Minggu, 05 September 2010

JOHAN S.W. X1 SMAK 6

Namaku Tirto Bambang . Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Tirto . Aku adalah seorang detektif . Aku bekerja dibawah pimpinan bosku . Namanya adalah Wahyu , Wahyu Eka . Dia adalah seseorang yang gagah berani , pantang menyerah , dan Hard Boiled . Mungkin kalian tidak mengetahui artinya . Arti kata dari Hard Boiled adalah orang yang sudah dewasa dan memiliki ideologi yang teguh . Istilah ini kudapatkan dari film favoritku , “Kamen Rider ” . Mungkin kalian semua bertanya , “Lho koq masih suka sama Kamen Rider ?” . “Dan aku pasti akan menjawab “Daripada nonton film aneh-aneh . “
Ok , cerita bermulai ketika bosku mendapat sebuah perintah atau order dari seorang klien . Klien ini namanya disamarkan menjadi si X , jangan tanya kenapa aku memakai huruf X karena aku tidak suka ditanya . Ok awalnya si klien bosku ini meminta bosku untuk menjalankan sebuah perintah dengan bayaran yang cukup mahal . Awalnya bosku tidak mau untuk menjalankan order ini karena order ini cukup berbahaya yaitu menyelamatkan seorang anak supranatural yang ditawan oleh sebuah gang yang berniat akan menghancurkan negara ini , tapi karena ini menyangkut masa depan kotaku maka boskupun menyetujui . Lalu si X juga memberi kami sebuah koper yang aku sendiripun tidak tahu apa isi dalam koper itu .
Esok malam penyusupan dimulai . Kami menyusup ke daerah tempat dimana gang yang menangkap anak supranatural itu . Tempatnya ada di daerah X . Kami menyusup masuk kesana dengan sebuah koper yang dibawa oleh bosku . Lalu kami masuk masuk dan masuk tiba tiba sekelompok anggota dari gang tersebut keluar mereka bersenjatakan sebuah pisau yang sangat tajam dan juga mengkilau . Bosku menyuruhku untuk memegang koper yang dipegang bosku dan jangan bergerak satu sentipun dari daerah tempat aku bergerak karena bila sampai koper itu jatuh ke tangan gang tersebut maka tamatlah riwayat dunia .
Akupun menuruti kata bosku karena menyangkut masa depan dunia ini . Lalu bosku bertarung melawan segerombolan gang tersebut dengan gagah berani dan dengan dimodalkan keahlian taekwon do . Akupun terdiam sambil menunggu bosku selesai bertarung tiba-tiba ada anak yang disebutkan oleh klien kami melintasi lorong akupun berpikir kalau aku mengejarnya pasti aku akan dapat pujian dari bos tapi bos berkata jangan bergerak selangkahpun dari tempat aku berdiri . Lalu aku mengambil pilihan untuk mengejar anak supranatural itu . Akupun mengejar anak itu . Anak itu masuk ke sebuah ruang produksi . Dan ternyata disitu adalah ruang tempat produksi senjata api massal . Akupun bertanya kepada anak itu ,” Apakah kamu sang anak supranatural yang diculik oleh gang tersebut ?” . “Memangnya kenapa apa hubungannya denganmu ?”, jawab anak itu . Pada saat itu juga ketika dia menjawab seperti itu aku langsung tidak suka dengannya karena caranya memperlakukan seseorang semena-mena . Lalu aku menjawab , “ Apa kau tidak tau kalau senjata yang kau produksi ini dapat membawa kehancuran kepada dunia ini ? Apa kau tidak sayang terhadap dunia ini ?” . “Memangnya kau dapat menyalahkan orang yang bekerja di pabrik dan memproduksi senjata sebagai penjahat , tidak orang yang jahat adalah orang yang mempergunakan senjata itu demi kejahatan . Dan untuk pertanyaan tentang rasa sayangku terhadap dunia ini jawabannya adalah tidak . ” Seketika juga ketika dia selesai berbicara emosiku meluap dan rasanya aku ingin memberikan anak itu sebuah pukulan , tanpa pikir panjang aku pun langsung memukulnya . Aku memukulnya terlalu kencang sehingga ia terjatuh di atas sebuah jaring yang terbuat dari serat yang sangat kuat .
Seketika itu pula aku merasa takut dan kembali kepada bosku . Seketika saat aku kembali dan memberitahukan semuanya pada bosku dia langsung menamparku dan langsung berkata , “Aku tidak menyuruhmu untuk bergerak dari tempat ini sesentipun tapi kau telah melanggarnya dan malah memperburuk keadaan ! “ . Seketika itu juga aku merasa sangat bersalah dan merasa sepertinya aku belum pantas menjadi seorang detektif .
Wajahku langsung berubah jadi sedih tapi bosku berusaha menghiburku , “Lain kali jangan melakukannya lagi sekarang kamu tunggu disini dan biarlah aku yang membawa koper itu . “ Lalu bosku bergerak ke tempat di mana anak supranatural itu terjatuh . Akupun kali ini mengikuti kata bosku . Tapi saat hendak menolongnya datanglah para anggota gang tersebut . Anak supranatural itu berhasil diselamatkan bosku , dan bosku memberikan koper itu pada anak itu . Tapi saat bosku ingin kabur tiba – tiba kakinya tertembak dan ia dilempar jala sehingga tidak bisa bergerak . “ Larilah , bawalah anak itu beserta koper yang dibawanya itu jangan sampai dia dan koper itu jatuh ke tangan gang ini dan jangan pernah buka koper itu karena koper itu membawa masalah!” . Aku hanya bisa lari dari tempat itu karena aku tidak ingin mengecewakan bosku lagi tapi dalam hatiku terasa teriris oleh suatu benda yang sangat tajam karena aku tidak dapat menyelamatkannya .
2 tahun telah berlalu sejak peristiwa itu aku merasa sangat kecewa karena aku tidak dapat menolong bosku dia mungkin sekarang telah mati dibunuh oleh gang tersebut . Sekarang anak supranatural itu telah tumbuh besar seperti anak normal . Namanya adalah Adi Lukman . Sekarang aku tahu kenapa dia dibilang anak supranatural karena dia telah dianugerahkan kemampuan berpikir serta informasi-informasi penting sejak ia lahir .
Suatu hari pada saat hari-hari biasa tiba-tiba datanglah seorang pelanggan yang sepertinya aku mengenali orang itu . Ya dialah orang yang datang pada agen detektif kami 2 tahun yang lalu . “Tolonglah aku kembali anak muda , gang jahat itu sudah mulai memulai langkah mereka kembali setelah pengorbanan bosmu itu . “, kata sang klien . Akupun menyetujui tugas ini walaupun honor kali ini tidak banyak tapi aku ingin membalas dendam terhadap orang yang telah membunuh bosku .
Lalu aku menyiapkan segala peralatan yang aku perlukan untuk menyelinap kedalam gang tersebut . Semalam suntuk aku menyiapkan segala peralatan yang aku perlukan dan akhirnya semua peralatan itu sudah aku masukkan semua kedalam satu ransel .
Esok paginya aku mengambil kopi seperti biasa dan segera berangkat ke tempat markas gang tersebut yang telah diberitahukan klienku itu . Sebelum aku pergi aku berdoa kepada Tuhan memohon keselamatan kepada Tuhan agar aku dapat mengalahkan gang yang berusaha memusnahkan bumi . Pada saat aku akan pergi tiba – tiba Adi memberikan aku sesuatu berupa sebuah kotak kecil seperti hp mainan tanpa tombol pastinya dan berkata padaku , “Bila kau mengalami masalah dalam kasus ini segera gunakan benda ini , dengan cara dilempar !” . Aku masih tidak percaya kalau dia akan menolongku karena sejak peristiwa yang terjadi 2 tahun lalu dia tidak pernah berbicara padaku sama sekali baru pertama kalinya dia bicara padaku sejak 2 tahun lalu . Aku berangkat menggunakan sepeda motor ku yaitu Honda CBR 1000RR dengan cepatnya menuju lokasi markas gang jahat tersebut . Aku tiba di markas mereka dalam waktu sekitar 30 menit lamanya perjalanan . Tanpa pikir panjang akupun masuk kedalam markas gang jahat tersebut .
Ketika aku masuk ke markas mereka di markas mereka tidak ada apa-apa kecuali beberapa mobil bekas yang mungkin sudah tidak bisa menyala lagi dan berkarat . Tiba-tiba ketika aku sedang berjalan – jalan menyelidiki markas musuh tiba-tiba keluar beberapa anggota gang yang membawa senjata api aku langsung melompat ke belakang mobil bekas ketika mereka menembak segera aku mengeluarkan pistol bius yang telah aku siapkan kemarin malam untuk digunakan pada hari ini . Aku menggunakan pistol bius karena aku tidak mau membunuh orang. Langsung kutembakkan beberapa peluru bius pada mereka dan mereka langsung tertidur . Aku kemudian segera berlari masuk ke sebuah pintu kecil untuk bersembunyi . Tapi bukannya aku menemukan tempat bersembunyi ternyata aku malah ditemukan beberapa anggota gang tersebut karena tempat aku bersembunyi ternyata juga tempat mereka bersembunyi segera kutembakan peluru bius pada mereka dan mereka langsung tertidur nyenyak .
Lalu aku terus bergerak sampai aku sampai di pusat dari markas mereka dimana pemimpin mereka berada . Saat aku disana aku melihat seseorang duduk diatas sebuah singgasana yang terbuat dari emas yang tingginya tidak terlalu tinggi menyambutku , “Hahaha penyusup , aku sudah menunggumu !”, kata orang yang duduk diatas singgasana itu . “Siapa kamu ?” , Jawabku dengan lantang . “Aku adalah pemimpin organisasi ini ! Aku akan memusnahkanmu !” Kata dia dengan langsung mengeluarkan sebuah senjata api dan langsung menembakiku tanpa pikir panjang aku terus menghindar agar tidak tertembak . “Dimana bosku ?”, Jawabku yang penuh rasa penasaran karena peristiwa 2 tahun lalu . “ Oh jadi kau adalah orang yang menyusup 2 tahun lalu bersama bosmu !” , Tanyanya dengan tegas kepadaku . “ Memangnya kenapa aku dan bosku hanya menjalankan order dari seorang klien bosku ! ” Jawabku padanya .
Tiba-tiba dia memencet sebuah remot yang ada ditangannya tiba-tiba lantai tempat aku berdiri terbuka , aku langsung berlari mundur agar tidak jatuh , dari dasar lantai itu keluarlah sebuah kandang yang berukuran sangat besar dan didalamnya terlihat seperti seseorang yang aku kenali . Ya dia adalah bosku , setelah sekian laman aku tidak tahu keberadaan bosku akhirnya aku tahu dimana dia . “Tirto !”, kata bosku padaku . Aku senang ketika melihat bosku masih hidup , segera aku langsung berlari ke kandang dimana bosku berada segera saat aku mendekati kandang itu , kandang itu terbuka dan dengan segera bos dari gang itu langsung menembak bosku tepat di depan mukaku . Bosku terkapar tidak berdaya tapi dia masih hidup . “Trito , jagalah agensi detektifku dan jaga juga anak itu serta jangan pernah buka koper yang kuberikan itu . “,kata bosku sesudah itu dia langsung mati seketika .
“Tangkap dia !” , teriaknya pada para anggota gangnya untuk menangkapku . Segera aku langsung berlari mundur dengan hati yang masih gelisah karena bosku terbunuh tepat di depan mataku . Aku berlari terus menerus tiba-tiba aku terkepung , aku tidak tau harus berbuat apa , lalu aku teringat tentang sebuah benda yang diberikan oleh Adi , aku segera mengambil benda yang diberikan oleh Adi dan langsung melemparnya tiba-tiba sebuah kabut putih muncul dan aku segera lari sedangkan para anggota gang kewalahan karena tidak bisa melihat apapun .
Aku segera berlari ke motorku dan segera mengendarainya dengan kecepatan tinggi . Sekarang aku jadi mulai mempercayai Adi . Beberapa menit kemudian aku sampai di agensi , ketika aku membuka pintu Adi menyambutku dan bertanya apa yang terjadi , aku menjawab dengan sangat detil tentang kejadian tersebut .
Keesokan harinya klienku datang ke agensi dan bertanya kepadaku tentang apa yang terjadi dan aku menjawab tanpa mengubah sedikitpun cerita . “Kau boleh mundur dari tugas ini kalau kau mau karena aku pikir tugas ini sangat berbahaya dan aku juga tidak akan mengambil uang yang telah aku berikan . “, kata sang klien . “Tidak aku tidak akan mundur dari tugas ini karena aku harus bertanggung jawab dan telah berjanji kalau aku akan menyelesaikan tugas ini sampai tugas ini selesai . “, Kataku . “Kau sungguh baik sekali , terima kasih sekali ,andai semua orang di dunia sepertimu .” , Kata klienku . Lalu aku berkata , “Tidak seharusnya yang kau berikan adalah Tuhanku karena dia yang telah membentukku menjadi seorang pribadi seperti ini . “ .
Lalu setelah klienku pulang aku segera menyiapkan segala kebutuhan yang aku perlukan untuk menangkap bos dari gang jahat itu . Aku menyiapkan segala peralatan dengan sungguh-sungguh agar aku dapat menjaga hasil kreasi yang telah Tuhan berikan kepada manusia . Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat Adi berkata padaku , “Bolehkah aku ikut , aku tahu kelemahan dari senjata mereka karena aku yang membuat senjata itu .”. Lalu aku berpikir sejenak dan aku mengijinkan dia untuk ikut . Adi dan aku segera menaikki motorku dan langsung menuju ke markas tempat gang jahat itu berada .
Ketika aku sudah mulai dekat dengan markas mereka terlihat sebuah blokade yang dibuat oleh anggota gang . Mereka juga masing – masing menggunakan senjata api . Lalu tiba-tiba Adi berkata , “ Jangan bergerak lurus kalau bergerak lurus mereka akan dapat menembakmu ! ” , aku seger melakukan apa yang dikatakan oleh Adi padaku dan ternyata memang benar . “Adi gunakan senjata bius yang ada di ranselku !” , kataku padanya . Dia langsung mengambil senjata bius yang ada di ranselku dan menembakkannya pada anggota gang dan terbukti kalau dia memiliki keakuratan saat menembak karena tidak ada peluru bius yang salah ditembak . Lalu aku segera menerjang blokade tersebut dan segera masuk ke markas mereka .
Di dalam markas mereka juga para anggota gang tersebut telah berkumpul dan sudah siap menembakkan peluru mereka . “Maju dengan kecepatan tinggi karena peluru dari senjata tersebut lambat ! “ kata Adi padaku . “Baiklah segera ambil sebuah tabung gas di ranselku serta masker !” kataku padanya . Lalu aku segera memakai masker dan maju dengan kecepatan penuh serta Adi menyemprotkan isi dari tabung gas tersebut yang ternyata adalah obat bius juga .
Lalu aku dan Adi segera maju sampai ke pusat markas mereka dimana disana bos dari gang tersebut menungguku . Aku segera mengerem motorku dan turun dari motor itu dan berkata pada Adi , “Tunggu disini ok !”. “Baiklah . “ kata Adi padaku . Lalu bos dari gang itu lari kearahku dengan ancang – ancang akan memukulku , aku segera menghindar sekuat tenaga dan membalas pukulannya tapi ditangkis oleh dia aku segera mundur ke belakang . Kami berdua sama-sama waspada agar terhadap gerakan musuh . Tiba-tiba bos gang menyerangku duluan aku segera menangkis dengan kedua tanganku dan menendangnya , tapi dia balik menangkis seranganku dan memukulku jatuh . Akupun yang terjatuh segera berguling kebelakang lalu langsung kembali ke posisi waspada . Lalu dia mengambil sebuah pedang dari pajangannya dan segera menebaskannya padaku , lalu aku menghindar kesamping dan mengambil sebatang balok kayu . Dia lalu menebaskan pedang ke arahku , dengan segera aku menggunakan balok kayu itu untuk menangkisnya . Ujung pedangnya menancap sangat keras pada balok kayu , lalu aku berusaha sekuat tenaga untuk melempar balok kayu yang kupegang itu kesamping . Pedang yang dipegangnya pun juga ikut lepas dan terlempar ke samping . Dengan segera aku memukul perutnya dan dia terhempas ke belakang . Aku segera berlari untuk mengkaitkan borgol yang ada di kantungku padanya tapi tiba-tiba dia bangkit dan menendangku ke belakang . Aku terhempas ke belakang tapi kali ini kakiku keram . Lalu dia berlari dan memukuli serta menendangku . Aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berteriak minta tolong . Apakah ini adalah akhir dari hidupku ? Lalu tiba-tiba dipikiranku terbayang bosku yang sedang berkata padaku , “Jangan menyerah !” . Dengan segera aku berusaha bangkit dan balas menyerang walaupun rasa sakit di kakiku belum hilang . Sekarang kedudukan jadi berbalik .
Aku berbalik memukulinya dan menendanginya . Sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa . Ketika dia terlihat menyerah aku segera mengeluarkan borgolku lagi dan ingin mengaitkan borgol itu padanya . Tapi ternyata itu adalah tipu muslihatnya . Dia langsung mendorongku dan menjatuhkanku dan mencekik leherku . Tak ada yang bisa kulakukan kecuali meronta dan berusaha melepaskan diri serta minta tolong pada orang lain . Adi yang melihatku merasa kasihan dia mencari-cari senjata dan dia menemukan sebuah pistol . Aku berusaha memberitahunya kalau membunuh itu adalah perbuatan yang tidak baik dan aku tidak ingin dia membunuh orang , tapi emosi dalam dirinya sudah terlalu besar pada bos gang tersebut sehingga dia menekan pelatuk dari pistol itu . Peluru melesat dengan cepat dan menembus jantung bos dari gang tersebut seketika itu juga dia meninggal .
Aku yang melihatnya segera menegurnya . Lalu dia memberikan tangannya padaku dan berkata , “Bawalah aku ke kantor polisi karena aku telah membunuh orang walaupun kau sudah menegurku . “ . Aku segera memborgol dia dan membawanya ke kantor polisi .
Kasus tersebut selesai walaupun Adi jadi ditangkap polisi . Dia telah mengubah pemikiranku tentang dia yang pertama kali kukira dia itu orang yang sangat jahat tapi ternyata dia adalah orang yang baik walaupun kadang - kadang tidak bisa mengendalikan emosinya . Sekarang setiap hari aku menjenguk Adi di penjara karena dia masuk penjara karena salahku . Dan masalah kotak yang dipercayakan bosku padaku aku membakarnya karena bosku telah berkata kalau kotak itu membawa masalah .


Johan S.W. / 10 - 1 / 24

0 komentar:

Poskan Komentar

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar