungkan dengan 666 maka disimpulkan bahwa Hibiki adalah setan, jadi tidak boleh ditonton, begitukah? Atau contoh yang lain adalah  Kamen Rider ke-7, Kabuto, pemeran utamanya adalah Tendou yang artinya Path of HEAVEN selain itu angka 7 dalam Alkitab sering dihubungkan dengan kesempurnaan sehingga Kabuto sangat baik untuk ditonton, begitukah?[1]
Apabila itu yang pembaca harapkan, maaf sepertinya kalian akan kecewa karena dalam tulisan ini, saya tidak akan melakukan hal tersebut, karena apabila saya melakukan hal tersebut maka itu berarti saya akan bertentangan dengan apa yang sebentar lagi akan saya bahas di dalam tulisan ini. Pembahasan yang menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar ‘pemaksaan’ teks (Alkitab) dan konteks (Kamen Rider). Oke, sampai di sini apakah kalian masih tertarik untuk meneruskan pembacaannya? Jika kalian lebih tertarik dengan ‘pemaksaan’ seperti yang saya sebutkan di atas, maka kalian bisa meninggalkan pembacaan ini dengan baik-baik karena kalian tidak akan pernah menemukan ‘pemaksaan’ teks dan konteks tersebut di dalam tulisan ini. Bagi yang masih tertarik mari kita lanjutkan.
TEKS DAN KONTEKS ALKITAB
                Masih ingat, pada tulisan di atas saya menyebutkan tentang teks (Alkitab) dan konteks (Kamen Rider)? Saya rasa pasti masih ingat. Saya akan jelaskan sedikit di sini sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam pembahasan tentang teks dan konteks Alkitab. Banyak di antara umat Kristen yang memahami bahwa Alkitab dapat dihubungkan dengan banyak hal di segala zaman. Alkitab telah berbicara semua hal, sebelum semua hal tersebut muncul/berada. Teks (Alkitab) dapat (dipaksakan) berhubungan dengan (konteks) kita masa kini atau di segala masa. Misalnya, sebelum chip itu ditemukan Alkitab telah memberikan terlebih dahulu gambaran bahwa chip itu adalah antikris yang dihubungkan dengan 666. Begitu pula dengan Kamen Rider, teks Alkitab “setan dan 666” dipaksakan berhubungan dengan konteks cerita Hibiki. Lalu teks Alkitab “Path of Heaven dan angka 7” juga dipaksakan berhubungan dengan konteks Kabuto.
                Nah dalam tulisan ini, saya akan memberikan gambaran Alkitab yang berbeda dengan gambaran tersebut di atas.  Kalian boleh setuju atau tidak setuju dengan gambaran ini, karena setiap orang bebas untuk berpendapat, iya kan? Tetapi belajarlah untuk berbahasa yang baik ketika memberikan pendapat.
                Oke, kita mulai pembahasan. Teks Alkitab selalu berhubungan dengan konteksnya. Dia tidak terlepas begitu saja.  Ketika suatu teks ditulis selalu ditujukan pada konteks tertentu (kebudayaan, pola pikir, dan kebutuhan tertentu). Saya akan berikan contoh yang mudah agar kita dapat mengerti. “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit” (Kej 7:11) perhatikan kata yang saya bold (tingkap-tingkap). Apabila kita tidak mengerti konteks pada saat itu, maka kita akan memahami secara harfiah bahwa memang langit itu bertingkap-tingkap.Apa itu tingkap? Tingkap berasal dari kata Ibrani ארבה ‘arubbah yang bisa berarti jendela, kisi-kisi ataupun pintu, yang jelas seperti ada lembaran-lembaran penutup langit. Apabila kita lihat sekarang, apakah benar di langit ada lembaran-lembaran yang menutup langit yang bisa terbuka dan tertutup? Bukankah tidak ada? Apabila kita lihat dari ilmu kosmologi masa kini, yang ada adalah awan dan atmosfer. Lalu apakah itu artinya Alkitab salah? Tidak. Itulah mengapa saya katakan kita perlu mengetahui konteks dari teks Alkitab ditulis.
                Menurut pengertian Ibrani kuno, ‘langit’ itu bagaikan mangkuk yang terletak di atas bumi dan gunung-gunung tinggi menahan langit seperti tiang-tiang (Ayb 26:11). Langit dimengerti sebagai samudra raya di langit. Ada kubah yang melingkupi bumi dan menahan samudra di langit (Kej 1: 6-7). Hujan jatuh di bumi ketika Allah membuka jendela-jendela di langit (Kej 7:11-12;Yes 24:18; Mal 3:10).[2] Jadi Alkitab tidak salah, karena Allah menggunakan seseorang untuk menyampaikan pesan-Nya melalui pola pikir mereka saat itu. Saat itu jelas kosmologi mereka tidak semaju seperti kita sekarang. Pemahaman mereka benar pada saat itu, dan tentu salah apabila dilihat dari sudut pandang masa kini. Oleh karena itu, yang mau kita lihat ketika membaca kita suci bukanlah teks harfiahnya (eksplisit) tetapi pesan dibalik teks tersebut (inplisit).
PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU SINAMBUNG (CONTINUE) SEKALIGUS TIDAK SINAMBUNG (DISCONTINUE)
Mari perhatikan kembali penjelasan tentang kamen rider di atas. Kamen rider dibagi menjadi dua era yaitu era showa dan era heisei.  Apakah era showa continue dengan era heisei? Iya. Apakah era showa discontinue dengan era heisei? Iya. Loh, apa maksudnya?
                Di atas telah dijelaskan bahwa Kamen Rider era showa dengan era heisei memiliki dua perbedaan yaitu Perubahan konsep altered human dan Jenis organisasi musuhnya. Nah di sini lah yang dimaksud Kamen Rider era showa dengan Kamen Rider era heisei discontinue. Dalam hal Kamen Rider harus cyborg murni tidak lagi dilanjutkan (discontinue) pada era heisei. Lalu juga dalam hal jenis organisasi Kamen Rider Heisei tidak lagi melanjutkan jenis organisasi seperti organisasi jahat pada era showa yang hanya bertujuan World Domination (menguasai dunia). Lalu di mana continue-nya?
                Lihat kembali persamaan di antara Kamen Rider era showa dengan era heisei. Di sanalah kita dapat melihat kontinuitas (kesinambungan) cerita antara Kamen Rider era showa dengan era heisei. Ada beberapa hal yang terus dilanjutkan dari ciri khas di era showa ke era heisei seperti yang telah dijelaskan di atas.
                Lalu apa hubungannya dengan Alkitab? Seperti kita ketahui, Alkitab terdiri dari dua bagian yaitu Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). PL dan PB sama seperti era showa dan era heisei, yaitu terdapat kontinuitas dan diskontinuitas. Mengapa kontinuitas dan diskontinuitas PL dan PB perlu kita ketahui? Dengan mengetahui kontinuitas dan diskontinuitas dari PL dan PB, kita dapat mengetahui konteks dari teks di Alkitab.
Diskontinuitas
                Pertama kita akan membahas tentang diskontinuitasnya terlebih dahulu. Banyak hal dapat dibahas di sini. Tetapi saya hanya akan membatasinya pada pembahasan mengenai Lex Talionis dan ibadah kurban. Sebenarnya masih banyak yang lainnya, seperti mengenai makanan yang haram dan halal, sunat dan lain sebagainya, namun jika semua dijelaskan saya yakin kalian semua akan bosan membacanya karena terlalu panjang.
a.       Lex Talionis
        Apa itu Lex Talionis? Lex Talionis dalam PL dihubungkan dengan hukum “mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lencur[3] ganti lencur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak” (Kel 21:24-25).  Ketika mendengar hukum tersebut kita seringkali mengaitkannya dengan hukum yang kejam, tidak adil dan tidak ada kasih. Ya, jika kita mengartikan hukum/teks tersebut lepas dari konteksnya maka pemahaman seperti itu lah yang akan kita dapatkan. Sesungguhnya Lex Talionis adalah hukum yang adil menurut zamannya. Mengapa? Karena ketika teks tersebut ditulis pemahaman yang ada adalah dipukul sekali balas dua kali bahkan berkali-kali, tusuk satu mata balas dua mati atau bahkan bunuh.
Sedangkan dalam zamannya, Lex Talionis mengajarkan tentang keadilan sebagai wujud kasih terhadap sesama. Jika satu mata dipukul maka jika ingin membalas satu mata juga yang harus dipukul tidak boleh lebih, bahkan letaknya pun harus sama, jika yang dipukul adalah mata kiri maka yang harus dipukul kembali adalah mata kiri. Begitu juga dengan gigi, apabila satu gigi copot karena dipukul maka jika ingin membalas maka satu gigi juga yang harus copot tidak boleh lebih, bahkan letak gigi yang copot pun harus sama. Kalian dapat lihat bahwa Lex Talionis mengarjakan tentang pembalasan yang proporsional yang berarti juga keadilan.
Namun demikian, hukum ini tidak lagi dilanjutkan di dalam PB (discontinue). Yesus mengatakan dalam Mat 5: 38-39 “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Mengapa Lex Talionis tidak dilanjutkan? Apakah karena hukum tersebut tidak penuh belas kasihan, kejam dan tidak adil (seperti yang mungkin selama ini kita pahami)? Tidak, bukan karena itu, melainkan karena pada era jemaat Kristen perdana[4], yang tentunya konteksnya pun telah berubah, Yesus  merasa bahwa hukum tersebut sudah tidak cocok untuk diterapkan pada zaman tersebut. Apabila kita baca PL bahkan juga masih ada di PB, perbudakan tidak dilarang walaupun juga tidak diijinkan sehingga kita menemukan banyak cerita tentang budak di dalam Alkitab. Mengapa? Karena pada zaman tersebut belum ada yang namanya HAM (Hak Asasi Manusia) yang menentang perbudakan, namun apabila kita lihat pada zaman kita sekarang perbudakan jelas dilarang. Jadi sekali lagi, konteks akan sangat memengaruhi teks.
b.      Ibadah Kurban
Rasanya sudah tidak asing lagi apabila kita membaca teks-teks dalam PL maka kita akan menemui banyak kisah tentang ibadah kurban, khususnya dalam kitab Imamat. Ada korban bakaran, sajian, keselamatan, penghapus dosa, dan banyak yang lainnya. Namun demikian, apabila kita membaca kitab PB apakah kita akan menemui kisah tentang ibadah korban? Masih, contohnya dalam Luk 2: 24 “dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.” Apabila kita cermat membaca PB maka kita akan menemui bahwa kisah-kisah tentang ibadah kurban akan kita temui dalam teks PB ketika Bait Allah masih ada. Namun demikian, setelah Bait Allah dihancurkan oleh Romawi sekitar tahun 70an, maka dalam teks yang ditulis setelah penghancuran Bait Allah tersebut maka kita tidak akan menemui lagi kisah-kisah tentang ibadah kurban (discontinue).
Mengapa? Apakah karena Yesus Kristus telah menjadi kurban sehingga tidak lagi mempersembahkan korban? Seringkali kita berpendapat bahwa dalam PB tidak ada lagi perintah untuk mempersembahkan korban karena Yesus telah menjadi korban sekali untuk selamanya. Namun apabila kita menilik dari konteks sesungguhnya yang terjadi, maka kita akan menemui bahwa alasan persembahan kurban tidak dilanjutkan, pertama-tama bukan karena pengurbanan Yesus di kayu salib. Lalu karena apa?
Persembahan korban tidak lagu dilakukan pertama-tama karena Bait Allah telah dihancurkan. Dengan hancurnya Bait Allah maka sistem keimaman turut hancur sehingga akibatnya tidak ada lagi ritus persembahan korban. Umat Yahudi pada saat itu, setelah Bait Allah hancur, beribadah di sinagoge-sinagoge dan di sana tidak ada lagi persembahan korban. Itu lah alasan pertama kali persembahan korban tidak dilanjutkan.
Lalu apa hubungannya dengan Yesus? Jemaat Kristen perdana yang masih termasuk umat Yahudi, setelah hancurnya Bait Allah seakan kehilangan jati dirinya. Oleh karena itu, untuk menunjukkan bahwa mereka juga masih keturunan Yahudi walaupun Kristen mereka akhirnya memahami memang imam besar telah tidak ada sejak Bait Allah hancur, namun dalam kekristenan mereka memahami bahwa Yesuslah yang menjadi Imam Besar mereka. Bahkan lebih besar dari imam besar mereka yang membawa persembahan korban berupa binatang, sedangkan Yesus membawa korban persembahan berupa dirinya sendiri, “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia,  —  artinya yang tidak termasuk ciptaan ini,  —  dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.”(Ibr 9:11-12).
Kontinuitas
                Seperti Kamen Rider era showa yang selain memiliki diskontinuitas juga memiliki kontinuitas dengan era heisei, PL juga memiliki kontinuitas dengan PB. Dalam hal apa? Apabila kita perhatikan penjelasan kesamaan antara Kamen Rider era showa dengan era heisei maka kita akan mendapatkan satu kata yang mewakilinya yaitu “representasi”. Kamen Rider Kuuga merupakan representasi dari Kamen Rider Ichigi, Kamen Rider Nigou representasi dari Kamen Rider Agito, dan seterusnya seperti yang telah dijelaskan di atas. Mengapa representasi perlu dilakukan? Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa walaupun konteks telah berubah, penulis ceritanya pun telah berubah, namun identitas mereka tidak berubah mereka tetap bagian dari Kamen Rider pada era showa.
                Sebenarnya banyak hal yang dapat dibahas mengenai kontinuitas dalam PB, namun agar penjelasan ini berhubungan dengan penjelasan tentang Kamen Rider maka satu kata yang akan saya pakai dalam menggambarkan mengenai kontinuitas PL dengan PB adalah “Tipologi”. Apabila dalam Kamen Rider istilah yang dipakai adalah “Representasi” maka istilah itu kurang tepat untuk menggambarkan kontinuitas PL dan PB karena untuk menggambarkan kontinuitas PL dan PB ada istilahnya sendiri, yaitu “Tipologi.” Namun demikian, penjelasan tentang representasi dalam Kamen Rider mempunyai kemiripan dengan Tipologi dalam penjelasan tentang kontinuitas PL dan PB.
                Apabila dalam Kamen Rider representasi dilakukan dalam upaya untuk menunjukkan bahwa Kamen Rider era heisei masih mempunyai hubungan dengan Kamen Rider era heisei, maka tipologi dalam PB ingin menunjukkan bahwa komunitas Kristen perdana masih mempunyai hubungan dengan umat Yahudi. Apa sebenarnya arti dari tipologi?
                Tipologi berasal dari kata Yunani, "τυπος - tupos" (kadang ditrasliterasikan "typos" kata darimana kata Inggris "type" berasal) dan "λογος - logos". Istilah tipologi atau typology dalam kekristenan adalah studi tentang tipe-tipe atau prafigur dalam Kitab Suci. Yaitu suatu penelaahan Perjanjian Lama yang cermat menyatakan unsur-unsur (disebut "tipe" atau "lambang", Yunani, "τυπος - tupos") yang digenapi di dalam kedatangan Mesias (yang merupakan "antitype"-nya). Tipologi adalah studi tentang peristiwa pada perjanjian Lama yang terdapat persesuaian di antara berbagai oknum, peristiwa, atau hal dalam Perjanjian Lama dan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.[5]
                Tipologi Yesus dengan Perjanjian Lama ada banyak sekali, di antaranya Yesus adalah Manna Sorgawi, Anak Domba, Imam Besar (seperti yang telah dijelaskan di atas), Gembala, Singa Yehuda, Pokok Anggur, Yunus, Elia, Musa, dan lain sebagainya. Namun apabila semuanya dibahas pada saat ini, tulisannya akan menjadi sangat panjang. Oleh karena itu saya hanya akan membahas satu hal saja, yaitu Yesus sebagai Musa yang baru.
                Mari kita perhatikan kisah pencobaan Yesus di padang gurun yang terdapat dalam Mat 4:1-11. Yesus di padang gurun menggambarkan pengembaraan Musa di padang gurun. Berapa hari Yesus berpuasa? 40 hari. 40 hari menggambarkan 40 tahun Musa berkelana bersama bangsa Israel di padang gurun. Yesus dicobai oleh Iblis menggambarkan tentang Musa dan umat Israel yang dicobai untuk menghujat Allah. Pada kisah Musa kita mendapati Musa dan umat Israel gagal, mereka bersungut-sungut karena lapar sehingga Allah menurunkan Manna bagi mereka. Sedangkan dalam kisah Yesus kita mendapatkan bahwa Yesus menang terhadap cobaan Iblis.
                Lalu dalam Mat 6: 30-44 kita mendapatkan kisah tentang Yesus yang memberi makan 5000 orang laki-laki yang tercatat, dengan 5 roti 2 ikan. Hal ini merupakan gambaran yang Musa yang memberikan makan Umat Israel yang kelaparan di padang gurun dengan roti Manna. Bedanya, Musa melakukan hal itu karena umatnya bersungut-sungut sedangkan Yesus melakukan itu karena belaskasihan-Nya.
                Musa memimpin umat Israel dari perbudakan di Mesir? Lalu siapa yang Yesus pimpin? Apakah umat Kristen? Tidak pada saat itu belum ada umat Kristen. Yang dipimpin oleh Yesus adalah umat Israel pada zamannya untuk keluar dari perbudakan dosa. Oleh karena itu, pada awal pelayanan-Nya Yesus berseru “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat 4:17).
PENUTUP
                Memang antara Kamen Rider dengan Alkitab tidak ada kesamaan yang identik. Namun demikian, dari penjelasan tentang konteks hidup Kamen Rider kita di antar masuk untuk mengenali konteks hidup dari teks Alkitab. Ada kontinuitas dan diskontinuitas dalam Kamen Rider ada juga kontinuitas dan diskontinutas dalam Alkitab. Ada representasi dalam Kamen Rider, ada tipologi dalam Alkitab. Sebenarnya masih ada satu kesamaan lagi, yaitu dalam Kamen Rider ada intersiklus (demikianlah saya menyebutnya). Intersiklus adalah masa peralihan dari Kamen Rider era showa ke era heisei, contohnya adalah Kamen Rider Black, RX, Zo, J dan Shin. Dalam Alkitab ada juga masa peralihan antara Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru yang disebut Intertestamental. Pada zaman intertestamental tersebut terdapat juga kitab-kitab yang ditulis, yang oleh umat katolik dimasukkan ke dalam kanon/ Alkitab mereke yang mereka sebut deuterokanonika. Kitab-kitab tersebut yaitu Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, Putera Sirakh, Barukh, Makabe I & II, Tambahan Kitab Ester. [6] Tentunya kitab-kitab tersebut memiliki teks dan konteks yang unik. Namun sayangnya, saya tidak bisa membahasnya di sini, karena saya yakin kalian telah lelah membaca tulisan yang terlalu panjang ini. Mungkin di lain kesempatan kita dapat mempelajari lebih jauh tentang zaman dan kitab-kitab intertestamental atau mungkin kalian bisa mencari sendiri di mbah google. Demikian tulisan ini berakhir, apabila ada yang mau berpendapat saya persilahkan saya yakin kalian pasti lebih banyak tahu dari saya, bukankha begitu? Boleh komentar asalkan sopan dan santun.

Karya: Nuryanto, S.Si (Teol)


[2] “Langit/Surga” dalam Alkitab Edisi Studi (Jakarta: LAI, 2010), hal. 1188.
[3] Lencur itu sejenis luka bakar
[4] Ketika berbicara tentang Perjanjian Baru maka secara otomatis kita berbicara juga tentang jemaat Kristen Perdana, karena kitab-kitab dalam Perjanjian Baru ditujukan bagi jemaat Kristen Perdana.
[6] Untuk lebih jelas mengenai kanon dan kitab-kitab deuterokanonika kunjungi http://ketozia.blogspot.com/2010/09/proses-terbentuknya-alkitab.html atau http://yesaya.indocell.net/id1001.htm

 
Sumber-sumber:
[1] http://w3y.co.cc/kamen-rider/

[2] http://kamenriderology.blogspot.com/2009/12/kamen-riderantara-terminologi-showa-dan.html


[3] Showa dan Heisei adalah nama era di Jepang. Era akan berganti apabila kaisarnya berganti. Jepang mempunyai kalender sendiri sesuai dengan pergantian kaisarnya. Era Showa berakhir tahun 1988, dari situ lanjut ke era Heisei. Tahun 2010 disebut tahun 22 heisei.
RX pertama tayang saat era Showa, tapi saat RX berakhir, udah berganti era Heisei, jadi bisa dibilang RX itu satu-satunya Rider yang tergolong ke-2 era.
Tapi lebih seringnya RX(dan ZO, J, dan Shin) digolongkan ke era Showa, karena era Heisei dimulai dari Kuuga.

[4] http://w3y.co.cc/kamen-rider/


[5] http://kamenriderology.blogspot.com/2009/12/kamen-riderantara-terminologi-showa-dan.html


[6] http://ultimaswari.wordpress.com/2010/02/27/uncategorized15-kamen-rider-dari-showa-hingga-heisei/

[7] http://lukatakamenrider.blogspot.com/search/label/Siklus%20kamen%20rider


[8] http://lukatakamenrider.blogspot.com/search/label/Siklus%20kamen%20rider

0 komentar:

Posting Komentar

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar