Minggu, 05 September 2010

ERVI CHELSEAH XIS SMAK 6

The regred


By : ervi chelseah winata
xi-ips
12



Ketika penyesalan datang menghampiri anda…
Apa yang harus anda lakukan ??




aku tak pernah berpikir akan ada di dunia ini . yang aku mengerti di dunia ini “seseorang pernah hidup sekali di dunia ini , tapi dalam hidup nya seseorang tersebut dapat jatuh berkali-kali”

“mama, papa kapan pulang ?”
“nak , kamu masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini!“
“tapi ma , fenny kangen banget ama papa .”
“Nak , mama tak bisa berbicara sekarang, umur kamu baru 5 tahun, kamu belum mengerti apa-apa , fen , mama berjanji suatu saat nanti ketika kamu dewasa mama akan menceritakan semua hal yang berhubungan tentang semua ini.”
“Tapi ma ….”
“Nak, mama berjanji ama kamu.”
“Oke deh ma , tapi mama jangan ingkar janji yah ..”
“Iya, sayang..”

12 tahun telah berlalu , dulu aku seorang fenny yang tampak lugu dan tak tahu apa-apa , setiap detik,setiap menit, setiap jam, setiap hari, sampai hari ini . aku tak pernah bertemu lagi dengan papa . kenapa dia meninggalkan aku ketika aku benar-benar butuh sesosok papa, layak nya anak-anak lain .
sampai suatu hari ketika, aku kembali untuk menayakan hal tersebut kepada mama ..
“ma”
“kenapa fen ?”
“ma, apa mama lupa dengan janji mama 12 tahun yang lalu?”
Mama , yang tadinya asyik dengan pekerjaan nya tiba-tiba diam..
“Hmhm fenny , mama rasa kamu udah cukup dewasa untuk mama ceritakan masalah ini..”
Tatapan mata mama kosong, menggambarkan kesedihan yang mama alami, ketidak relaan akan semua yang terjadi terhadap papa. Aku tak menyangka, papa meninggal karena kecelakaan tragis, yang di segajakan oleh saudara sepupu papa sendiri, hanya di karenakan beberapa masalah kantor yang membuat saudara sepupu papa, gelap mata dan melakukan segala cara untuk menyingkirkan papa. Kenapa papa yang terjerat masalah seperti ini?
“Kenapa , papa tidak mencoba menyelesaikan hal ini ?”
“Huff ..” tarikan nafas mama yang menggambarkan ketidak sanggupan mama lagi untuk berbicara atau pun mengingat hal tersebut.
“Sudahlah ma, fenny juga sudah mengetahui kemana papa sekarang, fenny akan berusaha buat tegar, fenny juga tidak tega melihat mama seperti itu satu hal yang mesti mama tahu ya itu.. fenny bakal selalu sayang ama mama”
“Makasi sayang , mama juga bakal selalu sayang sama kamu.”
Mama langsung memeluk aku, dan aku sadar sekarang coban dalam hidup ini ternyata bertubi-tubi dan terkadang hal itu membuat kita merasa kalau kita seperti orang yang tak mempunyai harapan.
*di sekolah
Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu, hari ini aku akan mewakili sekolah ku SMAK 6 untuk mengikuti audisi menyanyi tingkat DKI JAKARTA . aku memang sudah sering sekali mengikuti lomba-lomba menyanyi di berbagai tingkat, mungkin memang talenta yang tuhan berikan kepada aku. Tampak ramai sekali suasana pagi itu, pagi ini aku di temani oleh mama, mama sengaja mengambil cuti di hari ini untuk menemaniku pada audisi hari ini. Aku mendapat nomor giliran sebelas dalam kontes kali ini .
“Deg.. degg.. kan ma !”
“Fenny, kamu pasti bisa, believe it, mama akan selalu ngedukung kamu di sini dalam suasana maupun kondisi apa pun.”
1…2…3…4……………………………………….10
“Ya, itulah penampilan dari madelyn,nomor giliran 10 dari sma rajawali, jakarta selatan sekarang kita panggilkan nomor giliran sebelas, fenny winata, dari SMAK 6, BPK PENABUR.”

“Prokk .. prokkk..”
“Fenny.. fenny.. fenny…”
“Go fenny.. go fenny .. go fenny ..”
Suara tepuk tangan, sorotan, serta teriakan dari penonton yang menonton semakin membuat aku percaya diri dalam kesempatan kali ini.
Kubuka album biru… penuh debu dan kusam………….
“Ya, itulah dia penampilan dari fenny winata, nomor giliran sebelas, sekarang kita panggilakan nomor panggilan dua belas…………….”
………
“Teman-teman sekalian, itulah penampilan dari dua puluh lima orang yang mengikuti audisi kali ini, sekarang adalah saat-saat yang di tunggu-tunggu oleh saya maupun kalian semua yaitu, siapa yang akan mendapatkan tropi, dan hadiah tunai dalam kesempatan kali ini”
“Wuhhh ..”
“Proookk .. prookkk…”
Semua orang tampak begitu antusias untuk mengetahui siapa yang berhak mendapatkan peringkat-perinkat yang ada, tapi itu berbeda dengan yang aku rasakan….
“Fenny”
“Iya, ma ?”
“Kenapa bengong ? orang-orang pada seru kamu malah begong!”
“Fenny, gak lagi begong ma, fenny Cuma nerves dan fenny lagi mikirinn..
“Mikirin apa sayang ?”
“Lagi mikirin kapan lagi fenny bisa ketemu ama papa!”
Mama terdiam sejenak, seperti nya aku merusak mood mama yang ceria menjadi berubah 180 derajat, tapi itu memang fakta yang aku rasain, aku terus menerus memikirkan hal tersebut, sampai aku tak sadar kalau….

“Dan juara pertama di menang kan oleh fenny winata dari SMAK 6, BPK PENABUR, dengan nomor giliran sebelas.”
Mama tampak bangga sekali dengan apa yang ku raih dalam kesempatan kali ini, setidaknya mama mengambil cuti tidak sia-sia begitu saja, kemenangan yang aku raih saat ini adalah kemenangan tanpa arti yang ku rasakan, senyuman palsu, dan ucapan selamat dari teman-teman yang aku balsa dengan pasif.
“Fenny kamu kenapa lagi? apa masi mikirin masalah tadi? hmhm selamat yah sayang kamu juara pertama!”
“Maybe yes, maybe no, ma, makasi ma, ini juga berkat mama lagi, lagian aku juga lelah ma , mungkin aku kecapean”
“Ya udah, mau pulang sekarang ?”
*tiba-tiba
Mbak fenny, bisa bicara sebentar?”
Maaf, aku capek”
“Sebentar saja, mbak”
“Baik, di sini saja pak”
“Maaf mbak,tapi kayaknya gak bisa kalau kita bicarakan di sini, ini kartu nama saya”

JUAN CHANDRA
TALENT MANAGER
PT. MUSIC INDO RECORDING
JAKARTA

Wahh, aku terhening sejenak, dan secepat nya aku menuju sebuah tempat yang tidak terlalu ramai di sekitar tempat tersebut. Laki-laki bermata sipit, tinggi, jangkung, dan kurus menatap ku dengan tajam.
“Saya memperhatikan anda , dan talenta yang anda miliki luar biasa”
“Terima kasih”
“Saya dari perusahaan rekaman”
“Ya, aku tau dari kartu nama yang anda berikan”
“Apa, mbak fenny mau ikut bergabung dengan saya?”
Banyak alasan untuk mengatakan tidak, pertama, banyak sekali penipuan berkedok perusahaan rekaman yang ternyata menjual wanita-wanita tersebut ke lelaki-lelaki belang, ataupun ternyata disuruh untuk menjadi pemeran dalam video porno, atau? Apa benar ini takdir ku? apa benar aku harus mempercayai nya?
Kemudian orang tersebut juga mengeluarkan beberapa kaset vcd album, para artis-artis terkenal yang ikut bergabung dengan perusahaan rekaman tersebut, aku mulai percaya, tapi sebaiknya aku pikirkan dulu hal tersebut,
“Baiklah pak, biar aku pikirkan dahulu besok akan aku beri kabar”
“Oke, mbak fenny, besok saya akan menghubungi anda lagi, apakah ada nomor yang bisa saya hubungi untuk mendapatkan kabar dari anda besok ?”
“Oke , 08152346757”
“Thank you, mbak fenny, semoga anda mau bergabung dengan perusahaan rekaman kami.”
“Hmhm , iya pak.”
Hampir semalaman aku memikirkan hal ini, aku sengaja untuk merahasiakan hal ini dari mama, karena aku takut mama terlalu cemas untuk hal-hal seperti ini, dan , akhirnya aku menerima tawaran ini, secara diam-diam tanpa sepengetahuan mama aku pergi ke perusahaan rekaman tersebut, aku pikir hal ini akan lebih baik aku sembunyikan dulu sampai aku benar-benar berhasil untuk bergabung kedalam salah satu penyanyi di perusahaan rekaman tersebut.
Ternyata joan benar, dia membawa ku ke manajer-manajer perusahaan rekaman tersebut, dengan beberapa buah lagu yang aku bawakan orang-orang tersebut langsung menyukai aku dengan lagu-lagu yang aku bawakan, dan aku di terima menjadi penyanyi dalam perusahaan tersebut, tanpa menunggu lama-lama , sebentar lagi album perdanaku akan segera di persiapkan , alangkah senangnya hati ku.
***

“Ma , bisakah kita bicara sebentar?”
“Apa sayang ?”
“Mama masi ingat orang yang mengajak aku bicara kemarin saat audisi?”
“Hmhm, orang tinggi , jangkung ?”
“Iya ma.”
“Ada apa sayang?”
“Sebenarnya itu dari perusahaan rekaman, dan dia mengajak aku untuk bergabung dengan perusahaan rekaman tersebut .”
Akhirnya aku ceritakan semua yang berhubungan dengan perusahaan rekaman tersebut, awal nya mama tampak tak setuju dengan hal tersebut, alasan nya jelas yaitu takut jika aku tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran di sekolah, tetapi aku akhirnya terus membujuk mama dan akhirnya mama menyetujui hal tersebut.
Hampir empat bulan aku mempersiapakan album perdanaku ini, dibantu dengan mama yang tak pernah lelah dan mengeluh untuk menemaniku saat-saat latihan ataupun memberikan aku komentar-komentar untuk memperbaiki dalam beberapa kesalahan dalam proses pembuatan album ku, dan akhir nya album perdana ku keluar .
Oh my god , aku seperti barang dagangan, dari show tv , manggung , masuk ke dalam berita-berita gosip yg sedang hangat di tv itulah yang benar-benar sedang aku nikmati sekarang . apalagi sekarang aku seperti kehujan uang , uang mengalir seperti air , bayangkan saja , sekali manggung aku bisa di bayar minimal sembilan juta rupiah, sekarang saja aku sudah bisa membeli mobil BMW putih keluaran terbaru, dan sekarang aku sedang hendak menabung untuk membeli sebuah rumah mewah di pondok indah.
Tidak terasa sudah sekitar satu tahun lebih aku menjalani karir sebagai seorang artis yang sedang naik daun ,album kedua ku akan segera di persiapkan akhir bulan ini, sekolah ku terbengkalai begitu saja, itu semua ku tinggal kan begitu saja, demi karir ku , sekarang yang aku fokuskan bukan belajar lagi tetapi , karir ku sebagai seorang penyanyi, uang adalah segalanya bagiku, tidak ada yang lebih penting dari pada uang di pikiran ku.
Aku tak pernah lagi mengunjungi rumah tuhan untuk berdoa, aku jarang bahkan aku tak pernah lagi berdoa kepada Tuhan , apalagi bersyukur atas apa yang ku miliki sekarang .
“Fen, ikut mama ke gereja yuk .. kamu kayak nya udah lama banget gak ke rumah Tuhan”
“Fenny, capek ma”
“Fenny ,kamu kerumah Tuhan kok capek, kalau ke gereja seharus nya kamu gak boleh cape dong.”
“Ma!! tolong dong, ma, tdi malem aku pulang jam satu subuh , aku ngantuk , aku capek ma.”
Mama pergi meninggalkan aku begitu saja, aku rasa mama yang terlalu bawel dan mama gak mengerti apa yang aku rasain sekarang, dan kalau pun mama marah aku tak kan peduli.”
Akhir-akhir ini aku seperti nya sering dan hampir setiap hari ribut dengan mama, jelas karena menurut aku mama ngeselin, bikin bete, dan selalu mencoba untuk menasehati aku, aku pikir aku sudah cukup dewasa untuk melakukan hal-hal yang menurut mama belum pantas aku lakukan. dan inilah puncak dari segala keributan yang aku hadapi dengan mama.
“Kapan si mama bisa gertiin aku?”
“Fenny, kamu kenapa si? akhir-akhir ini kamu benar-benar berubah, kamu ga bisa ngatur emosi kamu.”
“Ma? mama mau fenny kayak gmana lagi ma? fenny tau fenny masi tinggal di rumah mama, tapi kenapa menurut aku mama terlalu mengekang kebebasan aku !
“Fenny , kebebasan itu ada batas nya …”
Aku bergegas pergi meninggalkan mama. aku merasa mama yang tak mengerti aku, aku berjalan ke kamar, menutup pintu dengan kasar, berpikir, dan menarik nafas, dan aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bergegas untuk mengambil koper, dan memasukan baju –baju tersebut ke dalam koper, aku akan pergi dari rumah ini, aku bakal buktiin ke mama kalau tentu saja uang yang aku miliki bisa membeli rumah yang dua kali lipat besar nya di bandingkan rumah ini.
Aku tak tau apakah aku ataupun mama yang salah, tetapi jelas aku akan menggangap kalau aku lah yang benar,aku membuka pintu kamar, dengan koper, dan sebuah tas tentengan kecil, mas ujang supir ku sudah menunggu ku di depan rumah.
“Mau kemana kamu sayang ?”
“Emang penting buat mama?”
“Maafin mama sayang .”
Mama mungkin merasa bersalah akibat perbuatan dan perkataannya tadi tetapi aku tak peduli, mama menahan tangan ku seperti hendak tidak mengijinkan ku untuk pergi.
Aku kemudian mendorong mama , hingga terjatuh
“Mama, fenny cuman pengen buktiin ke mama, kalau zaman sekarang yang terpenting itu uang, uang itu segalanya ma! yahh, jadi asal mama tau aja deh, fenny pengen buktiin ke mama kalo…
PRAKK!!
Tamparan mama, mendarat di pipi ku …
“It’s fine ma! kita liat aj ntar, fenny berjanji fenny ga bakal balik lagi kerumah ini, dan fenny bakal tunjukin ke mama kalau uang yang fenny miliki bisa membeli dua kali lipat dari rumah ini !”
Aku bergegas keluar dari rumah sambil memengang bekas tamparan mama , kejadian hari ini gak akan pernah aku lupain. Untuk beberapa saat ini, terpaksa aku menyewa sebuah apartement mengurungkan niat ku untuk membeli sebuah rumah karena aku akan membutuhkan banyak uang untuk peluncuran album ke dua ku ini, kemudian aku juga mengganti manajer ku yang semula merupakan mama ku sendiri , menjadi jane . dalam kondisi dan masalah seperti ini seperti nya mama tidak mungkin menjadi manajer ku lagi .
Seperti nya aku dan jane bisa berteman baik, hanya dengan bercerita-cerita sedikit saja , aku dan jane sudah seperti sahabat baik
“Fen ? ntar malem ikut gue mau gak?”
“Kemana jane ?”
“Ntar malem gue mau bikin pesta kecil anak-anak muda”
“Emang pesta nya di mana ?”
“Temen gue yang gurus sie , bilang nya pesta nya di hotel ciputra.”
“Kayak nya asyik thu jane , gue ikud deh”
“Oke deh , kayak nya pesta kali ini bakal agak beda deh , karna ad loe”
“Oke deh jane , it’s oke , gue jemput loe ntar malem.”
*malem nya…
Musik, tarian, volume, tawa, bau alkohol, anak muda zaman sekarang banget bikin aku makin semangat aja buat ngikutin pesta malem hari ini, apalagi aku paling istimewa di antara mereka, jelas dengan nama fenny winata seperti nya semua orang tahu, siapa aku, cantik, manis, imut, dan aku adalah artis terkenal . aku benar-benar lupa akan beban ku, apalagi mama aku tak peduli lagi dengan nya.
“Fenny?”
“Ya, siapa ya?”
“Loe ga bakal kenal ama gue, loe artis yang terkenal itu kan ?”
“Maybe”
“Kenalin gue arief, gue model beberapa majalah di indonesia, gue sering liat loe manggung di tv, loe cantikan asli nya!”
“Thank you arief”
Wauu .. pantes aja lumayan si arief , secara dia model , tinggi, putih, mulus, idaman semua cewek banget, nice di buat aku ,
akhirnya musik remix dengan volume kencang mulai di mainkan di pesta tersebut , arief langsung mengajak ku untuk menari bersama nya.
……………………………………………..
“Rif , cape banget nih!”
“What , sorry banget yah fen , gue gak tahu kalu loe udah cape”
Arief langsung mengajak ku untuk duduk , dan mengambilkan aku minum, hmm ternyata itu alkohol, rasanya lumayan seperti aku yang baru mencoba, segelas demi segelas aku habiskan bersama dengan arief sampai aku dan arief benar-benar mabuk, jam menunjukan pukul tiga subuh aku hendak pulang dengan supir ku, *tiba-tiba
“fen , gue ikut loe ke apartement loe ?”
“ya udah , ayo cabut !”

“Temen-temen gue balik dulu ye ama fenny”
“oke bro ! hati-hati aja”
untung aku menyuruh mas ujang untuk menunggu aku, hingga aku selesai pesta, mas ujang mengantarkan aku dan arief sampai ke apartement , aku dan arief masuk ke apartement , aku langsung tertidur lelap di kasur saat itu ,tanpa memperhatikan arief dengan kondisi ku yang mabuk.
pagi nya aku terbangun dengan sendirinya , bau alkohol masi menempel di mulut ku , ku lihat handphone dan jam menunjukan pukul sembilan pagi , ada lima belas panggilan tak terjawab dan itu adalah mama, aku tetep pada pendirianku kalau aku tidak akan menelpon balik ataupun pulang ke rumah tersebut, dan tanpa aku sadari, arief berada di samping kasur ku , dan aku mulai menyadari kalau kemarin saat aku dan arief mabuk , aku dan dia saling membuka kartu, semua ini bukan aku yang mau, kenikmatan hanya untuk sesaat, aku melakukan sesuatu yang tak sepantas nya aku lakukan.
**
Aku masih tetap pada pendirian ku, tak akan kembali pada ibu dan rumah itu, pagi ini setelah sarapan pagi, aku merasa mual dan muntah beberapa kali, dan menurut aku lebih baik aku beristirahat sejenak dari aktivitas ku hari ini.
“Jangan-jangan aku hamil”
Aku jadi teringat hal yang ku perbuat delapan hari yang lalu, dengan topi, jaket, kacamata, serta muka Tanpa make up yang mencolok akhirnya aku mmemberanikan diri ke apotik untuk membeli alat pengetes kehamilan, dan ternyata setelah aku mencoba , aku positive hamil , aku mencoba menghubungi arief tapi tak tersambungkan. .
“Jane loe tau di mana rumah nya arief ?”
“Arief ? emang ada apa ?”
“Hmhm , gue punya urusan ama dia”
“Kalau setau gue , coba loe cari deh alamat nya kalau gak salah jalan damar permai blok4 barat nomor 25”
“Makasi jane , oh iya , hari ini gue gak kerja dulu jane karna gue lagi gak enak bbadab , jadi loe pulang aja.”
“Oke fen , take care yah..”
Aku langsung bergegas untuk pergi kerumah arief sesuai dengan alamat yang di berikan oleh jane, dan ternyata benar itu rumah arief . aku mencoba mengetuk pintu beberapa kali , dan ternyata dia yang membukakan pintu tersebut.
“Fenny? Ngapain loe kesini ?”
“Gue perlu bicara ama loe rif !”
“Bicara apa ?”
“Siapa sayang ?”
Kulihat seorang wanita dari dalam memanggil arief dengan sebutan sayang
“Gue enggak nyangka rif !”
“Mau loe apa sie fen ?”
“Oke, gue tunggu loe di café sky sore ini jem 6”
“What ?”
“Tolong rif, ini penting banget”
Aku tak menyangka ternyata arief adalah seorang laki-laki playboy yang hanya manfaatin aku buat kepuasaan belaka, aku bersiap-siap untuk menuju kafe sky , dan kulihat arief sudah disana menunggu ku, aku mendatanginya.
“Fen , ada ap ?” Aku tak berani menjawab , bagaimana aku bisa menjawab aku bimbang dan gundah akan semua ini.
“Fen? ada apa sie? buru, satu jem lagi gue ada pemotretan!”
“Tadi itu siapa ?”
“Fen , lu suru gue kesini cuman buat tanyain itu doang ?”
“Jawab dulu rif!”
“Cewek tadi pacar gue.”
“Cewek loe arief ?”
“Iya , emang kenapa?”
“Aku hamil rif …………………………….”

Oh tuhan .. apa yang harus ku lakukan sekarang ? aku jatuh cinta pada seseorang yang ternyata playboy , punya wanita lebih selain aku, tapi ternyata aku mengikuti nya aku lupa akan ada nya rambu-rambusemua ini benar-benar tidak aku mau dan tidak aku inginkan, bagaimana nasip anak dalam rahim ku ini ?
Apakah di usia ku yang ke 18 ini aku sudah harus di panggil seorang mama ? dan menjadi seorang yang single parents ?
Sudah hampir satu bulan , arief menghilang ternyata arief telah pindah ke los angeles dengan wanita yang kemarin memanggil nya dengan sebutan sayang, ohh tuhan..sekarang aku benar-benar putus asa , aku tak tahu lagi bagaimana harus melangkah hari-hari ini .
Akhirnya , aku berhentikan jane dari pekerjaannya , karna aku tahu bahwa karir ku sebentar lagi akan hancur dan berakhir. akhir-akhir ini aku sering memikirkan mama, bagaimana kabar mama ? apakah baik-baik saja, atau sebalik nya?aku merasa bersalah sekali karena telah menyakiti mama dan penyesalanku saat ini membuat otak ku buntu , aku tak bisa membayangkan jika ada berita-berita yang mengatakan
“Fenny seorang yang dulu di idolakan, sekarang tengah hamil tanpa yang menghamili “
Akhirnya aku ambil jalan pintas mengakhiri penyesalan ku , hal yang pertama yang ku lakukan adalah menulis surat kepada mama , isi surat tersebut adalah penyesalan terbesar dalam hidup ku, telah melukai mama , aku tak mengingat seberapa besar pengorbanan mama untuk aku dari kecil hingga besar dan saat-saat aku tak tahu diri saat aku mendapatkan kejayaan dalam hidup ku, karena aku lupa ketika aku berjaya tersebut aku juga di bantu oleh mama , kata terakhir, sangaja aku rekam di kaset ..
“Mama , aku akan pergi dahulu , aku akan bertemu papa di sana , aku malu terhadap diriku sendiri , maafkan aku ma , I love you mom , always and forever”
Ku pilih hari selasa, ku ambil tali yang biasa di gunakan untuk tarik tambang , aku lilitkan ke salah satu bagian kamar mandi apartement yang aku tepati dan akhirnya…..
Ku gantungkan leher ku pada tali tersebut…..
Sekarang aku tak bernafas lagi, dan tentu saja tubuhku membiru dengan lidah menjulur keluar, ketika mobil jenazah ku lewat, ku lihat orang-orang yang tak ku kenal menagis sedih, tapi aku hanya bisa tersenyum haru, dan akhirnya ku lihat ibuku , menagis dengan air mata tak putus-putus, menyentuh gundukan tanah dan tak beranjak dari kuburku , aku ingin bangun dan memeluk ibu ku , tapi aku tak bisa dan ketika ibu ku menagis tak jemu-jemu, pendeta pemimpin pemakaman berbisik
“Fenny , telah pergi dengan tenang ibu “

0 komentar:

Poskan Komentar

Bagikan

Delete this element to display blogger navbar