Minggu, 05 September 2010

FINDI XIA SMAK 6

Apalah artinya


Jalan sepi menghempas aku dari dunia ini.
Aku seolah terlempar,
dari cerita panggung yang penuh dengan mimik kemunafikan.
Apalah arti kepuasan ini bila tanpa kebahagiaan abadi.

Apala ati kursi tahtaku ini,
kalau aku tak dapat berdiri lagi ,
untuk memberi semua orang sedikit senyum kecil di wajah mereka.
Baiklah aku turun kuhancurkan kursiku,
dan kubuat mereka semua tersenyum.
Kan kuletakan setitik cahaya kecil,
Yang dapat menerangi mereka dimalam gelap.
Kan kubuat kehangatan tuk menghangatkan mereka dimalam dingin.
Biarlah,biarlah tangan-tangan kecil tetap berlari,
Menebar senyum dan tawa bila tanpaku di tahtaku..


Biarlah kini kutetap berada pada jalanku.
Tanpa menyimpang karena tahtaku.
Meski tubuh tetap lemban dan terurai,
Aku,tetap aku yang biasa..


Pelajaran yang dapat diambil:
Dari puisi ini saya ingin membuat orang yang memilik kedudukan yang tinngi untuk dapat sadar akan kedudukannya. Mereka harus sadar kalau sebenarnya tahta yang mereka punya harus tidak membuat mereka lupa akan orang lain disekitar mereka.



Dibuat oleh:Findi x1-ipa/19

0 komentar:

Poskan Komentar

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar